Comscore Tracker

[REVIEW] Fena: Pirate Princess—Petualangan Tuan Putri Mencari Eden

Anime underrated yang harus kamu kepoin!

Anime dengan latar kerajaan nyatanya masih tinggi peminat dan tak pernah kalah populer dari anime lainnya. Meskipun bisa dibilang anime-anime seperti ini masih eksis, kisah yang menceritakan tuan putri juga telah banyak digunakan dalam beberapa anime. Ada yang sukses dan ada juga yang gagal dalam pengembangan cerita sehingga penontonnya cepat bosan ketika menonton. Namun di sisi lain, penulis seolah menemukan hidden gem di antara anime-anime yang rilis tahun ini, yaitu Fena: Pirate Princess.

Anime Fena: Pirate Princess sendiri dirilis pada 15 Agustus 2021 dengan dua belas episode. Sama seperti anime fantasi kerajaan pada umumnya, anime ini menceritakan kisah seorang tuan putri yang berlatar belakang tragis. Uniknya, anime Fena: Pirate Princess juga menggabungkan unsur bajak laut yang membuat anime ini semakin memikat bagi penulis. Namun, apa yang membuat Fena: Pirate Princess ini menarik dan harus ditonton? Yuk, kita simak review di bawah ini sebagai pertimbangan sebelum menonton!

1. Putri yang hilang melakukan perjalanan untuk mencari misteri wasiat sang ayah

[REVIEW] Fena: Pirate Princess—Petualangan Tuan Putri Mencari EdenFena diancam oleh manajernya. (dok. Production I.G/Fena: Pirate Princess)

Fena Houtman adalah putri bangsawan yang harus kehilangan orang tuanya dalam tragedi penyerangan di kapal laut. Kata-kata terakhir yang Fena dengar dari ayahnya adalah ia harus mencari Eden. Fena yang masih belia dibantu kabur oleh teman masa kecilnya, Yukimaru, dan dibiarkan terombang-ambing di laut lepas. Singkat cerita, Fena terdampar di Pulau Shangri-La dan hidup sebagai pramunikmat di sana. Karena kecantikan dan rambut putihnya, Fena dijuluki White Marginal bagi orang-orang di Pulau Shangri-La.

Sepuluh tahun setelah terdampar, Fena kembali bertemu dengan Otto dan Salman yang pernah merawatnya ketika masih kecil. Mereka pun membantu Fena kabur dari Pulau Shangri-La dan pergi ke Pulau Goblin. Pulau tersebut didiami oleh Yukihisa Sanada yang juga pernah melayani keluarga Houtman. Yukihisa pun memberikan kepingan kaca tebal yang menjadi peninggalan terakhir ayah Fena dan meminta Fena untuk memecahkan teka-teki di balik perjalanan keluarga Houtman. Kepingan kaca ini juga berkaitan dengan kata-kata terakhir sang ayah untuk mencari Eden. 

Ditemani oleh para pejuang dari pulau Goblin dan Yukimaru—yang kebetulan juga selamat dari insiden kapal—Fena memulai perjalanannya untuk mencari tempat misterius bernama Eden. Menurut legenda, tempat itu menyimpan berbagai harta karun yang hilang dari berbagai belahan dunia. Mereka harus menghadapi banyak rintangan dan bersaing dengan bajak laut lainnya demi mencapai Eden. Seiring cerita, rahasia-rahasia di balik identitas Fena juga terungkap satu demi satu.

Penulis sangat menyukai alur cerita Fena: Pirate Princess yang dikemas dengan ringan dan menghibur. Awalnya, penulis sempat mengira akan mendapatkan cerita penuh emosional dengan berbagai pembahasan yang berat mengingat karakter Fena memiliki backstory yang menyedihkan. Di luar dugaan, alur cerita anime ini justru tidak dibawakan terlalu serius seperti kelihatannya. Memang ada kalanya ketika para karakter berada dalam posisi yang emosional, tetapi situasi dapat langsung dicairkan dengan humor-humor segar di anime ini.

Selain alur cerita yang penuh petualangan, kisah cinta antara Yukimaru dan Fena yang bak cinta lama bersemi kembali juga turut membuat anime ini jadi semakin menarik. Memang sebagai tebakan pertama, penulis sudah yakin jika Fena memiliki perasaan pada teman masa kecilnya ini. Namun, penulis tidak menduga bahwa hubungan mereka akan jadi makin rumit dengan beberapa karakter yang menentang hubungan tersebut. Overall, dari segi cerita, Fena: Pirate Princess mungkin memang menyajikan alur cerita yang terdengar klise dengan adanya kerajaan, tuan putri, petualangan, dan pangeran dalam ceritanya. Namun, alur yang ringan dan penuh plot twist justru menjadi daya tarik tersendiri bagi anime ini.

2. Fena berusaha menemukan Eden dengan intuisi dan serpihan ingatannya

[REVIEW] Fena: Pirate Princess—Petualangan Tuan Putri Mencari EdenFena, Karin, dan Makaba (dok. Production I.G/Fena: Pirate Princess)

Mencari Eden dengan berbekal kepingan kaca polos memang membingungkan bagi siapa pun, termasuk Fena. Dengan minimnya informasi, Fena dituntut untuk mengingat kembali apa saja petunjuk yang ditinggalkan sang ayah untuknya. Dalam perjalanannya yang penuh ketidakpastian, Fena tetap mendapatkan dukungan dari teman-teman barunya yang ia temui di pulau Goblin, mulai dari Shitan, Karin, Tsubaki, Makaba, hingga si kembar Kaede dan Enju.

