Comscore Tracker

6 Alasan Pangeran Uiseong Tidak Layak Menjadi Putra Mahkota

Sosok yang pintar tetapi punya kepribadian yang buruk

Drama Under the Queen's Umbrella hingga saat ini sudah menayangkan 14 episode yang artinya tersisa dua episode lagi menuju tamat. Drama ber-genre sageuk ini dibintangi oleh Kim Hye Soo, Kim Hae Sook, Cha Won Young, Moon Sang Min, dan Ok Ja Yeon. Tentunya di setiap drama ada saja karakter antagonis yang membuat para penonton kesal. Salah satu karakter drama yang kehadirannya selalu membuat penonton darah tinggi adalah Pangeran Uiseong yang diperankan oleh Kang Chan Hee.

Pangeran Uiseong merupakan anak laki-laki dari Selir Hwang, sekaligus anak pertama raja. Hal inilah yang membuat Pangeran Uiseong berpikir bahwa takhta Putra Mahkota seharusnya menjadi miliknya. Walaupun menjadi salah satu pangeran yang unggul, tetapi Pangeran Uiseong ini dikenal sombong, kejam, dan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Berikut beberapa alasan Pangeran Uiseong tidak layak menjadi Putra Mahkota.

1. Suka merendahkan orang lain

6 Alasan Pangeran Uiseong Tidak Layak Menjadi Putra MahkotaPangeran Uiseong yang diperankan oleh Kang Chan Hee (instagram.com/tvn_drama)

Pangeran Uiseong tidak segan untuk memukul kasim yang melayaninya ketika kasimnya tersebut tidak berhasil mendapatkan tempat duduk yang diinginkannya di Jonghak, tempat belajar para pangeran. Ia juga menyebut dayang-dayang di istana dengan sebutan hamba dan berkata bahwa mereka hanya bawahan tidak penting yang bisa dipanggil dengan sebutan apapun.

Tidak hanya itu, Pangeran Uiseong juga mengatakan bahwa Pangeran Bogeom hanyalah anak rendahan dari selir mantan dayang Istana Ratu. Perkataannya yang tidak bisa dimaafkan lagi adalah ketika ia mengatakan bahwa Ratu Hwa Ryeong sangat tidak anggun dan berkelas karena jalannya yang cepat dan terburu-buru. Secara tidak langsung, Pangeran Uiseong juga telah menghina Ratu Hwa Ryeong.

2. Menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan yang ia mau

6 Alasan Pangeran Uiseong Tidak Layak Menjadi Putra MahkotaPangeran Uiseong yang diperankan oleh Kang Chan Hee (instagram.com/tvn_drama)

Saat mengikuti taekhyeon untuk menentukan Putra Mahkota yang baru, Pangeran Uiseong diberikan misi yaitu membawa Seo Ham Deok ke kerajaan dengan menyamar sebagai inspektur kerajaan. Supaya berhasil membawa Seo Ham Deok ke hadapan Raja, Pangeran Uiseong tega membunuh seorang warga tidak bersalah yang sebelumnya sempat bertengkar dengan Seo Ham Deok. Pangeran Uiseong membuatnya seolah-olah Seo Ham Deok yang membunuh warga tersebut. Setelah Seo Ham Deok masuk ke dalam perangkapnya, Pangeran Uiseong menyuruhnya untuk menerima titah kerajaan dan ikut dengannya ke istana jika ingin bebas dari tuduhan.

Di sisi lain, Pangeran Gyesong yang misinya sama dengan Pangeran Uiseong mengetahui bahwa Seo Ham Deok akan melakukan aksi pengkhianatan. Ia berusaha menghalangi Pangeran Uiseong membawa Seo Ham Deok ke istana tetapi gagal karena perkataannya tidak digubris oleh Pangeran Uiseong. Hal yang paling penting bagi Pangeran Uiseong adalah membawa Seo Ham Deok ke hadapan Raja dan memenangkan taekhyeon. Diepisode selanjutnya juga Pangeran Uiseong berencana untuk mengkhianati ayahnya sendiri yang juga seorang Raja demi mendapatkan takhta yang diinginkannya.

