7 Alasan Harus Nonton Drama Korea Bloody Flower, Genre Medical-Crime!

Glance
Bloody Flower jadi drama Korea dengan premis yang langsung mengusik moral, bagaimana jika seorang serial killer justru memiliki kemampuan menyembuhkan penyakit yang tak bisa disembuhkan siapa pun?
Drama Disney+ ini tidak sekadar menawarkan ketegangan, tapi juga pertarungan ide tentang etika medis dan kriminalitas. Dibintangi Ryeoun sebagai Lee Woo Gyeom, Cha Han Jun (Sung Dong Il, dan Cha Yi Yeon (Geum Sae Rok), inilah tujuh alasan harus nonton drama Korea Bloody Flower. Yuk, simak.
1. Bloody Flower menempatkan pengobatan sebagai arena pertanyaan etis, apakah hasil menyembuhkan bisa membenarkan metode yang ilegal?

2. Berbeda dari serial killer yang "sulit" diidentifikasi, Lee Woo Gyeom adalah serial killer yang tenang. Ia mengakui kejahatannya tanpa perlawanan

3. Park Han Jun di sini sebagai seorang ayah dengan anak yang sakit. Perannya jadi terbagi dua, yakni ayah vs pengacara

4. Cha Yi Yeon mungkin tampak seperti tipikal jaksa elit pencari reputasi, namun ambisinya bukan sekadar haus kuasa, tapi juga bentuk pembuktian diri

5. Saat keyakinannya mulai runtuh oleh fakta medis yang tak bisa ia sangkal, kita melihat bagaimana otoritas hukum pun bisa goyah

6. Struktur konfliknya menarik, setiap pertemuan tiga karakter ini bukan soal kepentingan sendiri, tapi benturan nilai hidup mereka masing-masing

7. Bloody Flower tidak berusaha menyenangkan penonton dengan jawaban aman. Justru sebaliknya, drama ini meninggalkan kegelisahan yang membuat tak nyaman

Jika kamu mencari drama kriminal yang lebih dari sekadar kejar-kejaran dan plot twist, Bloody Flower adalah pilihan yang tepat. Drama ini mengangkat tentang manusia yang dipaksa memilih di situasi mustahil, dan nilai hidup yang penuh paradoks.