Comscore Tracker

Benar atau Tidak, 7 Tempat Legendaris Ini Diyakini Keberadaannya

Dari kota emas sampai taman gantung yang terkenal

Saat membaca buku atau menonton film, kita berharap tempat-tempat yang ada di dalamnya benar-benar nyata. Namun sayang beberapa tempat di dalamnya hanyalah fiksi belaka. 

Sepanjang sejarah, banyak orang percaya pada tempat imajiner seperti ini, walau beberapa memang terinspirasi dari tempat nyata yang benar-benar ada. Berikut 7 tempat legendaris yang diyakini keberadaanya.

1. Kerajaan Prester John

Benar atau Tidak, 7 Tempat Legendaris Ini Diyakini Keberadaannyanicholaskotar.com

Selama lebih dari 500 tahun, masyarakat Eropa percaya bahwa ada seorang raja Kristen yang memerintah suatu kerajaan besar di suatu tempat di belantara Afrika, India atau Timur Jauh. Mitos ini pertama kali populer pada tahun 1165, setelah kaisar Bizantium dan Romawi Suci menerima surat dari seorang raja yang menyebut dirinya “Prester John.”

Raja misterius itu mengklaim sebagai "penguasa tertinggi ketiga Hindia". Dia menggambarkan wilayahnya sebagai sebuah utopia yang kaya akan emas, dipenuhi dengan susu dan madu, dan dihuni oleh ras raksasa dan pria bertanduk.

Dan yang terpenting adalah bahwa Prester John dan rakyatnya adalah orang Kristen (Prester sendiri berarti Imam). Sebuah misi Kepausan untuk menemukan istana Prester John menghilang tanpa jejak, tetapi mitos kerajaannya tetap berlaku di kalangan masyarakat Eropa.

Bahkan orang-orang Kristen yang ikut Perang Salib bersukacita dan percaya bahwa seorang penguasa yang saleh akan datang membantu mereka untuk berjuang melawan pasukan Islam.

Ketika gerombolan Jenghis Khan menaklukkan wilayah Persia di awal tahun 1200-an, banyak yang keliru dan malah memuji pasukan Prester John. Kerajaan yang fantastik itu kemudian menjadi daya tarik bagi para pelancong dan penjelajah.

Marco Polo membuat sebuah kisah yang meragukan, dimana ia telah menemukan sisa-sisa kerajaan tersebut di Cina Utara. Sedangkan Vasco da Gama dan pelaut Portugis lainnya mencari di Afrika dan India.

Para penjelajah akhirnya menemukan peradaban Kristen jauh di dalam wilayah Ethiopia, namun sayang tidak ada kemegahan dan emas di dalamnya.

2. Hy-Brasil

Benar atau Tidak, 7 Tempat Legendaris Ini Diyakini Keberadaannyaancient-origins.net

Jauh sebelum orang Eropa berhasil menginjakkan kaki di Dunia Baru, para penjelajah sudah mencari pulau Hy-Brasil, sebuah atol spektral di lepas pantai barat Irlandia. Kisah pulau ini kemungkinan besar berasal dari legenda Celtic (namanya berarti “Isle of the Blest” dalam bahasa Gaelik), tetapi asal usul pastinya tidak jelas.

Hy-Brasil pertama kali muncul di peta pada abad ke-14, biasanya dalam bentuk pulau kecil melingkar yang terbelah dua. Banyak pelaut menganggapnya sebagai tempat yang nyata sampai tahun 1800-an, dan menjadi bahan populer untuk mitos dan cerita rakyat.

Beberapa legenda menggambarkan pulau itu sebagai surga atau utopia yang hilang. Lainnya mencatat bahwa pulau itu selalu dikaburkan oleh kabut yang tebal, dan hanya terlihat oleh mata telanjang setiap tujuh tahun sekali.

Terlepas dari reputasinya yang fantastis, Hy-Brasil banyak dicari oleh para penjelajah yang berbasis di Inggris pada abad ke-15. Navigator John Cabot meluncurkan beberapa ekspedisi, dan diduga berharap untuk menemukannya selama perjalanannya yang terkenal ke pantai Newfoundland pada tahun 1497.

Dokumen dari Cabot mengklaim bahwa penjelajah sebelumnya telah mencapai Hy-Brasil.  Klaim ini membuat beberapa peneliti berdebat bahwa Cabot mungkin tidak sengaja sampai ke Amerika terlebih dulu sebelum Christopher Columbus.