Selain mengandalkan petunjuk yang diberikan melalui kepingan kaca dan potongan ingatan masa kecil Fena, pencarian Eden juga tak luput dari intuisi Fena yang selalu tepat. Ketika dibingungkan oleh jalan yang bercabang, Fena selalu berhasil memilih jalan dan keputusan yang tepat dalam perjalanan. Jadi, meskipun Fena adalah karakter terlemah dari segi fisik, ia tetap menjadi kunci terpenting dalam perjalanan menuju Eden.

Baca Juga: [REVIEW] Wonder Egg Priority—Kisah Remaja Melawan Trauma dan Kematian

3. Animasi yang indah dengan karakter yang dibuat menarik

[REVIEW] Fena: Pirate Princess—Petualangan Tuan Putri Mencari EdenShitan menghunuskan pedang ke arah Yukimaru. (dok. Production I.G/Fena: Pirate Princess)

Karena latarnya yang berbalut dunia fantasi, desain dan pemandangan dalam anime Fena: Pirate Princess memang cukup memanjakan mata. Production I.G selaku rumah produksi anime ini juga memberikan adegan aksi yang mengagumkan setiap kali ada pertarungan. Dari segi animasi sendiri, Fena: Pirate Princess memiliki animasi dengan gerakan yang terbilang mulus.

Selain menyoroti desain dan animasinya, penulis juga tertarik dengan desain dari masing-masing karakter di anime ini. Setiap karakter dibuat menarik dan sesuai dengan kepribadian mereka, misalnya rambut putih dan mata biru Fena sangat cocok untuk kepribadiannya yang periang. Di lain sisi, karakter Yukimaru memiliki sorot mata yang lebih tajam dan berbanding lurus dengan sifatnya yang penuh kewaspadaan.

4. Pemilihan musik yang sesuai dengan alur cerita penuh petualangan

https://www.youtube.com/embed/Ueo5Ez7OraE

Untuk anime bergenre petualangan seperti Fena: Pirate Princess, lagu juga menjadi daya tarik yang membuat petualangan jadi semakin menarik. Lagu opening oleh Junna yang berjudul "Umi to Shinju" memiliki nada yang menyenangkan sehingga penulis tidak pernah melewatkannya tatkala lagu mulai dimainkan. Sementara, lagu ending yang dibawakan oleh Minori Suzuki berjudul "Saihate" memiliki nada yang lebih kalem dan memberikan akhir yang menenangkan setelah menonton. 

Sementara, untuk pemilihan backsound, Yuki Kajiura dan FlyingDog berhasil membuat suasana petualangan dalam anime Fena: Pirate Princess jadi semakin terasa. Adegan bertarung pun diberikan backsound yang cocok sehingga jadi semakin seru dan menegangkan. Selain Fena: Pirate Princess, Yuki Kajiura juga diketahui turut menyusun musik untuk deretan anime populer, seperti Puella Magi Madoka Magica, Demon Slayer, Pandora Hearts, dan Sword Art Online.

5. Disutradarai oleh tiga sutradara sekaligus

[REVIEW] Fena: Pirate Princess—Petualangan Tuan Putri Mencari EdenFena dan Yukimaru (dok. Production I.G/Fena: Pirate Princess)

Jika biasanya hanya akan ada satu sutradara dalam penggarapan anime, Fena: Pirate Princess nyatanya digarap oleh ToyGerProject yang terdiri dari Kazuto Nakazawa, Tetsuya Takahashi, dan Junichi Fujisaku. Sebagai tambahan, Kazuto Nakazawa juga menulis alur cerita dan merancang desain karakter orisinal untuk anime ini. 

Ketiga sutradara ini berhasil mengarahkan pembuatan anime dengan sangat baik sehingga alur cerita, musik, dan animasi dapat berpadu dengan apik. Anime Fena: Pirate Princess pun bisa dibilang adalah karya yang sukses meski mengambil tema yang cukup umum dalam dunia anime. Bahkan, serial anime ini berhasil terpilih sebagai salah satu Work in Progress dalam 2021 Annecy International Animated Film Festival.

Fena: Pirate Princess mungkin awalnya terdengar underatted bagi sebagian penggemar, bahkan bagi penulis sendiri. Karena penayangannya yang juga bersaing dengan anime populer lainnya, anime ini jadi kurang hype di kalangan penggemar. Meskipun begitu, penulis rasa anime ini layak untuk ditonton, khususnya bagi para penggemar yang tidak menyukai plot cerita yang berat. Untuk skor akhir, penulis memberikan skor 4/5 untuk anime orisinal dari Production I.G ini. Apakah kamu tertarik untuk menonton serial Fena: Pirate Princess ini? Semoga review di atas dapat menjadi referensi untukmu, ya!

https://www.youtube.com/embed/xhM5dp7y4aw

Baca Juga: [REVIEW] That Time I Got Reincarnated as a Slime Season 2—Makin Seru!

Trisnaynt Photo Verified Writer Trisnaynt

Just go with the flow

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Yudha

Berita Terkini Lainnya