3. Tidak akur dengan saudara-saudaranya

6 Alasan Pangeran Uiseong Tidak Layak Menjadi Putra MahkotaPangeran Uiseong yang diperankan oleh Kang Chan Hee (instagram.com/hs_kim_95)

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Pangeran Uiseong tidak memiliki hubungan yang harmonis dengan anak-anak Ratu dan selir yang lainnya. Beberapa kali Pangeran Uiseong bertengkar dengan Pangeran Agung Seongnam karena ia mengatakan hal buruk tentang Ratu Hwa Ryeong. Tidak hanya itu, Pangeran Uiseong juga hampir membunuh Pangeran Bogeom setelah mereka selesai belajar di Jonghak.

Alasannya karena Pangeran Bogeom mengatakan orangtua akan cemas jika anaknya naik ke pohon yang terlalu tinggi saat Pangeran Uiseong membahas tentang ia yang bisa saja menjadi Putra Mahkota. Mereka diibaratkan sebagai ranting di pohon dengan akar yang sama, dan cabang yang tumbuh lebih dahulu seharusnya yang paling tinggi. Pangeran Uiseong merasa diremehkan oleh perkataan Pangeran Bogeom tersebut. Bahkan, ia menyuruh Pangeran Bogeom untuk berlutut dan meminta maaf padanya.

Baca Juga: 5 Alasan Pangeran Agung Seongnam Layak Naik Takhta Jadi Putra Mahkota

4. Terlalu angkuh dan sombong

6 Alasan Pangeran Uiseong Tidak Layak Menjadi Putra MahkotaPangeran Uiseong yang diperankan oleh Kang Chan Hee (instagram.com/hs_kim_95)

Diepisode awal, terdapat adegan di mana Pangeran Agung Seongnam hampir memukul Pangeran Uiseong karena menjelekkan ibunya yang sekaligus seorang Ratu di kerajaan. Dengan sombongnya Pangeran Uiseong mengatakan bahwa takhta Putra Mahkota awalnya bukan milik kakak pertama Pangeran Agung Seongnam tetapi miliknya. Lalu ia berkata jika suatu saat dirinya yang menjadi Raja, ia tidak akan membiarkan Pangeran Agung Seongnam dan saudara-saudaranya hidup menjadi rakyat biasa tetapi akan dibunuhnya.

Jika ia diberi takhta yang tinggi, maka akan terjadi pertumpahan darah antara dirinya dengan saudara-saudaranya. Hidup rakyat juga pasti akan menderita. Sosok Pangeran Uiseong akan menjadi seorang raja tirani jika menjadi pengganti Putra Mahkota yang telah meninggal.

5. Tidak memiliki sikap yang bijaksana

6 Alasan Pangeran Uiseong Tidak Layak Menjadi Putra MahkotaPangeran Uiseong yang diperankan oleh Kang Chan Hee (instagram.com/tvn_drama)

Setelah lolos diujian pertama untuk mencari teman belajar Putra Mahkota, Pangeran Uiseong bersama Pangeran Agung Seongnam dan Pangeran Bogeom melanjutkan ujian yang kedua. Ujian ini menentukan siapa yang berhak menjadi teman belajar Putra Mahkota di Sigangwon. Pada ujian kedua ini mereka berdiskusi mengenai topik yang sudah ditentukan oleh Raja yaitu membahas masalah desa gubuk di Seochon yang terkena wabah menular.

Pangeran Uiseong berpendapat bahwa kerajaan harus berhenti memberikan bantuan untuk menghindari kontak langsung dengan pasien karena menurutnya penyakit ini terkadang tidak memiliki gejala jelas di awal. Ada pasien yang dianggap sudah sembuh tetapi nyatanya pasien itu belum sembuh sepenuhnya. Solusi yang diberikan Pangeran Uiseong mengenai desa gubuk yang terkena wabah menular ini adalah membakar desa gubuk tersebut. Ia menganggap wabah ini seperti pohon yang terkena hama yang harus dipotong dan dibakar agar tidak menyebar ke bagian lainnya alih-alih mengendalikan atau mencegah hama tersebut menyerang pohon itu.

