Comscore Tracker

5 Cara Menghadapi Rasisme di Tempat Kerja, Jangan Diam Saja!

Pembelajaran dalam menghadapi rasisme dimanapun kamu berada 

Seseorang yang terkena dampak rasisme, mungkin terlihat baik-baik saja karena mereka dapat bersikap profesional, namun nyatanya mereka dapat terkena dampak psikologis. Jika hal itu terus berlanjut, kemungkinan besar masalah akan terbawa ke tempat kerja. Berikut cara yang dapat anda lakukan ketika masalah rasisme menghadapi anda atau rekan anda.

1. Jangan hanya diam, bersikaplah netral dan tegaskan 

5 Cara Menghadapi Rasisme di Tempat Kerja, Jangan Diam Saja!Ilustrasi Protes Diam (pexels.com/Mathias Reding)

Ketika kita berbicara mengenai rasisme, sebagian orang akan merasa terbebani dan takut untuk menghadapinya karena sebenarnya tanpa kita sadari ataupun tidak, perilaku rasisme masih beredar di sekitar kita baik di lingkungan pendidikan, lingkungan kerja bahkan lingkungan pertemanan kita sehari-hari.  Ras, budaya, politik atau hal lainnya hampir tidak mungkin bisa kita hindari. Dan masalah ini bukanlah masalah yang dapat diabaikan begitu saja.

Percakapan mengenai rasisme emang tidak akan terasa nyaman bagi sebagian orang. Penelitian menunjukkan bahwa meskipun banyak orang senang berbicara tentang "keragaman" atau "inklusi", antusiasme mereka turun secara signifikan ketika subjeknya adalah "ras". Topik bermuatan seperti ini dapat memicu kebencian, kemarahan, dan rasa malu. Tetapi kita membutuhkan pertukaran nyata tentang mereka jika kita ingin menghilangkan anggapan bahwa korporasi adalah meritokrasi murni dan untuk memastikan bahwa setiap orang merasa didengar, didukung, dan autentik di tempat kerja.

Rasisme merupakan tindakan ketidakadilan yang dilakukan oleh sekelompok orang kepada pihak tertentu. Hal ini bukan hanya tanggung jawab pemimpin saja untuk menyampaikan perhatian terkait hal tersebut kepada seluruh karyawan terutama kelompok sasaran tapi juga tanggung jawab semua orang. Desmon Tutu mengatakan bahwa, “Jika anda netral dalam situasi ketidakadilan, anda telah memilih menjadi pihak penindas.” Pada akhirnya yang kita ingat bukan hanya perkataan dari orang yang menindas kita tapi juga kebisuan rekan kita yang tidak dapat memberikan bantuan.

Penting untuk mendapatkan pemimpin untuk menegakkan hak atas keselamatan mereka dan membuat mereka merasa terlindungi. Cobalah sebagai pemimpin atau rekan kerja untuk menciptakan ruang di mana tim bisa saling berbagi, bukan untuk saling mencela. Dengan menciptakan pondasi kepercayaan yang kuat akan membantu anda dan tim untuk mencapai keberhasilan di dunia profesional.

2. Mengelola pengembangan karier di semua tahap kehidupan

5 Cara Menghadapi Rasisme di Tempat Kerja, Jangan Diam Saja!Ilustrasi Karir Bagi Setiap Kalangan (pexels.com/fauxels)

Di awal karier, setiap karyawan membutuhkan ruang yang sama untuk tumbuh dan berkembang serta mengalami kegagalan dan kesuksesan tanpa dipengaruhi oleh pembatasan ras.

Semua orang berhak untuk mendapatkan promosi di perjalanan kariernya. Namun kebanyakan orang yang berambisi dan berlomba untuk mendapatkan kesempatan tersebut hingga politik menjadi permainannya. Sehingga kunci utama dalam kasus ini adalah peran dari eksekutif senior.

Pihak manajerial atau perusahaan harus dapat memberikan perlindungan yang diperlukan bagi seluruh karyawan. Umpan balik yang jujur dari para pemimpin serta rekan kerja yang dinilai secara 360 derajat diperlukan dalam hal ini.

Dengan adanya penilaian secara menyeluruh, pihak yang tertindas akan dapat membuktikan kemampuan yang ia miliki sehingga penindas dapat menekan tingkat rasisme di kalangan tertentu karena semua memiliki kesempatan yang sama.

Baca Juga: 5 Tokoh Dunia yang Berjuang Keras Lawan Rasisme, Siapa Saja?

