Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Panduan Bikin Gallery Wall Murah, Dinding Kosong Jadi Estetik dan Mewah!
Ilustrasi galery wall (kolase foto via pexels/kahirliimerdiven’ & Beyzaa Yurtkuran)

Gallery wall menjadi salah satu tren dekorasi interior yang masih populer hingga sekarang. Dengan memadukan foto, kutipan inspiratif, ilustrasi, hingga poster favorit, sebuah dinding kosong bisa berubah menjadi sudut yang menarik dan penuh karakter. Kabar baiknya, membuat gallery wall tidak harus mengeluarkan biaya jutaan rupiah seperti yang sering terlihat di Pinterest atau Instagram.

Dengan sedikit kreativitas dan pemilihan komposisi yang tepat, kamu bisa membuat gallery wall estetik hanya dengan modal ratusan ribu rupiah. Berikut beberapa tipsnya.

1. Tentukan tema sebelum membeli bingkai

ilustrasi gallery wall (unsplash.com/Spacejoy)

Kesalahan yang sering dilakukan pemula adalah membeli bingkai terlebih dahulu tanpa menentukan tema. Akibatnya, gallery wall terlihat berantakan karena setiap elemen memiliki warna dan gaya yang berbeda-beda.

Cobalah menentukan konsep sejak awal. Misalnya tema minimalis hitam-putih, aesthetic beige, travel memories, vintage, atau kombinasi ilustrasi dan kutipan motivasi. Dengan tema yang jelas, proses memilih foto dan dekorasi akan jauh lebih mudah.

2. Gunakan aturan 50-30-20 untuk komposisi

Ilustrasi galery wall (pexels.com/kahirliimerdiven’ )

Agar terlihat profesional, gunakan prinsip desain 50-30-10. Sekitar 50 persen area diisi foto utama, 30 persen ilustrasi atau artwork pendukung, dan 20 persen elemen aksen seperti kutipan atau dekorasi kecil.

Metode ini membantu mata menemukan titik fokus ketika melihat gallery wall. Jika semua elemen memiliki ukuran dan warna yang sama kuat, tampilan justru terasa ramai dan membingungkan.

3. Susun layout di lantai sebelum dipasang

ilustrasi mini gallery wall di kamar (pexels.com/cottonbro studio)

Salah satu trik yang sering digunakan desainer interior adalah menyusun seluruh komposisi di lantai terlebih dahulu. Cara ini mengurangi risiko salah paku atau salah posisi saat pemasangan. Mulailah dari bingkai terbesar sebagai pusat perhatian.

Setelah itu tambahkan bingkai sedang dan kecil di sekelilingnya. Berikan jarak konsisten sekitar 5–8 cm agar susunan terlihat rapi. Langkah sederhana ini dapat menghemat banyak waktu sekaligus membantu menemukan komposisi terbaik sebelum dipasang di dinding.

4. Campurkan foto, kutipan, dan ilustrasi

Ilustrasi galery wall (pexels.com/Beyzaa Yurtkuran)

Gallery wall yang menarik biasanya tidak hanya berisi foto. Kombinasi foto pribadi, ilustrasi artistik, kutipan inspiratif, dan poster sederhana dapat menciptakan tampilan yang lebih hidup.

Misalnya, gunakan 50 persen foto keluarga atau perjalanan, 30 persen ilustrasi seni, dan 20 persen kutipan motivasi. Komposisi seperti ini menciptakan variasi visual tanpa membuat dinding terasa penuh. Perpaduan berbagai jenis elemen dekorasi membuat ruangan terasa lebih personal dan tidak monoton.

5. Gunakan warna yang konsisten agar terlihat mahal

ilustrasi corner gallery wall (pexels.com/Trash Art)

Salah satu rahasia gallery wall yang terlihat mahal adalah konsistensi warna. Kamu tidak perlu menggunakan warna yang sama persis, tetapi usahakan seluruh elemen memiliki palet yang serupa.

Jika memilih tema Scandinavian, gunakan warna putih, hitam, abu-abu, dan beige. Jika ingin nuansa hangat, pilih warna cokelat, krem, dan terracotta. Keseragaman warna membuat susunan tampak lebih profesional meskipun menggunakan bingkai murah.

Membuat gallery wall yang terlihat profesional ternyata tidak harus mahal. Dengan memilih tema yang jelas, menyusun layout terlebih dahulu, serta mengombinasikan foto, kutipan, dan ilustrasi secara seimbang, kamu bisa mengubah dinding kosong menjadi area favorit di rumah.

 

Editorial Team

Related Article