Comscore Tracker

Profesi Digital Entrepreneur Kian Menjanjikan, Cek 5 Alasan Ini

Jadi ajang untuk menyalurkan kreativitas kita nih

Gak bisa dipungkiri lagi guys, dunia digital saat ini sudah gak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Dari bangun pagi hingga tidur kembali di malam hari, kita akan selalu terikat dengan penggunaan teknologi dan informasi. Faktanya, teknologi memang menjadikan kehidupan lebih mudah, mendekatkan yang jauh dan juga memungkinkan yang dulunya terasa sulit.

Termasuk dalam pekerjaan, era digital membawa banyak sekali perubahan di berbagai lini. Hingga kini, bekerja dalam dunia digital tampaknya semakin diminati khususnya bagi para kaum millennial, salah satunya profesi digital entrepreneur. Itulah sebabnya 5 alasan ini bikin generasi muda mau jadi digital entrepreneur, termasuk kamu gak nih?

1. Kita bisa jadi bos dan staf yang atur segalanya

Profesi Digital Entrepreneur Kian Menjanjikan, Cek 5 Alasan IniSeorang perempuan yang menjadi digital entrepreneur (Dok. Freepik)

Sebagai seorang digital entrepreneur serta CEO perusahaan, semua keputusan pastinya ada di tangan kamu sendiri. Pasalnya, kamu bisa bebas berekspresi, bebas berkarya, dan bebas menentukan waktu libur pula. Kamu juga mengatur semua kebutuhan, kemampuan, dan deadline dalam satu waktu.

Itu artinya segala keputusan yang diambil harus dipikirkan secara matang karena menyangkut kelangsungan perusahaan di masa depan. Atau kamu boleh saja meminta pendapat karyawan yang dapat dipercaya sehingga meringankan kerjamu.

Baca Juga: Budaya Digital Membaik, Indeks Literasi Digital Indonesia Naik

2. Bisa memengaruhi secara ekonomi dan memberikan benefit

Profesi Digital Entrepreneur Kian Menjanjikan, Cek 5 Alasan IniIlustrasi seorang digital entrepreneur (Shutterstock/SaiArLawKa2)

Dengan menjadi digital entrepreneur, kamu turut berkontribusi untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia! FYI nih guys, saat ini Indonesia sudah mempunyai 4 unicorn atau perusahaan rintisan (startup) yang nilai valuasinya lebih dari USD 1 miliar. Bahkan, tiga di antaranya diciptakan anak muda Indonesia lho. 

Dengan nilai valuasi tersebut, startup turut memberikan benefit, salah satunya adalah terbukanya lapangan pekerjaan. Berdasarkan studi dari McKinsey, pertumbuhan ekonomi akan naik 1-2 persen, kemudian bisa membuka 17 juta tambahan lapangan pekerjaan dengan implementasi industri 4.0. Karena itu, Indonesia diproyeksikan menjadi negara 10 besar dengan perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030.

3. Cukup bermodalkan jaringan internet dan kreativitas

Profesi Digital Entrepreneur Kian Menjanjikan, Cek 5 Alasan IniSeorang perempuan yang menjadi digital entrepreneur (Dok. Freepik)

Jadi digital entrepreneur memang membutuhkan kreativitas yang tinggi guys. Pasalnya, kamu bersaing dengan para digital entrepreneur yang memiliki skill dan terus berkembang, sehingga mau tidak mau kamu juga harus meningkatkan kemampuanmu secara konsisten.

Yang terpenting, mencari ide dan membuat inovasi tentu tak lepas dari observasi secara online terkait data yang dibutuhkan. Terlebih lagi, data saat ini menjadi sumber energi bagi ekonomi digital. Perkembangan interkonektivitas seperti internet telah memaksimalkan potensi teknologi baru seperti big data, blockchain, dan artificial intelligent yang berbasiskan data.

“Data ibarat koin yang harus kita masukkan sebelum kita dapat menikmati produk digital. Seperti halnya listrik, data saat ini adalah sumber energi bagi ekonomi digital,” ujar Dirjen Aplikasi Informatika, Semuel A. Pangerapan, dalam rangkaian lokakarya 3rd Digital Economy Working Group Meeting (DEWG) G20 di Labuan Bajo, Jumat (22/7/2022).

Apalagi setiap negara telah mengembangkan tata kelola perlindungan data menurut sistem hukum dan budaya masing-masing. Untuk itu, dialog antar-anggota G20 perlu dibangun sebagai sarana bertukar pandangan terhadap tata kelola data.

Sekjen Kominfo sekaligus Chair DEWG, Mira Tayyiba, mengatakan bahwa anggota G20 memiliki keinginan yang sama untuk melanjutkan diskusi mengenai data, mengingat semakin meningkatnya risiko dan permasalahan terkait arus data dari aspek teknis, praktis, dan konseptual.

“Dimotivasi oleh pertumbuhan internet yang terus meningkat, maka kita semua memiliki kepentingan untuk tata kelolanya, terutama dalam penerapan pertukaran data antar-pemerintah,” kata Mira.

Chair DEWG itu mendorong seluruh pemangku kepentingan berpartisipasi aktif menuju pemahaman yang lebih seimbang mengenai operasionalisasi Data Free Flow with Trust (DFFT) dan Cross Border Data Flow (CBDF). Hal ini tentunya akan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang pro rakyat, konkret, dan dapat diimplementasikan.

4. Punya jangkauan audiens yang luas

Profesi Digital Entrepreneur Kian Menjanjikan, Cek 5 Alasan IniSeseorang yang menjadi digital entrepreneur (Shutterstock/Follow Focus)

Digital entrepreneur sudah tentu memerlukan audiens atau pangsa pasar yang luas untuk memasarkan produk yang dihasilkan. Dengan bantuan internet, semua akan terasa semakin mudah, karena setiap digital entrepreneur bebas memasarkan hasil produknya tanpa batas, bahkan kamu bisa mengetahui siapa saja yang sering melihat, membeli, atau menggunakan produk kamu. 

Kamu bisa melakukan analisis terhadap usia, waktu, dan preferensi dari banyak orang. Tentu hal tersebut akan membuatmu semakin bersemangat untuk membuat inovasi baru. Kamu juga bisa melihat traffic dan berusaha untuk membuat produk yang semakin bermutu. Hal ini diperlukan karena kamu bersaing dengan para digital entrepreneur lain sehingga kamu harus memastikan produkmu memiliki keunikan.

5. Bangga punya usaha sendiri guys!

Profesi Digital Entrepreneur Kian Menjanjikan, Cek 5 Alasan IniSeorang perempuan yang menjadi digital entrepreneur (Dok. Freepik)

Perasaan bangga sudah pasti bersemayam di dalam dadamu. Ketika berhasil membangun bisnis sendiri yang sesuai passion di bidang digital, akan membuat dirimu bangga atas kemampuan diri sendiri dan pencapaian yang telah dilalui. 

Bekerja dengan sepenuh hati akan membuat hari-harimu jadi lebih menyenangkan. Apalagi seorang digital entrepreneur yang melek teknologi. Kamu pasti selalu update tentang dunia startup. Itulah beberapa alasan kaum millennial tertarik jadi digital entrepreneur. Bagaimana dengan kamu? Yuk, kapan lagi punya usaha sendiri dan turut membangun perekonomian negeri guys! (WEB)

Baca Juga: Meneropong Startup, East Ventures: Indonesia Menuju Digital Golden Era

Topic:

  • Cynthia Kirana Dewi

Berita Terkini Lainnya