Comscore Tracker

Overhype? 5 Kontroversi dalam Anime Demon Slayer Season 2

Efek dari ekspektasi penggemar yang makin meningkat, nih!

Perilisan anime Demon Slayer musim kedua memang tak lepas dari antusiasme para penggemar. Dengan kesuksesan musim pertama dan filmnya, tak heran jika penggemar akan semakin meningkatkan ekspektasi mereka pada anime garapan Studio Ufotable ini. Bisa dibilang, Demon Slayer juga cukup overhype alias mendapat perhatian yang berlebihan dari para penggemar maupun penonton. 

Kendati ada banyak pendapat bagus, ada beberapa hal yang juga cukup kontroversial dan membuat banyak penggemar melayangkan protes ke anime Demon Slayer musim kedua ini. Setidaknya, penulis sudah merangkum lima kontroversi paling populer dan banyak dibicarakan sejak anime ini dirilis. Penasaran? Yuk kita simak selengkapnya!

1. Pemilihan judul yang terlalu eksplisit

Overhype? 5 Kontroversi dalam Anime Demon Slayer Season 2Distrik Yoshiwara (dok. Studio Ufotable/Demon Slayer Season 2)

Demon Slayer musim kedua mengambil cerita dari dua arc berbeda, yaitu Mugen Train arc dan Entertainment District arc. Sekilas kedua judul ini memang tidak ada yang aneh ya. Namun di Jepang sendiri, Entertainment District arc lebih dikenal dengan sebutan Yuukaku-hen dan terdengar eksplisit bagi beberapa orang, khususnya para orang tua. 

Yuukaku sendiri merujuk pada distrik merah dimana rumah bordil dan prostitusi pernah dilegalkan dalam sejarah Jepang. Distrik Yoshiwara yang dipakai sebagai latar pun juga memang pernah ada di negeri sakura ini. Unsur sejarah tersebut menjadi tema yang cukup berani diangkat dalam Demon Slayer musim kedua. Mengingat Demon Slayer tak hanya menggaet penonton dewasa namun juga banyak penonton muda yang mungkin di bawah umur, para orang tua di Jepang mengaku kesulitan untuk menjelaskan jalan cerita untuk musim kedua anime ini kepada anak-anak mereka.

2. Demon Slayer Season 2 mengangkat isu prostitusi

Overhype? 5 Kontroversi dalam Anime Demon Slayer Season 2Oiran (dok. Studio Ufotable/Demon Slayer Season 2)

Penggemar Demon Slayer yang juga mengikuti alur cerita di manga terlebih dahulu pasti sudah paham jika Entertainment District arc yang diadaptasi menjadi musim kedua anime akan berfokus pada pertarungan Tanjiro di Distrik Yoshiwara. Dalam cerita, distrik ini dikenal sebagai daerah prostitusi yang sangat ramai di malam hari. Bahkan sebagai bagian dari penyamaran, Tanjiro, Zenitsu dan Inosuke yang sebenarnya masih di bawah umur harus menyamar sebagai wanita dan dijual oleh Tengen ke rumah bordil. Nah, bagaimana dengan reaksi penggemar baru yang hanya menonton animenya saja?

Tentunya banyak penonton yang protes dengan unsur prostitusi yang ada dalam musim kedua anime Demon Slayer. Apalagi, Demon Slayer musim kedua tak hanya disiarkan dalam media streaming online saja. Demon Slayer musim kedua juga ditayangkan di stasiun televisi Fuji TV dan Tokyo MX di Jepang dengan audiens anak-anak yang tidak sedikit. Banyak orang tua yang khawatir dengan kemungkinan akan adanya konten eksplisit dalam anime ini yang dapat berdampak buruk jika ditonton.

Baca Juga: 5 Light Novel Paling Laris Tahun 2021, Demon Slayer Teratas!