3. Thule

Benar atau Tidak, 7 Tempat Legendaris Ini Diyakini Keberadaannyaslideserve.com

Thule adalah wilayah yang, seharusnya, terletak di Atlantik utara dekat Skandinavia. Tempat ini menjadi subjek daya tarik bagi penjelajah kuno, penyair romantis dan okultis Nazi.

Legenda tempat ini berasal dari abad ke-4 SM, ketika pekerja harian Yunani, Pytheas, mengklaim telah melakukan perjalanan ke pulau es di luar Skotlandia di mana matahari jarang terbenam. Di saat mendarat, ia melihat laut dan udara bercampur menjadi satu.

Banyak orang sezaman Pytheas yang meragukan klaimnya, tetapi Thule masih ada dalam imajinasi masyarakat Eropa, dan akhirnya menjadi tempat terkenal yang terletak di ujung utara dunia.

Penjelajah dan peneliti mengidentifikasikannya sebagai Norwegia, Islandia, dan Kepulauan Shetland lewat motif yang berulang dalam puisi dan mitos. 

Pulau ini mungkin menjadi terkenal karena hubungannya dengan Thule Society, organisasi esoteris pasca-Perang Dunia I di Jerman, yang menganggap Thule sebagai rumah leluhur ras Arya. 

Kelompok yang berbasis di Munich ini menghitung banyak calon Nazi di antara para tamu, termasuk Rudolf Hess, yang kemudian menjabat sebagai Deputi Führer Jerman di bawah Adolf Hitler.

Baca Juga: Gak Melulu Romantis, Ternyata Ada 6 Tempat Mistis di Venesia Lho!

4. El Dorado

Benar atau Tidak, 7 Tempat Legendaris Ini Diyakini Keberadaannyayoutube.com

Dimulai pada abad ke-16, penjelajah dan penakluk Eropa disihir oleh kisah-kisah tentang kota emas legendaris yang terletak di wilayah Amerika Selatan yang belum dijelajahi. 

Kota ini berasal dari kisah "El Dorado" ("The Gilded One"), seorang raja pribumi yang membedaki tubuhnya dengan debu emas dan melemparkan perhiasan emas ke danau suci sebagai bagian dari upacara penobatan. 

Kisah-kisah raja yang disepuh oleh emas akhirnya menimbulkan desas-desus tentang sebuah kota emas dengan kekayaan dan kemegahan yang tak terhitung, dan para petualang menghabiskan bertahun-tahun pencarian tanpa hasil untuk menemukannya.

Salah satu ekspedisi El Dorado yang paling terkenal terjadi pada tahun 1617, ketika penjelajah Inggris, Sir Walter Raleigh, melakukan perjalanan ke Sungai Orinoco dalam sebuah pencarian di tempat yang sekarang disebut Venezuela. 

Ekspedisi ini tidak menghasilkan petunjuk tentang kota emas, dan Raja James I kemudian mengeksekusi Raleigh setelah ia melanggar perintah untuk menghindari pertempuran dengan Spanyol. 

El Dorado terus mendorong eksplorasi dan kekerasan kolonial dalam proses pencariannya. Pada awal 1800-an, dua ilmuwan, Alexander von Humboldt dan Aimé Bonpland, mencap kota ini sebagai mitos setelah melakukan ekspedisi penelitian ke Amerika Latin.

5. Kerajaan Saguenay

Benar atau Tidak, 7 Tempat Legendaris Ini Diyakini Keberadaannyaowlcation.com

Kisah Kerajaan Saguenay berasal dari tahun 1530-an, ketika penjelajah Prancis, Jacques Cartier, melakukan perjalanan keduanya ke Kanada untuk mencari emas dan jalur barat laut ke Asia. 

Ketika sedang berjalan di sepanjang Sungai St. Lawrence, pemandu Iroquois Cartier mulai membisikkan kisah tentang "Saguenay," sebuah kerajaan luas yang terbentang di utara. 

Menurut seorang kepala suku bernama Donnacona, kerajaan misterius itu kaya akan rempah-rempah, bulu, logam mulia, dan dihuni oleh pria berambut pirang, berjanggut, dengan kulit pucat. 

Kisah-kisah itu akhirnya melayang ke ranah absurd, karena penduduk asli mengklaim bahwa wilayah itu juga merupakan rumah bagi ras orang berkaki satu dan suku yang "tidak memiliki anus."

Namun Cartier menjadi tertarik dengan prospek untuk menemukan Saguenay, karena ingin menjarah kekayaannya. Dia pun membawa Donnacona kembali ke Prancis.

Legenda tentang Saguenay menghantui penjelajah Prancis di Amerika Utara selama beberapa tahun, tetapi pemburu harta karun tidak pernah menemukan jejak tanah mitos tersebut atau penduduk kulit putihnya. 

