7 Kesalahan pada Penulisan Cover Letter yang Harus Dihindari

Mencantumkan cover letter atau surat lamaran kerja menjadi salah satu keharusan ketika kamu sedang melamar sebuah pekerjaan. Cover letter ini akan berfungsi sebagai media pengantar kamu menuju perusahaan impian.
Selain itu, dengan cover letter yang baik, terkadang dapat menutupi beberapa kekuranganmu di bagian lain. Semisal resume yang kurang sempurna dan memperbesar kemungkinan kamu mendapat panggilan wawancara.
Menyadari pentingnya peran cover letter, hindari kesalahan menulis cover letter dari 7 hal ini, ya! Simak tipsnya berikut ini.
1. Tidak menuliskan detail orang yang dituju
Sering tidak diperhatikan tapi krusial, usahakan untuk melengkapi penulisan kepada siapa orang yang kamu tuju dalam cover letter. Sering kali ditemui kesalahan penulisan pada bagian ini seperti hanya menuliskan '"Dear Hiring Manager'" misalnya.
Tentu hal tersebut menjadi salah satu kesalahan karena terlalu bersifat umum. Coba tulis kembali dan sertakan nama perusahaan yang kamu tuju. Tersedianya platform seperti LinkedIn sebenarnya bisa memudahkan kamu untuk sekedar mencari profil rekruter di perusahaan yang kamu tuju. Dengan begitu, perusahaan akan menilai bahwa kamu memang berniat untuk bergabung di perusahaan tersebut.
2. Pemilihan style penulisan yang kurang sesuai
Pemilihan style penulisan dalam cover letter rupanya juga memengaruhi penilaian perusahaan terhadap diri kamu. Coba menuliskan cover letter menggunakan font yang formal dan mudah dibaca. Hindari pemilihan font yang berlebihan karena akan mengurangi nilai profesionalitasmu, kecuali perusahaan memang mensyaratkanmu untuk menunjukan kreativitas.
Idealnya, panjang cover letter adalah satu halaman atau kurang agar dapat efektif saat dibaca rekruter. Ingat, bahwa rekruter hanya menggunakan sekitar dua menit waktunya untuk memeriksa semua berkas lamaran.
3. Kesalahan pada penulisan ejaan
Tak dapat dipungkiri dalam dunia kerja memang menuntut ketelitian di semua bagian. Oleh karena itu, tonjolkan karakter tersebut melalui cover letter yang ditulis.
Periksa ejaan dan grammar yang kamu gunakan. Pastikan pula kalau cover letter yang kamu pakai memang benar buatanmu; bukan hasil jiplakan. Tentu akan menjadi masalah yang dampaknya bisa meluber jika rekruter mengetahui perkara orisinalitas lamaran kamu.
Baca Juga: 9 Kalimat Penutup Surat Lamaran Kerja yang Baik, Santun dan Mengena
Editor’s picks
4. Isi cover letter yang sama dengan resume
Hindari menuliskan ulang isi resume dalam cover letter. Usahakan untuk menuliskan apa yang tidak tersampaikan dalam resume. Seperti memperjelas bagaimana caramu bekerja di tempat sebelumnya atau pengalaman organisasi untuk fresh graduate dan alasan mengapa perusahaan harus memilihmu untuk posisi tersebut. Perkuat hal itu dengan bukti pencapaian atau prestasi kinerjamu di tempat sebelumnya.
5. Maksimalkan penggunaan keyword dalam cover letter
Berikutnya yang harus kamu tahu adalah di beberapa perusahaan mulai menggunakan tools untuk memeriksa berkas seperti resume dan cover letter. Ketika berkasmu dipindai otomatis, tools tersebut akan mendeteksi kesesuaian keywords yang kamu pakai dengan job descriptions yang dipersyaratkan. Tipsnya adalah dengan memaksimalkan keywords yang ditulis dan pilih keywords yang kiranya sesuai dengan posisi tersebut.
6. Tulis apa adanya dan jangan berlebihan
Dalam cover letter, pastikan bahwa apa yang kamu tulis memang benar tanpa melebih-lebihkan. Seperti bagaimana pengalaman kamu sebelumnya, hal ini bertujuan untuk menjaga reputasimu dalam jangka panjang.
Karena, bukan tidak mungkin rekruter akan memeriksa ke tempat kerja sebelumnya dan memastikan lewat atasanmu di tempat kerja yang lama.
7. Tulis cover letter dengan detail
Terakhir dan tak kalah penting, usahakan untuk menulis cover letter dengan detail. Isi apa motivasi kamu untuk bekerja, bagaimana kamu bisa menemukan informasi lowongan pekerjaan, hingga kontribusi apa yang bisa kamu berikan untuk perusahaan. Hindari menggunakan cover letter yang bentuknya general.
Dalam hal ini, maksudnya satu cover letter untuk melamar di beberapa perusahaan dengan posisi berbeda. Tujuannya memang untuk menunjukan bahwa kamu serius melamar pada posisi yang sedang dibuka di perusahaan tersebut.
Dengan memberikan perhatian lebih pada 7 poin tersebut, semoga semakin mendekatkan kamu dengan karier yang kamu impikan, ya. Segera periksa kembali cover letter yang telah kamu buat dan perbaiki yang sekiranya masih kurang. Semoga bermanfaat!
Baca Juga: 8 Tips untuk Fresh Graduate dalam Meraih Karier Impian
IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.