3. Adegan Uzui Tengen tampak melecehkan Aoi

Overhype? 5 Kontroversi dalam Anime Demon Slayer Season 2Tengen membawa Aoi dan Naho. (dok. Studio Ufotable/Demon Slayer Season 2)

Episode kedelapan Demon Slayer musim kedua diakhiri dengan pengenalan karakter protagonis terbaru yang akan bergabung dengan Tanjiro dan kawan-kawannya. Ia adalah sang pilar suara, Uzui Tengen. Dalam perkenalannya, ada sebuah adegan dimana Tengen hendak akan menyeret Aoi untuk membantunya mengintai ke Distrik Yoshiwara. Namun bukannya membawa secara baik-baik, Tengen terlihat membopong Aoi dan menepuk bokongnya. 

Adegan Tengen inilah yang menimbulkan banyak protes dari kalangan penonton karena dinilai tidak pantas dan merendahkan kaum wanita. Para penonton juga sempat mengecam aksi ini sebagai bentuk pelecehan dari pihak produksi anime dan menyatakan jika adegan seperti ini sebenarnya tidak perlu ditayangkan. 

4. Mengangkat isu poligami dari karakter Uzui Tengen

Overhype? 5 Kontroversi dalam Anime Demon Slayer Season 2Tengen dan ketiga istrinya. (dok. Studio Ufotable/Demon Slayer Season 2)

Tak hanya dicecar karena adegan di episode kedelapan, karakter Tengen kembali menuai kontroversi karena ia memiliki tiga istri. Para istrinya bernama Makio, Suma, dan Hinatsuru diceritakan sedang melakukan pengintaian di Distrik Yoshiwara dan belum memberikan kabar sama sekali kepada Tengen. 

Di luar cerita, para penonton kembali mempermasalahkan poligami yang dilakukan oleh Tengen. Meski telah dijelaskan bahwa latar belakang keluarga Tengen memang berpoligami secara turun temurun, banyak penonton masih mempermasalahkan hal ini. Dengan diperlihatkannya karakter Tengen yang berpoligami dan memiliki tiga istri, pihak produksi anime dianggap seolah membenarkan hal tersebut dan dinilai tidak pantas apalagi jika dipertontonkan untuk penonton yang lebih muda. 

5. Aimer sebagai pengisi lagu pembuka dan penutup Demon Slayer season 2

https://www.youtube.com/embed/tLQLa6lM3Us

Tampaknya, para penggemar sudah terlanjur menyukai LiSA sebagai pengisi lagu anime Demon Slayer. Bukannya tanpa alasan, LiSA memang telah memenangkan banyak penghargaan dan pujian berkat lagu-lagunya dalam anime ini. Sukses mengisi lagu untuk musim pertama dan kedua, LiSA digantikan oleh Aimer untuk mengisi lagu opening dan ending setelah memasuki Entertainment District arc.

Meski Aimer telah membawakan lagu yang cukup epik dan cocok untuk anime ini, sayangnya banyak penggemar yang lebih menginginkan LiSA untuk mengisi lagu tema lagi. Banyak penggemar mengaku tidak terlalu menyukai lagu terbaru yang dibawakan Aimer dan ada juga sengaja melewatkannya. Wah, padahal Aimer juga cukup dikenal membawakan banyak lagu-lagu keren ya di anime populer lainnya. 

Cukup disayangkan jika deretan kontroversi ini muncul bersamaan dengan popularitas tinggi yang dihasilkan oleh anime Demon Slayer. Namun jika kita melirik lagi ke deretan kontroversi di atas, beberapa poin mungkin memang memiliki alasan yang cukup jelas mengapa serial anime ini seharusnya tidak ditayangkan di TV lokal dengan target audiens anak-anak. Namun, penilaian subjektif yang berlebihan dari penggemar juga rasanya tidak tepat diungkapkan secara terang-terangan, mengingat hal tersebut dapat mendiskreditkan kerja keras staff yang terlibat dalam pembuatan anime ini. Apa kamu setuju?

Baca Juga: 5 Fakta Uzui Tengen, Pilar Suara dalam Anime Demon Slayer Season 2

Trisnaynt Photo Verified Writer Trisnaynt

Just go with the flow

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Indiana Malia

Berita Terkini Lainnya