Comscore Tracker

Hari Bahasa Ibu Internasional, Ini 6 Cara Lestarikan Bahasa Daerah

Jangan lupakan bahasa daerahmu, ya!

Tahukah kamu bahwa setiap tanggal 21 Februari diperingati sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional? Sejak 1999, UNESCO menetapkan 21 Februari sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional untuk melestarikan bahasa daerah di tiap negara. Kata bahasa ibu memiliki makna bahasa yang ada di daerah tempat seseorang hidup dan berkembang di keluarga dan lingkungannya.

Menurut data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, negara kita memiliki 668 bahasa daerah, lho! Banyak banget, ya! Namun, seiring dengan perkembangan zaman, kekayaan bahasa daerah mulai tergerus dan dilupakan oleh masyarakat.

Apalagi di era globalisasi yang serba digital ini, nampaknya anak muda sudah jarang lagi menggunakan bahasa daerah. Nah, enam cara ini bisa kamu terapkan untuk melestarikan bahasa daerah agar tetap eksis dan dikenal. Yuk, simak ulasannya!

1. Gunakan bahasa daerah dalam percakapan sehari-hari

Hari Bahasa Ibu Internasional, Ini 6 Cara Lestarikan Bahasa Daerahvixendaily.com

Selain bahasa Indonesia dan bahasa gaul, kamu juga bisa menambahkan bahasa daerah dalam kamus bahasa sehari-harimu. Namun, ingat untuk tetap menjaga norma-norma kesopanan, ya! Contohnya, dalam bahasa Jawa, kamu akan menggunakan bahasa Jawa Ngoko jika berbicara sesama teman dan bahasa Jawa Krama jika berbicara pada orang yang lebih tua.

2. Tak ada kata terlambat untuk belajar, lho!

Hari Bahasa Ibu Internasional, Ini 6 Cara Lestarikan Bahasa Daerahunsplash.com

Jika kamu belum terbiasa berbicara dengan bahasa daerah, tak perlu khawatir! Tak ada kata terlambat untuk mempelajari hal baru, apalagi bahasa ibu alias bahasa daerahmu sendiri. Yuk, pelajari bahasa daerah dengan semangat!

3. Menonton pertunjukkan budaya daerah, yuk!

Hari Bahasa Ibu Internasional, Ini 6 Cara Lestarikan Bahasa Daerahriau1.com

Dalam era yang modern ini, pertunjukkan budaya daerah sudah mulai ditinggalkan. Padahal, setiap pertunjukkan budaya memiliki makna dan ketertarikan masing-masing, lho! Tak hanya itu, pertunjukkan tersebut pun biasanya menggunakan bahasa daerah.

Contohnya adalah Wayang Kulit dari Jawa Tengah, Tari Kecak dari Bali, serta Randai dari Minangkabau. Kamu pun dapat mempelajari bahasa daerah lewat pertunjukkan dan cerita, deh!

Baca Juga: 7 Kata Bahasa Jawa yang Sulit Diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia

4. Eksis di media sosial dengan bahasa daerah, siapa takut?

Hari Bahasa Ibu Internasional, Ini 6 Cara Lestarikan Bahasa Daerahmedium.com

Zaman sekarang, media sosial telah menjadi salah satu kebutuhan sehari-hari yang sulit untuk dilupakan. Mulai dari Instagram, Whatsapp, Facebook, hingga Twitter, rasanya kita tak mampu lepas dari media sosial. Nah, media sosial juga bisa menjadi sarana untuk melestarikan bahasa daerah, lho!

Salah satu cara yang simpel, unik, dan mudah dilakukan adalah mengunggah tulisan berbahasa daerah di media sosial. Entah itu sebuah tweet, caption sebuah foto di Instagram, dan lain-lain. Tak perlu panjang, kamu dapat menuliskan satu kalimat saja dalam bahasa daerahmu.

Contohnya adalah Abdi nyaah ka anjeun, yang berarti aku cinta kamu dalam bahasa Sunda. Jika ingin nampak keren, kamu pun dapat menuliskan quote mendalam dengan bahasa daerah. Keren, deh!

5. Lagu berbahasa daerah juga enak didengarkan, lho!

Hari Bahasa Ibu Internasional, Ini 6 Cara Lestarikan Bahasa Daerahinstagram.com/didikempot_official

Walaupun lagu barat dan KPop tengah naik daun, lagu berbahasa daerah juga tak kalah enak untuk didengarkan, lho! Bahkan, tak jarang pula lagu-lagu berbahasa daerah dapat terkenal dan booming di Indonesia.

Contohnya adalah lagu-lagu karya Didi Kempot, musisi asal Jawa Tengah yang sedang naik daun. Beberapa lagunya seperti Cidro, Banyulangit, dan Pamer Bojo merupakan lagu berbahasa daerah yang sedang terkenal di Indonesia.

6. Kuncinya adalah bangga!

Hari Bahasa Ibu Internasional, Ini 6 Cara Lestarikan Bahasa Daerahunsplash.com

Tak perlu merasa malu ataupun sungkan untuk berbahasa daerah. Justru kamu harus merasa bangga karena mampu berbahasa daerah dengan fasih. Jika kamu mampu menggunakan bahasa daerah dengan fasih, bukan tidak mungkin bila teman-teman di sekitarmu akan merasa termotivasi untuk belajar dan menggunakan bahasa daerah.

Tak hanya Indonesia, seluruh negara di dunia pun akan merayakan Hari Bahasa Ibu Internasional di negaranya masing-masing. Kamu tak mau ketinggalan, 'kan?

Baca Juga: Diusulkan oleh Bangladesh, 5 Fakta Hari Bahasa Ibu Internasional

Aisha Variella F Photo Verified Writer Aisha Variella F

Kedokteran UNS 2017 aishavariella13@gmail.com

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Tania Stephanie

Berita Terkini Lainnya