Comscore Tracker

10 Kata Bahasa Indonesia yang Alami Perluasan Makna di Media Sosial 

Ada oleng sampai julid

Dalam bahasa Indonesia, perluasan makna disebut dengan istilah generalisasi. Perluasan makna ini bisa terjadi karena disebabkan oleh banyak faktor. Perluasan makna ini pun juga terjadi di media sosial.

Sebab, di media sosial kata-kata dalam bahasa Indonesia sering digunakan dan mengacu pada makna yang berbeda. Kata-kata apa yang termasuk mengalami perluasan makna di media sosial? Berikut sepuluh di antaranya.

1. Oleng  

10 Kata Bahasa Indonesia yang Alami Perluasan Makna di Media Sosial ilustrasi tanaman tertiup angin (pexels.com/Skitterphoto)

Dulu, kata oleng digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang tidak seimbang. Oleng juga bisa diartikan 'bergoyang ke kiri dan kanan'. Kini, di media sosial kata oleng mengalami perluasan makna untuk menyebut 'seseorang yang mudah berpaling (goyah atau tergoda) pada obyek di sekelilingnya yang dirasa lebih bagus'.

Buat yang suka KPop pasti sudah gak asing dengan perluasan makna kata yang satu ini. Sebab, sering terjadi saat melihat idol KPop lainnya yang dianggap lebih memesona.

2. Bunda 

10 Kata Bahasa Indonesia yang Alami Perluasan Makna di Media Sosial ilustrasi ibu hamil (pixabay.com/2147792)

Selain ibu, mama, umi atau mami, bunda dimaknai sebagai 'panggilan bagi ibu kandung atau orangtua dengan jenis kelamin perempuan'. Namun, di tengah pekembangan media sosial, kata bunda telah mengalami generalisasi atau perluasan makna, nih.

Sekarang, kata bunda digunakan untuk menyebut pembeli perempuan saat bertransaksi di online shop. Kata ini juga dipakai untuk menyebut guru perempuan di beberapa sekolah, lho. Bahkan sapaan bun kadang digunakan selayaknya saat perempuan memanggil sesamanya seperti sapaan sis.

3. Goreng 

10 Kata Bahasa Indonesia yang Alami Perluasan Makna di Media Sosial ilustrasi menggoreng (pexels.com/Ron Lach)

Saat mendengar kata goreng, pikiran kita pasti langsung tertuju pada sebuah kegiatan memasak dengan menggunakan minyak. Tapi, di media sosial kata goreng telah mengalami peluasan makna menjadi 'sebuah kegiatan untuk mengolah atau mengubah fakta agar jadi lebih menarik'.

Kalau sebelumnya, kata goreng diberi imbuhan menjadi sebuah kosa kata baru, seperti minyak goreng, ayam goreng, hingga ikan goreng. Maka, di media sosial karena perluasan makna kata goreng justru dijadikan awalan atau diberi imbuhan di-, tepat di depannya. Sehingga menjadi kosa kata goreng isu atau digoreng. Kedua kosa kata ini merujuk pada hal-hal berbau gosip maupun politik.

4. Sultan 

10 Kata Bahasa Indonesia yang Alami Perluasan Makna di Media Sosial ilustrasi bergelimang harta (pexels.com/cottonbro)

Sebab sudah mengalami peluasan makna, pasti yang terlintas di pikiran kamu justru nama selebritas, bukan? Benar sekali, karena faktor sosial, kata sultan kini mengalami perluasan makna untuk merujuk pada 'orang yang kaya secara materil'. Padahal dulunya kata sultan digunakan untuk menyebut raja atau bangsawan, lho.

Mungkin, karena sama-sama punya kekayaan yang fantastis makanya di media sosial kata sultan juga digunakan untuk menyebut orang kaya. Kamu sering mencari tahu info sultan siapa, nih?

5. Azab 

10 Kata Bahasa Indonesia yang Alami Perluasan Makna di Media Sosial ilustrasi patah kaki (pexels.com/Victoria Art)

Makna kata azab sebelum mengalami perluasan makna hanya sebatas ‘siksaan’ saja, lho. Namun, di media sosial atau bahkan pada kesehariaan saat ini, kata azab telah mengalami perluasan makna dengan pengertian 'sebuah akibat yang dialami oleh orang yang jahat atau bisa kita sebut sebagai karma'.

