Comscore Tracker

7 Fakta Sally Rooney, Penulis Laris yang Boikot Israel 

Novelnya gak pernah sepi penggemar

Bukan hanya karena menerbitkan buku baru, nama penulis Sally Rooney santer di media massa disebabkan pula oleh keputusannya menolak bekerjasama dengan sebuah perusahaan penerbitan buku asal Israel. 

Kasus Israel-Palestina memang memicu polarisasi, tiap kubu punya pendukung masing-masing dan itu pula yang membuat Sally Rooney dikritisi dan dipuji sekaligus. Siapa sebenarnya sosok Sally Rooney? Mari berkenalan dengan penulis laris ini sekarang juga.

1. Sally Rooney adalah penulis muda Irlandia yang dikenal lewat novel laris Normal People 

7 Fakta Sally Rooney, Penulis Laris yang Boikot Israel novel Normal People oleh Sally Rooney (instagram.com/bookclubin.jpg)

Sally Rooney merupakan penulis kelahiran tahun 1991 yang dikenal karena novelnya yang berjudul Normal People. Novel itu bukanlah karya debutnya, melainkan dirilis tahun 2018 setelah Conversation with Friends di tahun 2017. 

Normal People menjadi buku yang fenomenal karena berhasil menyinggung isu kelas sosial, kesenjangan ekonomi, dan kesehatan mental dalam kemasan kisah cinta modern yang lekat dengan kehidupan sehari-hari. Tak cukup dalam bentuk buku, Normal People sudah diadaptasi menjadi sebuah miniseri yang tak kalah sukses. 

Dua pemeran utamanya, Daisy Edgar-Jones dan Paul Mescal  bahkan langsung kebanjiran proyek setelah miniseri tersebut dirilis pada awal 2020 lalu. Padahal keduanya berstatus aktor pendatang baru. 

2. Novel debutnya Conversation with Friends terbit tahun 2017 saat ia masih berusia 26 tahun

7 Fakta Sally Rooney, Penulis Laris yang Boikot Israel potret Sally Rooney (vogue.com)

Setelah Normal People sukses, orang mulai mencari karya lain dari sang penulis. Conversation with Friends yang pertama kali terbit tahun 2017 mendadak jadi bestseller baru. Bahkan sudah dibeli hak ciptanya untuk jadi sebuah miniseri yang direncanakan rilis tahun 2022 nanti. Lagi-lagi, Sally Rooney dan produser mendapuk aktor pendatang baru untuk peran utama di serial adaptasi tersebut. 

Kesuksesan dua novel itu status penulis muda terbesar saat ini layak disematkan padanya, mengingat karyanya meledak di usia Sally yang saat itu masih 20an. Hal ini adalah fenomena langka di bidang sastra.

3. Ia baru saja merilis buku baru tahun 2021 ini dengan judul Beautiful World, Where Are You

7 Fakta Sally Rooney, Penulis Laris yang Boikot Israel novel Beautiful World, Where Are You karya Sally Rooney (instagram.com/yemagz)

Di tahun 2021, Sally menambah koleksi bukunya dengan menerbitkan Beautiful World, Where Are You. Sejak terbit bulan September lalu, media sosial dipenuhi gambar dan ulasan buku tersebut.

Sama dengan novel-novel sebelumnya, Sally meramu plot dengan mengadopsi cara manusia menjalin hubungan asmara di era modern ini. Kemudian, ia elaborasi lewat pengalaman dan penjabaran perasaan tiap karakternya yang detail dan mendalam. 

Baca Juga: 8 Fakta Stephen King, Novelis Legendaris Si Raja Kisah Misteri 

4. Karya-karyanya sangat khas, berkutat pada kisah cinta modern, tetapi cerdas dan dalam 

7 Fakta Sally Rooney, Penulis Laris yang Boikot Israel potret Sally Rooney (nytimes.com)

Tak heran karyanya dijuluki sebagai suatu terobosan baru. Tak banyak novel romansa modern yang bisa serinci dan sepeka karya Sally Rooney. Vox lewat liputannya bahkan menemukan bahwa karya Sally Rooney menciptakan persepsi tersendiri bagi pembacanya.