3. Pentingnya peringkat kinerja, mentoring dan peran manajer yang adil 

5 Cara Menghadapi Rasisme di Tempat Kerja, Jangan Diam Saja!Ilustrasi Sesi Mentoring (pexels.com/祝 鹤槐)

Lebih dari 90% perusahaan menengah dan besar menggunakan peringkat kinerja tahunan untuk memastikan bahwa manajer membuat keputusan gaji dan promosi yang adil. Perusahaan yang digugat karena diskriminasi sering mengklaim bahwa sistem penilaian kinerja mereka mencegah perlakuan yang bias.

Pentingnya peran manajer dalam memberikan nilai secara adil bukan hanya cenderung memihak kepada kaum minoritas. Ketika manajer secara aktif membantu meningkatkan keragaman di perusahaan mereka, pendapat mereka yang menindas akan bergeser ke arah pandangan itu. 

Mentoring adalah cara lain untuk melibatkan manajer dan menghilangkan bias mereka. Mengajari anak didik mereka untuk berkembang dan maju. Para mentor kemudian percaya bahwa anak didik mereka pantas mendapatkan kesempatan baik mereka yang berkulit putih, wanita, atau minoritas.

4. Perbanyak kontak antar kelompok 

5 Cara Menghadapi Rasisme di Tempat Kerja, Jangan Diam Saja!Ilustrasi Kerjasama Tim (pexels.com/fauxels)

Ketidaksukaan seseorang terhadap kelompok tertentu memang tidak dapat dihindari, seperti orang pribumi yang tidak menyukai orang berkulit putih, perbedaan suku etnis, dan sebagainya. Hal seperti ini akan menjadi masalah yang serius jika terus berlanjut dan akan mengganggu kinerja masing-masing pihak.

Salah satu cara adalah dengan menyatukan tim yang anda kelola dengan berbagai keragaman peran dan fungsi yang berbeda untuk saling bekerjasama dalam proyek secara setara. Tim semacam itu dapat meningkatkan kontak di antara beragam jenis orang seperti ras, etnis, dan gender.

Memutar peserta pelatihan manajemen melalui departemen adalah cara lain untuk meningkatkan kontak. Biasanya, pelatihan silang semacam ini memungkinkan orang untuk mencoba berbagai pekerjaan dan memperdalam pemahaman mereka tentang keseluruhan organisasi.

Sehingga setiap orang akan merasakan hal yang sama dan akan lebih saling menghargai satu sama lainnya.

5. Prosedur pengaduan

5 Cara Menghadapi Rasisme di Tempat Kerja, Jangan Diam Saja!Ilustrasi Kebijakan Kantor (pexels.com/Alexander Suhorucov)

Sekitar setengah dari perusahaan menengah dan besar memiliki sistem di mana karyawan dapat menentang keputusan gaji, promosi, dan pemutusan hubungan kerja. Memang, survei karyawan menunjukkan bahwa kebanyakan orang tidak melaporkan diskriminasi karena takut akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Namun, tetap saja sebagian karyawan merasa mereka membutuhkan semacam sistem untuk menangani keluhan.

Salah satu strategi yang mulai berkembang adalah sistem pengaduan “fleksibel”, yang tidak hanya menawarkan proses dalam mendengar pendapat formal tetapi juga mediasi informal. Maksudnya adalah pengaduan dapat berlaku secara hukum ataupun tidak dinilai berdasarkan kasus yang terjadi pada pihak tersebut, apakah kasus tersebut dapat diselesaikan secara baik atau mengharuskan untuk dibawa ke ranah hukum.

Booker T. Washington, pendidik, penulis, aktivis, dan penasihat presiden, mengatakan bahwa “sukses tidak diukur dengan posisi yang telah dicapai seseorang dalam hidup, tetapi dari rintangan yang telah diatasi ketika mencoba untuk berhasil.”

Untuk dapat bertahan dalam perjuangan untuk persamaan hak, tidak dapat berdiri sendiri tapi mengharuskan berbagai pihak untuk bekerjasama dalam mewujudkannya. Dalam kaitannya terhadap dunia profesional, peran manajerial, kebijakan perusahaan, dan rekan kerja memiliki arti penting dalam memberantas rasisme yang terjadi.

Jangan menganggap rendah suatu rasa, suku, gender dan agama. Semua orang berhak memiliki kesempatan yang sama untuk maju dan sukses. Lakukanlah yang terbaik karena perubahan berasal dari kita sendiri.

Baca Juga: 11 Film Rasisme yang Bikin Kamu Sadar bahwa Hal Tersebut Gak Manusiawi

Siti Fatimah Anggraeni Photo Writer Siti Fatimah Anggraeni

Hello, I'm new here. I just wanna share what i'm thinking of. I'm glad to share my stories and experiences with you :))

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Merry Wulan

Berita Terkini Lainnya