Kalau gak percaya, coba tengok juga di televisi. Ada beberapa sinema yang mengangkat kisah tentang azab. Kata azab dalam tayangan tersebut juga diambil dari perluasan makna ini, bila ditilik dari jalan cerita yang ditampilkan, lho.

Baca Juga: 6 Kata Bahasa Indonesia yang Alami Penyempitan Makna

6. Lapak 

10 Kata Bahasa Indonesia yang Alami Perluasan Makna di Media Sosial ilustrasi lapak pedagang (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)

Dulunya, kata lapak hanya punya arti tempat. Namun, seiring berkembangnya zaman, kata lapak di media sosial digunakan untuk menyebut akun media sosial yang menyediakan tempat untuk berjualan.

Kata lapak pun kerap diselipkan kala seseorang ingin mempromosikan barang atau jasanya. Apakah kamu sering menggunakan kata satu ini juga?

7. Kompor 

10 Kata Bahasa Indonesia yang Alami Perluasan Makna di Media Sosial ilustrasi kompor (pixabay.com/ferarcosn)

Kompor dulu punya makna sebagai 'alat yang digunakan untuk memasak atau perapian untuk memasak'. Siapa sangka, di media sosial kata tersebut justru mengalami perluasan makna. Kini, kata kompor punya makna 'orang yang suka jadi provokator sehingga akan terjadi pertikaian'.

Dalam sebuah acara pencarian komika di sebuah stasiun televisi, frasa kompor gas malah mengalami perluasan makna dan diartikan sebagai ‘sebuah penampilan yang sangat keren dan luar biasa sehingga mengundang gelak tawa’.

8. Bos 

10 Kata Bahasa Indonesia yang Alami Perluasan Makna di Media Sosial ilustrasi bos perempuan (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Kita kerap menggunakan kata bos untuk pimpinan atau atasan tempat kita bekerja. Sadar atau tidak, kata bos sekarang telah mengalami perubahan makna, lho. Bos kini bermakna sebagai sebuah panggilan untuk seseorang yang tidak dikenal di media sosial.

Akibat perluasan makna ini, kata bos juga kerap dipakai untuk menyapa orang asing yang baru saja kita temui pertama kali. Umumnya, laki-laki yang paling sering menggunakan sapaan satu ini. Kamu juga termasuk gak, nih?

9. Drama 

10 Kata Bahasa Indonesia yang Alami Perluasan Makna di Media Sosial ilustrasi drama musikal (pexels.com/cottonbro)

Di media sosial, kata drama justru dipakai untuk menyebut 'seseorang atau sesuatu yang dilakukan secara berlebihan'. Padahal dulunya kata drama digunakan untuk mengacu pada cerita atau kisah pertunjukan di teater atau layar kaca.

Perluasan makna drama ini punya arti yang hampir serupa dengan kata lebay. Hanya saja, belakangan kata drama jauh lebih mendominasi media sosial dibanding kata lebay.

10. Julid 

10 Kata Bahasa Indonesia yang Alami Perluasan Makna di Media Sosial ilustrasi bergosip (pexels.com/Keira Burton)

Julid adalah kata serapan dari bahasa Sunda yang berarti 'sifat iri atau dengki'. Tapi, di media sosial kata julid punya makna yang lain lagi, nih. Dewasa ini, julid acapkali diartikan sebagai ekspresi raut wajah benci atau tidak suka.

Meski mengalami perluasan makna, bukan lantas kata julid hanya digunakan untuk menunjukkan ekspresi raut wajah benci atau tidak suka saja. Sebab, di media sosial sendiri kebanyakan bisa terlihat dari ketikan saja sehingga tidak tampak seperti apa raut wajah yang ditunjukkan si pengirimnya.

Sepuluh kata di atas pastinya sudah gak asing lagi buat kamu, kan? Bahkan secara gak sadar kita kerap menggunakannya dalam percakapan sehari-hari. Kira-kira dari daftar kata bahasa Indonesia yang mengalami perluasan makna tadi, mana yang sering kamu pakai?

Baca Juga: 10 Kata Bahasa Indonesia yang Alami Perluasan Makna

Annisa Nur Fitriani Photo Verified Writer Annisa Nur Fitriani

Don't sleep on me

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Ines Sela Melia

Berita Terkini Lainnya