Anak Muda Sulit Bekerja di Tengah Pandemik? Ini Kata Pakar!

Job hunter harus baca

Webinar Job Hunting Through Pandemic. 26 Juli 2020. IDN Times/Klara Livia

Pandemik COVID-19 tak hanya memberi dampak kesehatan pada masyarakat, namun juga ekonomi. Banyak orang kehilangan pekerjaannya di samping itu. Fresh graduate pun merasa semakin kesulitan mendapat pekerjaan.

Lewat webinar "No Sleep For the Weekend" Minggu (27/7/2020), tiga pakar dalam bidang rekrutmen membagikan pandangan dan tips bagi anak muda yang tengah berburu kerja selama pandemik. Berikut pemaparannya!

1. Pandemik mendesak berbagai industri untuk beradaptasi. Ternyata, anak muda bisa menjadi pionir dalam proses adaptasi ini

Pexels.com/Christina Morillo

Venny Asyta, Associate Director Co. Think Research menyebutkan bahwa anak muda zaman sekarang sesungguhnya adalah pionir dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja di tengah pandemik. Hal ini karena anak muda adalah generasi terakhir yang merasakan dunia sebelum dan setelah digitalisasi berkembang.

"Adaptasi dalam pandemik ini sangat dibutuhkan. Kalau menurut kita, anak muda itu pionir. Anak mudah zaman sekarang generasi yang paham internet dan tanpa internet," ucapnya.

2. Pentingnya eksplorasi diri untuk mengetahui kekuatan dan kapasitas masing-masing

Unsplash.com/jeshoots

Kesalahan umum anak muda yang berburu pekerjaan adalah tidak melakukan eksplorasi diri dahulu sebelum melamar pekerjaan. Mereka terlalu terdesak untuk mendapat kerja, sehingga sering asal tembak CV ke berbagai pekerjaan.

"Kamu harus memahami dirimu sendiri seperti analisis SWOT. Baru kamu bisa kejar tempatmu di mana. Jangan sampai dia kasih CV banyak, tapi gak sesuai," ungkap Tinton Adrian, COO Rumah Siap Kerja.

3. Anak muda juga harus punya daya juang dan mampu melihat situasi

Pixabay.com/StartupStockPhotos

Semua berita yang kamu suka #AdadiIDN

Baca berita sesuai topik yang kamu pilih dan
lebih nyaman di IDN app

Download Yuk!

Kendalanya, terkadang ternyata keterampilan yang kita miliki tidak relevan dengan situasi pandemik ini. Oleh karena itu, Tinton juga menambahkan bahwa anak muda juga harus mampu melihat situasi dan punya daya juang.

"Mungkin saja, skill mereka sekarang adalah skill yang sedang sulit di masa sekarang. Mereka harus bisa upgrade skill. Kalau tidak, mereka gak bisa relevan dengan situasi sekarang," tuturnya.

Tinton pun melihat saat ini banyak sekali akses untuk menambah keterampilan di internet. Anak muda dapat memanfaatkan akses tersebut untuk meningkatkan kualitas diri.

Baca Juga: Fresh Graduates, Ini 5 Alasan Sebaiknya Kamu Jangan asal Melamar Kerja

4. Cari peluang di tengah industri yang sedang berkembang pesat

Unsplash.com/Hello I'm Nik ?

Pandemik memang membuat banyak industri kesulitan. Namun ternyata, ada juga industri yang berkembang pesat. Anak muda pun dapat mencari peluang kerja dari industri yang tengah berkembang pesat ini.

Haryotomo Wiryasono dari Glints (platform pencarian kerja) menjelaskan bahwa farmasi dan digital e-commerce adalah dua industri yang mengalami pelonjakan kebutuhan tenaga kerja saat ini. Lalu, bidang kerja IT, operation, dan digital marketing juga sangat dibutuhkan di masa pandemik.

5. Stop berpikir dirimu adalah korban dari pandemik!

pexels.com/@olly

Pandemik ini memang penuh ketidakpastian dan menimbulkan berbagai dampak buruk. Meskipun begitu, bukan berarti kita hanya bisa mengeluh dan menyalahkan keadaan. Mereka yang cepat beradaptasi adalah yang bisa bertahan dalam ketidakpastian ini.

"Jangan punya mental sebagai korban dari pandemik, tapi kita harus cari tahu apa yang bisa kita lakukan di tengah pandemik ini," tutup Haryotomo.

Baca Juga: 6 Cara Bangkitkan Percaya Diri Setelah Hilang Pekerjaan akibat Pandemi

Berita Terkini Lainnya