Sebagian besar sejarawan masa kini menolaknya sebagai mitos atau dongeng, tetapi beberapa berpendapat bahwa penduduk asli sebenarnya merujuk pada deposit tembaga di barat laut. 

Sejarawan lain menyatakan bahwa Kerajaan Saguenay bisa saja diilhami oleh pos Norse yang sudah berusia berabad-abad, yang tersisa dari pelayaran Viking ke Amerika Utara pada masa lampau.

6. Taman Gantung Babilonia

Benar atau Tidak, 7 Tempat Legendaris Ini Diyakini Keberadaannyalearning-history.com

Ketika kamu menjadi raja, kamu bisa membuatkan hadiah pernikahan yang tidak biasa untuk istrimu. Dikisahkan Nebukadnezar II membangun Taman Gantung Babilonia untuk istrinya, Amitis, yang sedang rindu dengan kampung halamannya.

Amitis berasal dari suatu tempat bernama Media yang sekarang menjadi wilayah Iran, dan merindukan hutan belantara di sana, karena wilayah Babilon hanya dikelilingi oleh pasir. Oleh karena itu, raja membangun taman besar berlapis-lapis yang dilengkapi dengan air terjun raksasa.

Untuk menumbuhkan semua tanaman dan mempertahankannya tetap hidup, para ilmuwan percaya bahwa mereka sudah memakai sebuah proses rekayasa pada saat itu, dan banyak cerita yang berbeda tentang bagaimana proses tersebut dilakukan.

Hasil akhirnya sangat luar biasa, sehingga membuat taman gantung ini sebagai salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno. Masalahnya, taman gantung ini mungkin tidak pernah ada.

Bukti arkeologis mengatakan bahwa taman gantung itu tidak pernah ada di Babilon. Mereka bahkan tidak memiliki petunjuk yang jelas akan bentuknya, hanya arsip yang ditulis ratusan tahun setelah taman tersebut dihancurkan.

Namun hal itu tidak menghentikan para peneliti untuk mencari taman gantung ini. Satu kelompok arkeolog Jerman mencoba mencarinya selama 20 tahun, walau tidak berhasil menemukan satu pun petunjuk tentangnya.

7. Atlantis

Benar atau Tidak, 7 Tempat Legendaris Ini Diyakini Keberadaannyagrunge.com

Atlantis adalah "raja" dari tempat yang hilang, dan legenda tentangnya sudah muncul sejak ribuan tahun yang lalu. Plato adalah orang pertama yang menyebutkan pulau yang hilang pada 330 SM, tetapi deskripsinya mungkin terdengar sedikit berbeda dari mitos yang pernah kita dengar.

Menurut profesor arkeologi, Ken Feder, Plato mengatakan Atlantis lebih unggul dalam hal teknologi, tetapi mereka secara moral "bangkrut" dan menggunakan kekuatan mereka untuk kejahatan dengan mencoba mengambil alih dunia.

Untungnya, sekelompok pasukan Athena kuno mampu mengalahkan Atlantis, meskipun mereka kalah jumlah. Inti dari cerita ini adalah untuk membicarakan betapa hebatnya Athena, bukan untuk membuat orang terpaku pada pulau misterius ini.

Cerita itu bertahan selama ribuan tahun, hingga pada tahun 1881, Ignatius Donnelly berkata, "Tunggu sebentar, negara yang secara teknologi maju itu terdengar sangat keren." Dia pun membuat sebuah teori konspirasi, mengatakan bahwa ide-ide seperti metalurgi, pertanian, agama, dan bahkan bahasa berasal dari Atlantis.

Orang lain mengambil teori itu, dan gagasan Atlantis sebagai utopia mistis mulai muncul. Banyak yang telah mencari Atlantis selama beberapa dekade, dengan puluhan situs yang ditemukan, meskipun Plato sangat jelas bahwa Atlantis berada di Samudra Atlantik.

Tetapi tidak masalah di mana dia mengatakannya, karena Plato benar-benar membuat Atlantis sebagai cerita palsu belaka.

Nah itu tadi 7 tempat legendaris yang diyakini keberadaanya sejak ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu. Percaya atau tidak, semua dikembalikan kepada diri kalian sendiri.

Baca Juga: 10 Kastil Terbaik di Inggris, Megah dengan Aura Mistis yang Kental!

Shandy Pradana Photo Community Writer Shandy Pradana

"Verba volant, scripta manent." Rock n' Roll enthusiast. Cinephile.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Agustin Fatimah

Just For You