“Penelitian menunjukkan banyak keterampilan seperti multitasking, manajemen waktu, dan empati berkembang melalui pengasuhan. Saya juga ingin menambahkan bahwa salah satu perkembangan terbesar adalah kemampuan mendalam yang harus dimiliki orangtua ketika membesarkan anak, seperti kesabaran dan perspektif hidup,” ujar Neha Ruch, founder Mother/Untitled, dikutip dari Parents.
Jadi Orangtua Ternyata Bisa Jadi Nilai Plus di Dunia Kerja, Ini Alasannya!

Banyak orang masih menganggap punya anak bisa membuat karier jadi melambat. Gak sedikit juga orangtua yang merasa minder ketika harus kembali ke dunia kerja setelah fokus mengurus keluarga. Padahal, pengalaman parenting justru bisa membentuk banyak skill penting yang dibutuhkan di lingkungan profesional saat ini.
Menjadi orangtua bukan cuma soal mengurus anak setiap hari. Di balik rutinitas yang melelahkan, ada kemampuan komunikasi, manajemen emosi, hingga problem solving yang terus terasah tanpa disadari. Itulah pengalaman parenting bisa dipandang sebagai nilai tambah, bukan hambatan karier. Yuk, ketahui apa saja nilai plus menjadi orangtua di dunia kerja!
1. Orangtua terbiasa multitasking dan mengatur prioritas

Punya anak membuat seseorang terbiasa mengerjakan banyak hal sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Mulai dari mengurus kebutuhan rumah, mengatur jadwal anak, sampai menyelesaikan pekerjaan kantor sering kali harus dilakukan dalam satu hari yang padat. Kondisi ini akhirnya melatih kemampuan multitasking secara alami.
Selain itu, orangtua juga biasanya jadi lebih pintar menentukan prioritas. Mereka terbiasa membedakan mana hal yang benar-benar penting dan mana yang bisa ditunda terlebih dahulu. Gak heran kalau skill seperti ini sekarang makin dicari di dunia kerja
2. Parenting membantu meningkatkan empati dan kecerdasan emosional

Mengasuh anak membuat seseorang belajar memahami emosi orang lain dengan lebih baik. Orangtua juga dituntut untuk lebih sabar ketika menghadapi berbagai situasi yang gak selalu berjalan mulus. Tanpa sadar, pengalaman ini bikin kemampuan empati dan kecerdasan emosional orangtua jadi lebih terasah.
“Menjadi ibu memang bisa membuat seseorang lebih mudah memahami perasaan anak-anak maupun sesama ibu. Namun, bukan berarti orang yang belum memiliki anak tidak memiliki empati yang sama,” jelas Suniya S. Luthar, PhD, pendiri AC Groups dan profesor emeritus di Teachers College Columbia University, dikutip dari Motherly.
“Hanya saja, pengalaman membesarkan anak biasanya membuat seseorang menjadi lebih peka, lebih lembut, dan lebih memahami tantangan serta perjuangan yang dialami orang lain,” tambahnya.
Di dunia kerja, kemampuan memahami orang lain jadi salah satu skill yang makin penting. Karyawan yang punya empati biasanya lebih mudah bekerja sama dalam tim dan mampu membangun komunikasi yang sehat. Karena itu, pengalaman parenting sering kali membantu seseorang menjadi rekan kerja sekaligus pemimpin yang lebih baik.
3. Orangtua cenderung lebih tangguh menghadapi tekanan

Rutinitas mengurus anak, kurang tidur, sampai jadwal yang padat bikin banyak parents jadi lebih tahan menghadapi tekanan. Walaupun melelahkan, pengalaman ini justru membantu membangun mental yang lebih kuat dan lebih adaptif. Orangtua akhirnya jadi lebih siap menghadapi situasi sulit tanpa mudah panik.
Kemampuan bertahan dalam kondisi penuh tekanan tentu sangat dibutuhkan di dunia profesional. Orangtua biasanya lebih cepat mencari solusi dan mampu tetap fokus meski situasi sedang kacau. Hal inilah yang membuat banyak perusahaan mulai melihat caregiver sebagai sosok yang resilien.
4. Pengalaman parenting bisa melatih jiwa leadership

Banyak orang gak sadar kalau parenting sebenarnya melibatkan kemampuan leadership setiap hari. Orangtua harus mengambil keputusan, menyelesaikan konflik, membangun komunikasi, sekaligus menjadi panutan bagi anak-anak mereka. Semua hal tersebut sangat berkaitan dengan kemampuan memimpin.
Leadership modern juga bukan cuma soal memberi perintah kepada tim. Kemampuan mendengarkan, memahami kebutuhan orang lain, dan menciptakan lingkungan yang suportif juga jadi bagian penting dari kepemimpinan. Karena itu, pengalaman menjadi orangtua sering kali membantu seseorang berkembang menjadi leader yang lebih bijak.
“Keseharian menjadi orangtua sebenarnya adalah tempat pelatihan kepemimpinan terbaik,” ujar Neha Ruch.
5. Orangtua biasanya lebih menghargai waktu dan produktivitas

Setelah punya anak, banyak orang mulai sadar kalau waktu adalah hal yang sangat berharga. Mereka jadi terbiasa menyusun jadwal dengan lebih rapi supaya pekerjaan dan kehidupan pribadi tetap berjalan seimbang. Kebiasaan ini tanpa sadar membantu meningkatkan produktivitas sehari-hari.
Orangtua juga cenderung lebih fokus ketika bekerja karena punya batas waktu yang jelas. Mereka gak bisa lagi menunda pekerjaan terlalu lama karena harus membagi perhatian dengan keluarga di rumah. Pola kerja seperti ini justru membuat banyak orangtua jadi lebih efektif dan terorganisir.
Pada akhirnya, menjadi orangtua bukan berarti kemampuan profesional seseorang berhenti berkembang. Justru dari pengalaman parenting, banyak skill penting yang terbentuk dan bisa menjadi nilai plus di dunia kerja modern.


















