Comscore Tracker

7 Jenis Hoax Ini Bertebaran di Sekitar Kita, Pintar-Pintarlah Memilah!

Kian masif menyebar. Awas terjebak jeratnya!

Ketersediaan akses internet yang melimpah sangat memanjakan setiap orang. Kita dapat mengakses apa saja dengan gawai masing-masing, termasuk akses informasi. Kemudahan dalam menerima informasi inilah yang kini menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi, internet mempercepat distribusi informasi kepada khalayak, namun di lain pihak jadi ladang subur lahirnya berita bohong atau hoax.

Menjamurnya hoax sering mengacaukan pikiran kita. Jika tak teliti, kita dapat dengan mudah ditipu olehnya. Organisasi non-profit First Draft mencatat setidaknya ada tujuh jenis mis-informasi serta disinformasi yang marak beredar di dunia maya. Apa saja itu?

1. Satir

7 Jenis Hoax Ini Bertebaran di Sekitar Kita, Pintar-Pintarlah Memilah!obamaeagle.org

Satir merupakan konten yang dibuat sebagai sindiran pada pihak tertentu. Konten yang dimuat dikemas dalam unsur parodi, ironi bahkan sarkasme. Umumnya, satir dibuat sebagai bentuk kritik pada individu atau kelompok atas berbagai masalah yang sedang terjadi. 

Satir termasuk dalam konten yang tidak membahayakan. Namun, tak jarang pembaca justru menganggapnya sebagai sebuah hal seirus. Alhasil, banyak yang tertipu dan meyakini konten satir adalah suatu kebenaran.

2. Misleading Content (Konten Menyesatkan)

7 Jenis Hoax Ini Bertebaran di Sekitar Kita, Pintar-Pintarlah Memilah!cekfakta.com

Misleading content atau konten menyesatkan adalah penggunaan informasi untuk membingkai suatu isu atau pihak. Konten semacam ini dibuat secara sengaja dan diharapkan dapat menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi. Misleading content  terjadi dengan cara memanfaatkan informasi asli seperti gambar, pernyataan resmi atau statistik namun diedit dan tidak dihubungkan dengan konteks aslinya.

Kasus anak kejang-kejang di Magelang adalah contohnya. Video yang beredar memang menunjukkan seorang anak yang sedang berada di puskesmas. Namun, dokter yang ketika itu menangani tidak mengeluarkan rujukan dengan diagnosa kecanduan game. Hal ini berbeda dengan postingan salah satu akun Facebook  yang memakai video tersebut. Alhasil, pihak puskesmas melalui surat resmi mengimbau untuk tidak menyebarkan informasi tidak benar tersebut. 

3. False Context (Informasi Salah Konteks)

7 Jenis Hoax Ini Bertebaran di Sekitar Kita, Pintar-Pintarlah Memilah!cekfakta.com

Sesuai dengan namanya, false context menggunakan informasi asli namun disebar dalam konteks yang keliru. Umumnya, informasi yang dipakai adalah pernyataan, foto atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat namun konteks yang ditulis tidak sesuai dengan realita. Ini terjadi lantaran karena jurnalistik yang buruk atau untuk mendorong opini khalayak.

Sebagai contoh, dalam cuitan salah satu akun Twitter tertulis narasi yang mempertanyakan kesiapan Brimob untuk mengamankan kondisi di Papua dilengkapi dengan video. Namun, penelusuran Turn Back Hoax justru menemukan fakta bahwa video yang digunakan adalah kejadian bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa pada 2006 di halaman kampus Universitas Cendrawasih. Jelas berbeda dari narasi yang ditulis oleh akun tersebut. 

Baca Juga: 6 Tips Biar Kamu Gak Terjebak Menyebarkan Hoax dari Grup Chat Keluarga

4. False Connection (Salah Koneksi)

7 Jenis Hoax Ini Bertebaran di Sekitar Kita, Pintar-Pintarlah Memilah!turnbackhoax.id

Selain false context, ada pula false connection yang memakai caption, judul, atau sumber visual yang tidak sesuai dengan konten tulisan. Berita bohong semacam ini biasanya dimanfaatkan untuk memperoleh keuntungan berupa profit atau ekspos berlebih dari konten sensasional. Kasus domba ini jadi salah satunya.

