Comscore Tracker

Berawal dari Puisi, hingga Mahir di Artikel KDrama

Estika Kusumaningtyas, Millennial of The Month Januari 2021 

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyalurkan inspirasi dan ide, salah satunya dengan menulis. Kini wadah menulis itu pun kian beragam, seperti di IDN Times Community contohnya.

Berbagai jenis penulis hadir mengisi platform ini, mulai dari penulis fiksi, science, percintaan, traveling, hingga entertainment. Salah satu penulis aktif yang rutin menyalurkan karyanya ke IDN Times adalah Estika Kusumaningtyas.

Sosok yang akrab dengan nama pena T Y A S ini, patut diacungi jempol berkat kegigihan menulisnya, lho! Gak heran kalau penulis asal Ungaran, Jawa Tengah ini, terpilih menjadi Millenial of the Month IDN Times Januari 2021, lho! Yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis satu ini.

1. Menulis artikel = Me time 

Berawal dari Puisi, hingga Mahir di Artikel KDramaDok. Pribadi/Estika Kusumaningtyas

Pandemi COVID-19 memang mengubah segala kebiasaan masyarakat, tak terkecuali dengan wanita yang akrab disapa Tika ini. Menjadi ibu satu anak merupakan tantangan tersendiri baginya.

Ia harus pintar membagi waktu di tengah kegiatan sehari-hari. Apalagi sang anak harus disibukkan dengan sekolah daring. Menurutnya menulis menjadi salah satu me time yang membahagiakan di tengah segala kesibukkannya.

“Kalau dibilang menyalurkan bakat, ya gak sehebat itu juga. Cuma memang bawaannya happy aja dan bisa dapat ketenangan pas nulis, apalagi kalau udah publish. Jadi makin happy!”

2. Ruang menyampaikan pikiran dan bertemu komunitas 

Berawal dari Puisi, hingga Mahir di Artikel KDramaDok. Pribadi/Estika Kusumaningtyas

Tika mengawali menulis tahun 2018 dan ia mengaku seperti menekukan dunia baru yang menyenangkan. Apalagi ia juga pernah menulis di platform lain sebelumnya.

“Awal gabung sekitar akhir September 2018. Kali pertama tahu IDN dari sahabat dekat. Saat itu memang sedang mencari 'rumah', setelah kehilangan tempat menulis yang pernah begitu menyenangkan,”

Ia juga mengaku sempat minder begitu disarankan gabung ke IDN Times, karena merasa gak punya bekal apa-apa. Tapi akhirnya memberanikan diri dan mencoba submit tulisan, yang saat itu masih fokus di kanal fiksi.

Baca Juga: IWF 2020: 9 Cara Artikel Cepat Terbit dari Editor IDN Times Community 

3. Karya pertamanya berupa puisi

Berawal dari Puisi, hingga Mahir di Artikel KDramaDok. Pribadi/Estika Kusumaningtyas

Dikenal sebagai salah satu penulis aktif kanal life hingga hype, ternyata artikel pertama Tika yang terbit adalah puisi, lho! Judulnya [PUISI] Tengah hari kelima, kala itu. Karena tujuan awal Tika bergabung di IDN Times Community adalah untuk menulis puisi sebagai penyambung rasa.

“Dapat notifikasi pertama sempat kaget campur bahagia. Gak nyangka aja puisi yang sudah 2 minggu di-submit ternyata bisa terbit. Selama sebulan lebih, masih fokus di kanal fiksi, puisi, dan cerpen. Terus mulai coba submit artikel listicle dan Alhamdulillah terbit. Tapi balik lagi, jiwanya masih di puisi,”

Tika pun mengaku mulai pelan-pelan mencoba di kanal life, beberapa kali terbit sampai bisa klaim bonus poin. Ia ingin punya kesempatan buat nulis terus dan menikmati semua prosesnya, termasuk saat di-reject dan beberapa kali mengalami revisi dari editor.

“Bahkan pernah galau karena begitu submit eh ternyata ada tema sama, yang baru aja terbit dari writer lain. Galau-galau sedap, hehe...” 

4. Membuat artikel berdasarkan pengalaman di sekitar 

Berawal dari Puisi, hingga Mahir di Artikel KDramaDok. Pribadi/Estika Kusumaningtyas

Penulis lulusan Psikologi, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga ini, mengaku membuat karya tulisan berdasarkan pengalaman di sekitarnya. Misalnya saat ia bertemu dengan teman super perfeksionis, akhirnya jadi menulis tentang artikel semacam itu.

“Ada juga pas momennya lagi suka lagu indie, jadi bahan tulisan lagi dan terbit. Ada juga artikel tentang karakter dan psycho games. Waktu itu namanya Kokology, ada tiga artikel kalau gak salah. Nah, ini dari hal-hal yang dekat dengan keseharian dan dekat dengan keilmuan yang pernah dipelajari,"

Khusus kanal hype, Tike mengaku berawal dari memperhatikan dari artikel-artikel writer lain yang pernah terbit. Dan mempelajari bagaimana proses pengerjaanya.

“Awalnya mikir, kok pada jago-jago, sih. Jadi penasaran, terus coba. Ternyata dalam prosesnya kok gak segampang yang dibayangkan. Lama banget nulisnya, melebihi kalau nulis listicle biasa di life. Bahkan sempat nyerah dan balik lagi ke life,

Lama-kelamaan ia pun coba ke tema yang dekat lagi. Hobi nonton drama Korea ternyata ada manfaat baginya. Ia pun mulai juga mencoba menulis tema KDrama, sampai fokus di aktor dan aktrisnya, lho!

5. Tantangan generasi muda saat ini  

Berawal dari Puisi, hingga Mahir di Artikel KDramaDok. Pribadi/Estika Kusumaningtyas

Menurut Tika, tantangan anak muda di zaman yang serba cepat dan serba mudah seperti saat ini, ada pada perjuangan untuk membentuk karakter pribadi yang nantinya menjadi jati diri. Tika menambahkan, banyak generasi muda yang mudah terjebak segala sesuatu yang hype dan tren, meski sadar kalau itu bukan dirinya.

“Mereka seolah merasa gak keren kalau gak ikutan yang lagi tren. Ujung-ujungnya jadi insecure, karena sering membandingkan diri dengan orang lain. Alhasil, gak sedikit dari mereka yang ingin mendapat pengakuan sosial demi kebahagiaan dan kepuasan semu,”

Terakhir menurutnya, generasi muda gak perlu merasa iri. Porsi yang sudah didapat sangat sesuai dengan kebutuhan dan seberapa jauh usaha yang pernah kita perjuangkan. So, tetap bersyukur dan terus belajar hal baru yang sesuai dengan kemampuan, ya! 

Baca Juga: Harus Tahu! Ini 8 Kelebihan jika Kamu Bergabung di IDN Times Community

IDN Times Community Photo Verified Writer IDN Times Community

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Diana Hasna
  • Ernia Karina

Berita Terkini Lainnya