Comscore Tracker

Review Film Love for Sale 2: Kemunculan Kembali Arini, Si Pacar Sewaan

Mau tahu kelanjutan kisah Mbak Arini?

Di film pertamanya yang tayang tahun 2018, "Love for Sale" mengantarkan pemeran utamanya, Gading Marten pada penghargaan Piala Citra sebagai Aktor Utama Terbaik. Film drama pertama yang digarap oleh Andibachtiar Yusuf tersebut sukses besar di pasaran dan mendapat banyak pujian dari kritikus lokal.

Kini, Visinema kembali menghadirkan sekuel "Love for Sale" dan mengganti first lead-nya dari Gading Marten menjadi Adipati Dolken. Penggemar kisah Mbak Arini dan Mas Richard harus bersabar karena hadirnya sang penyewa baru.

Film drama unik yang menghangatkan hati, kamu yang belum sempat nonton bisa membaca reviewnya terlebih dahulu di bawah ini. Film ini tayang tanggal 31 Oktober 2019 dan masih ada di bioskop sampai sekarang.

1. Ican, anak kedua dari tiga bersaudara yang belum menikah di usia 32 tahun

Review Film Love for Sale 2: Kemunculan Kembali Arini, Si Pacar SewaanInstagram.com/loveforsalefilm

Ican (Adipati Dolken) merupakan playboy bujang berusia 32 tahun yang belum menikah. Dia bahkan sudah disalip lebih dahulu oleh adiknya (Bastian Steel) yang sudah menikah dan memiliki satu anak. Panggilan Bujang Lapuk pun sering diterimanya. Entah itu dari ibunya, Ibu Rosmaida (Ratna Riantiarno), atau dari para tetangganya. Ibunya ingin Ican segera menikah sebelum dia meninggal. Setiap hari telinga Ican selalu dipenuhi tentang pertanyaan soal pernikahan.

2. Karena dituntut oleh Ibu dan semua orang di sekitarnya, Ican menggunakan aplikasi Love.inc untuk mencari pacar sewaan

Review Film Love for Sale 2: Kemunculan Kembali Arini, Si Pacar SewaanInstagram.com/loveforsalefilm

Gemas dengan semua tuntutan yang diterimanya, Ican akhirnya memutuskan untuk menggunakan aplikasi pencari pacar sewaan. Dirinya ‘memesan’ cewek sesuai dengan keinginan Ibunya. Keturunan Minang, menarik, bisa masak dan pintar. Selama 45 hari Ican memesan jasa tersebut paling tidak untuk melindungi telinganya dari sindiran bahkan permintaan nyata sang Ibu.

3. Arini datang sebagai pacar sewaan dan mendapat tuntutan dari Ican untuk menenangkan keluarganya

Review Film Love for Sale 2: Kemunculan Kembali Arini, Si Pacar SewaanInstagram.com/loveforsalefilm

Begitu datang, pekerjaan Arini (Della Dartyan) hanya satu, yakni menenangkan ibunya dan Arini melakukannya dengan begitu profesional. Keturunan Minang yang menarik, bisa masak, dan pintar mampu mencuri perhatian Ibu Ros. Ibu Ican tidak lagi mencecar Ican soal pertanyaan tentang pernikahan. Semakin lama, Arini jadi semakin dekat dengan Ibu Ros.

4. Arini yang mampu dekat dengan Ibunya membuat Ican luluh

Review Film Love for Sale 2: Kemunculan Kembali Arini, Si Pacar SewaanInstagram.com/loveforsalefilm

Tinggal bersama Ibu Ros, Arini yang telah menjadi kesayangan Ibu Ros mampu membuat Ican luluh. Dirinya mulai melupakan soal aplikasi pencari pacar dan melibatkan perasaan pribadi di dalamnya. Ican jadi sayang dengan Arini, apalagi keluarga Ican juga sangat memuja dan menyukai Arini.

5. Kembalinya Arini dalam kehidupan keluarga si penyewa baru

https://www.youtube.com/embed/3YeEGS5Ynj8

Dengan mengganti first lead dalam film, tentu kisah kasih Mas Richard dan Mbak Arini gak akan kamu temui dalam film ini. Kamu yang sangat menantikan kisah mereka dan ingin menagih jawaban atas pertanyaan di film pertama, harus menelan rasa kecewa karena gak akan menemukan kelanjutan dari tokoh Richard-Arini di sini.

Film "Love for Sale 2" menceritakan tentang datangnya penyewa baru dan ‘pattern’ pekerjaan Arini yang kembali terulang sejak film pertamanya. Bedanya, di film kedua intensi dari kedekatan Arini dengan penyewa berkurang, berganti dengan drama keluarga yang menghadirkan banyak nilai-nilai kebersamaan keluarga.

Chemistry Ican dan Arini terjalin mulus dan baik, walau tetap tidak bisa dibandingkan dengan Richard dan Arini. Keduanya memiliki pola cerita yang berbeda, dengan latar belakang, karakter, dan permasalahan sendiri-sendiri. Hanya saja, adanya intervensi dari keluarga Ican membuat hubungannya dengan Arini tidak begitu banyak terlihat bahkan jauh dari kata intens. Tidak seperti film pertamanya yang fokus pada dua pemeran utamanya saja, "Love for Sale 2" tidak lagi fokus dengan Arini dan penyewa tapi penyewa dan keluarganya.

Seperti filmnya yang pertama, "Love for Sale 2" memiliki visualiasasi pengambilan gambar yang baik. Skoring yang dipilih juga tepat dan sesuai dengan kebutuhan. Patut diapresiasi bagaimana Andibachtiar Yusuf dan M. Irfan Ramli menggodok naskahnya. Sekuelnya kali ini masih tetep menghadirkan feel yang sama seperti film pertama. Di mana kehidupan yang tergambar pada kehidupan Ican itu sangat relatable dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Premis yang dibawa dalam film ini juga masih seputar Arini yang berhasil membuat orang di sekitarnya menjadi versi terbaik dalam dirinya. Richard (di film pertama) yang pelit dan keras di buat lembut, sedangkan Ibu Ros si mertua jahat menjadi lunak dan baik.

Juga, "Love for Sale 2" berhasil bikin frustrasi karena mengulangi pola yang sama, yaitu tetap tidak memberikan gambaran jelas soal siapa Arini dan asal usulnya. Dia tetap dibuat sebagai peran misterius, tertutup, dan tidak berubah dari Arini di film pertama. Belum jelas juga apakah dia benar-benar melakukan pekerjaan secara profesional, atau ada campur tangan perasaan di dalamnya. Sekali lagi, buat kamu yang ingin tahu siapa dan bagaimana perasaan Arini kembali harus menelan kekecewaan.

Belum bisa menjawab pertanyaan penonton soal bagaimana kehidupan Richard setelah ditinggal Arini, "Love for Sale 2" tetap merupakan sebuah film drama yang layak disaksikan. Apalagi after credit-nya yang bisa jadi menjadi kunci dari film selanjutnya yakni "Love for Sale 3", atau bahkan jawaban tentang perasaan Arini sebenarnya. Semoga ada lanjutannya lagi yang lebih mantap ya, Visinema?

Dari kesimpulan tersebut, IDN Times memberikan skor 3,9/5 untuk Love for Sale 2. Sebuah tayangan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan relatable. Kamu bakal dapat banyak pelajaran keluarga dari film ini.

Baca Juga: Review Film Ratu Ilmu Hitam, Neraka Kolaborasi Kimo dan Joko Anwar

Topic:

  • Edwin Fajerial

Just For You