Orang yang membaca novelnya akan dapat cap cerdas, tetapi tetap bisa bersenang-senang. Semua berkat kepiawaian Rooney memadukan kisah cinta yang biasanya dikemas ringan dengan elemen-elemen psikologi, filosofi, hingga latar sosial politik dan ekonomi. 

5. Sally Rooney cukup vokal dalam urusan politik, ia mengaku sebagai pendukung paham Marxisme

7 Fakta Sally Rooney, Penulis Laris yang Boikot Israel novel Conversations with Friends oleh Sally Rooney (instagram.com/lonestarlauren)

Sebenarnya tanpa dinyatakan secara verbal, aliran politik Sally Rooney bisa terbaca dari karyanya. Latar sosial politik dalam buku Sally Rooney identik dengan nilai-nilai Marxisme atau sosialisme.

Sebut saja Normal People yang menyinggung isu strata sosial dan old money. Bahkan turut memasukkan beberapa kritik pada kondisi ekonomi yang memaksa anak muda Irlandia eksodus ke negara lain untuk mendapatkan pekerjaan. Begitu pula dengan Beautiful World, Where Are You yang mengkritisi kapitalisme dan materialisme lewat karakter Alice yang mulai muak dengan konsekuensi menjadi kaya dan terkenal. 

6. Alumni Trinity College Dublin, sebuah perguruan tinggi bergengsi di Irlandia

7 Fakta Sally Rooney, Penulis Laris yang Boikot Israel potret Sally Rooney (nytimes.com)

Selain ide-ide politik kiri, Sally Rooney juga sering mencatut Trinity College Dublin sebagai kampus atau almamater karakternya. Ia sendiri merupakan alumnus kampus bergengsi tersebut. Ia mengambil jurusan Sastra Inggris untuk studi sarjananya. 

Rooney bukan penulis sukses pertama yang mentas dari Trinity College. Penulis sekaliber Oscar Wilde dan Bram Stroker juga pernah mengenyam pendidikan di kampus tua tersebut. 

7. Keputusannya menolak menjual hak translasi pada sebuah penerbit asal Israel menuai pro dan kontra

7 Fakta Sally Rooney, Penulis Laris yang Boikot Israel novel-novel karangan Sally Rooney (instagram.com/turnthesepages)

Sally Rooney dikabarkan menolak kerjasama dengan sebuah penerbit asal Israel, Modan untuk menerbitkan novel terbarunya dalam bahasa Ibrani. Keputusan tersebut dikonfirmasinya sebagai bentuk kritiknya pada kebijakan apartheid Israel pada penduduk Palestina. Gerakan akar rumput ini dikenal dengan istilah Boycott, Divestment, and Sanction (BDS). 

Dilansir dari Independent, Rooney menambahkan bahwa ia masih terbuka menjual hak translasi bahasa Ibrani untuk novelnya selama ia bisa menemukan penerbit yang bersedia menyetujui dan mengaplikasikan nilai-nilai yang diusung BDS. 

Sontak, Rooney dihujam banyak kritik yang melabelinya anti-Semit atau bahkan bermuka dua mengingat gerakan semacam ini hanya menyasar Israel tanpa memandang negara lain yang punya kasus serupa seperti Tiongkok misalnya. Dengan keputusan ini, Rooney menjadi segelintir public figure Barat yang berani bersuara atas Palestina. Tak sedikit yang memuji dan berterima kasih pada Rooney atas keberaniannya. 

Muda, berbakat, sukses dan berani menyuarakan apa yang ia percayai lewat platform yang dipunya. Bagaimana menurutmu?

Baca Juga: 6 Novel Terbaik yang Diterjemahkan dari Bahasa Arab, Insightful Banget

Dwi Ayu Silawati Photo Verified Writer Dwi Ayu Silawati

Pembaca, netizen, penulis

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Tania Stephanie

Berita Terkini Lainnya