Dari pendapatnya saja sudah terlihat bahwa Pangeran Uiseong tidak memikirkan rakyat yang terkena wabah di desa gubuk tersebut. Dengan mudahnya ia mengatakan untuk membakar desa gubuk itu. Sikapnya dalam mengambil keputusan tidak menunjukkan sikap seorang pemimpin yang seharusnya.

6. Pangeran Uiseong bukan anak kandung Raja

6 Alasan Pangeran Uiseong Tidak Layak Menjadi Putra MahkotaPangeran Uiseong yang diperankan oleh Kang Chan Hee (instagram.com/tvn_drama)

Saat Pangeran Seongnam dituduh bukan anak kandung raja karena ia dibesarkan di luar istana sampai usianya 10 tahun, Raja memutuskan untuk setuju melakukan haphyeolbop yaitu salah satu cara untuk membuktikan status anak dengan menggunakan darah. Jika darah milik ayah dan anak tidak tercampur saat dimasukkan ke dalam air maka anak tersebut merupakan anak kandung orangtuanya. Namun, pada saat itu air yang digunakan sudah dicampur racun ular berbisa milik Selir Hwang sehingga hasilnya seolah-olah Raja bukan ayah biologis dari Pangeran Seongnam.

Ratu Hwa Ryeong tentunya tidak menerima hasil itu dan meminta tes ulang dengan menggunakan darah milik Kepala Dewan Kerajaan dan Selir Hwang di air yang sama dan hasilnya persis seperti milik Raja dan Pangeran Seongnam. Maka dari itu, Ratu Hwa Ryeong meminta Ibu Suri dan beberapa pangeran datang ke Pusat Kesehatan Kerajaan untuk membuktikannya dengan cara lain. Ratu meminta ibu suri untuk memeriksa tulang yang menonjol di telinga belakang para Pangeran yang juga dimiliki oleh Raja karena dianggap sebagai sifat turunan yang unik dan bisa digunakan untuk menentukan apakah para Pangeran ini merupakan anak kandung dari Raja atau bukan.

Ratu Hwa Ryeong meminta kepada Ibu Suri untuk memeriksanya langsung. Saat giliran Pangeran Uiseong, Selir Hwang sudah sangat gugup di tempatnya. Ibu Suri juga terlihat sedikit terkejut tetapi ia berbohong dan mengatakan bahwa semua Pangeran memiliki tulang yang menonjol di telinga belakang. Lalu menuju akhir episode 13 saat Selir Hwang mengunjungi Ibu Suri untuk minum teh bersama, Ibu Suri bertanya kepada Selir Hwang siapa sebenarnya ayah dari Pangeran Uiseong. Dari sini sudah terbukti bahwa Pangeran Uiseong bukan anak kandung Raja.

Selanjutnya di episode 14 saat Kepala Dewan Kerajaan selaku ayah dari Selir Hwang berkunjung ke istana anaknya, Selir Hwang mengatakan kepada ayahnya bahwa Pangeran Uiseong bukan anak kandung Raja. Banyak penonton yang mengatakan bahwa ayah kandung Pangeran Uiseong adalah Tabib Kwon. Hal ini didukung dengan beberapa adegan di mana Selir Hwang bertemu dengan Tabib Kwon. Ada juga satu adegan di mana Tabib Kwon mengobati penyakit saluran pencernaan yang diderita oleh Selir Hwang. Diduga pada saat itulah hubungan gelap antara Tabib Kwon dan Selir Hwang terjadi.

Itulah beberapa alasan mengapa Pangeran Uiseong tidak layak untuk menjadi Putra Mahkota. Di samping ia sebenarnya bukan keturunan Raja, sikapnya yang buruk sangat tidak cocok dengan sosok Raja yang harus bijaksana dan menjadi panutan bagi rakyatnya. Pangeran Uiseong hanya terobsesi dengan takhta yang menurutnya seharusnya menjadi miliknya dan ibunya.

Baca Juga: Profil Ok Ja Yeon, Jadi Selir Hwang di Under The Queen's Umbrella

Eka Putri Photo Verified Writer Eka Putri

college student

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Hella Pristiwa

Berita Terkini Lainnya