Didasarkan pada temuan Turn Back Hoax, cuitan salah satu akun Twitter terbukti melakukan false connection dengan menggunakan video domba Beltex yang dicukur bulunya sebagai hewan kloning bernama Khanzarof. Sangat berbeda dari fakta bahwa domba Beltex berasal dari Selandia Baru dan mendapatkan suntikan otot ganda texel dari Belgia. Duh, ada-ada saja!

5. Imposter Content (Konten Tiruan)

7 Jenis Hoax Ini Bertebaran di Sekitar Kita, Pintar-Pintarlah Memilah!turnbackhoax.id

Sesuatu yang berbau tiruan juga merambah pada ranah informasi. Konten tiruan atau imposter content mendompleng ketenaran suatu pihak. Mereka membuat tiruan yang terlihat seolah asli agar dapat menipu masyarakat. Sudah banyak kasus semacam ini mencatut lembaga atau perusahaan resmi. Salah satunya dialami GOJEK.

Startup layanan transportasi ini dicatut namanya oleh pihak tak bertanggung jawab dalam layanan berbagi pesan. Peniru mengatasnamakan GO-JEK mengirimkan pesan berupa tautan voucher Gopay. Pihak GO-JEK sendiri telah membantah sedang mengadakan event bagi-bagi voucher  dan meminta masyarakat waspada terhadap akun tiruan. 

6. Manipulated Content (Konten Manipulasi)

7 Jenis Hoax Ini Bertebaran di Sekitar Kita, Pintar-Pintarlah Memilah!cekfakta.com

Kecanggihan teknologi memungkinkan sebuah informasi asli dimanipulasi untuk mengelabui bahkan memprovokasi pembaca agar percaya pada konten yang dibuat. Peristiwa semacam ini sering menimpa media-media besar yang beritanya disunting oleh tangan-tangan usil.

Penelusuran Turn Back Hoax lagi-lagi menemukan hal tersebut. Sebuah akun Facebook mengunggah potongan gambar judul berita beserta penulisnya. Setelah diselidiki, ternyata itu merupakan hasil edit dari artikel asli salah satu portal berita. Waduh, meresahkan sekali ya?

7. Fabricated Content (Konten Palsu)

7 Jenis Hoax Ini Bertebaran di Sekitar Kita, Pintar-Pintarlah Memilah!https://twitter.com/Official_TIMAH/status/1123498470755553280?s=20

Di antara jenis berita bohong lain, fabricated content termasuk konten dengan menciptakan informasi baru yang sama sekali tidak dapat dipercaya. Fabricated content berbahaya bila pembaca tidak cermat ketika mengakses informasi tersebut. Ada banyak contoh dari fabricated content. Informasi lowongan pekerjaan jadi salah satunya.

Mengatasnamakan salah satu PT Timah, oknum nakal memberikan informasi lowongan pekerjaan lengkap dengan posisi yang dibutuhkan serta alamat e-mail instansi. Namun, pihak perusahaan membantah informasi tersebut dan menekankan bahwa informasi resmi bisa didapat melalui situs serta sosial media resmi perusahaan milik negara tersebut.

Penyebaran hoax yang kian masif perlu jadi perhatian kita. Sudah sewajarnya kita lebih cermat dalam memilah informasi. Manfaatkan pula sarana cek informasi melalui situs resmi seperti Turn Back Hoax agar kamu terhindar dari kabar yang tidak jelas kebenarannya. 

Baca Juga: 7 Cara Mencegah Berita Hoax Menyebar, Millennials Harus Berkontribusi!

Topic:

  • Dewa Putu Ardita Darma Putera
  • Elfida

Berita Terkini Lainnya