Comscore Tracker

5 Alasan untuk Nonton Drama Through the Darkness, Penuh Teka-Teki!

Drama crime-thriller terbaru yang menegangkan dan seru

Memasuki awal tahun 2022, deretan drama Korea baru telah tayang di berbagai saluran TV. Satu di antaranya adalah Trough the Darkness yang mengusung genre crime-thriller.

Membahas criminal profiler, drama yang telah tayang mulai 14 Januari lalu ini menyuguhkan cerita apik sejak episode awal.

Seru dan penuh teka-teki, berikut lima alasan utama kenapa harus nonton drama Through the Darkness.

1. Cerita menarik, seru, dan penuh teka-teki

5 Alasan untuk Nonton Drama Through the Darkness, Penuh Teka-Teki!cuplikan Through the Darkness (instagram.com/sbsdrama.official)

Cerita Through the Darkness terpusat pada pemecahan kasus-kasus kejahatan yang dihadapi oleh criminal profiler pertama di Korea Selatan. Karena itu, drama ini berlatar akhir tahun 1990an hingga awal 2000an.

Perlu diketahui, drama ini diadaptasi dari novel karya Kwon Il Yong dan Go Na Moo. Kwon Il Yong adalah seorang mantan criminal profiler. Latar belakang ini membuat cerita dalam versi dramanya begitu menarik, seru, dan bikin penasaran di tiap episodenya.

2. Alur yang cepat dan gak bertele-tele

5 Alasan untuk Nonton Drama Through the Darkness, Penuh Teka-Teki!cuplikan Through the Darkness (instagram.com/sbsdrama.official)

Seperti kebanyakan drama dengan genre serupa, Through the Darkness juga memiliki alur cerita yang cepat. Penyampaian kasus-kasus dalam drama ini juga tak bertele-tele sehingga tidak akan membuat bosan.

Sebaliknya, perpindahan antar adegan dalam drama ini juga cukup rapi. Hal ini membuat penonton gak akan merasa bingung dengan pengungkapan plot twist terkait metode dan identitas para pelaku kejahatan di drama ini.

Baca Juga: 5 Drama Thriller-Crime Tayang Tahun 2022, Dominan Adaptasi Buku Novel

3. Sinematografi yang cukup mendetail

5 Alasan untuk Nonton Drama Through the Darkness, Penuh Teka-Teki!cuplikan Through the Darkness (instagram.com/sbsdrama.official)

Pemilihan properti hingga detail-detail sinematografi dalam Through the Darkness cukup mendukung latar waktu jadul yang dipilih. Detail ini terutama ditunjukkan melalui cuplikan siaran berita yang disiarkan pada akhir 1990an hingga awal 2000an.

Selain konsep retro, detail sinematografi drama ini juga mencakup pemilihan warna.

Sejak episode pertama, kuning menjadi warna penting dalam drama ini. Warna ini dipakai untuk melambangkan duka yang dirasakan oleh korban dan keluarganya dalam drama ini.

4. Adegan-adegan khas drama crime thriller yang menegangkan

5 Alasan untuk Nonton Drama Through the Darkness, Penuh Teka-Teki!poster Through the Darkness (instagram.com/sbsdrama.official)

Penggemar cerita crime-thriller pasti mengenal adegan-adegan yang menegangkan dan punya plot twist yang menjadi ciri khas dari genre ini. Karena itu tak heran adegan-adegan seperti itu juga ada dalam Through the Darkness.

Ada banyak adegan drama ini yang terkait proses penyelidikan dan pengungkapan kasus pembunuhan berantai melalui metode profiling. Salah satu yang menarik adalah adegan di ruang interogasi yang dilakukan dengan cerdas dan tenang oleh Song Ha Young (Kim Nam Gil).

5. Totalitas akting dari para pemerannya

https://www.youtube.com/embed/zxGKTC0xjfE

Bukan hanya cerita apik, totalitas akting dari para pemain Through the Darkness juga perlu mendapat apresiasi dan pujian. Baik yang berperan jadi tokoh polisi berdedikasi hingga para pemeran pelaku kejahatan dalam drama ini, semuanya sukses tampil totalitas.

Sebagian pemain drama ini adalah artis papan atas, seperti Kim Nam Gil, Jin Seon Kyu, Kim So Jin, Ryeoun, Kim Won Hae, dan Kim Hae Ok. Selain artis-artis senior, aktor dan aktris cilik drama ini juga mencuri perhatian. Misalnya saja, Lee Chun Moo dan Noh Ha Yeon.

Drama yang juga dikenal dengan judul Those Who Read Hearts of Evil ini tayang setiap hari Jumat dan Sabtu jam 22.00 KST. Selain SBS TV, drama ini juga bisa disaksikan di VIU.

Baca Juga: 10 Drama Korea Ini Angkat Hubungan Pelik Korea Selatan dan Korea Utara

S. M. Fatimah Photo Verified Writer S. M. Fatimah

Menulis adalah bekerja untuk keabadian. (Pramoedya Ananta Toer)

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Dwi Rohmatusyarifah

Berita Terkini Lainnya