Comscore Tracker

Diperingati Setiap 12 Desember, Ini Sejarah Hari Transmigrasi Nasional

Bukan hanya Harbolnas lho!

Kalau berbicara perihal tanggal 12 Desember maka ingatan langsung tertuju pada Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas). Namun, sejatinya ada satu perayaan yang jatuh di tanggal yang sama. Pada tanggal itu, Indonesia merayakan Hari Transmigrasi Nasional atau yang dikenal pula dengan Hari Bhakti Transmigrasi (HBT).

Meski pamornya tak sebesar Harbolnas, Hari Bhakti Transmigrasi sudah memasuki tahun ke-68 pada 2018 ini. Nah, buat kamu yang belum tahu sejarahnya berikut IDN Times hadirkan untukmu. 

1. Pencetus awal istilah transmigrasi

Diperingati Setiap 12 Desember, Ini Sejarah Hari Transmigrasi Nasionalwikipedia.org

Siapa tak kenal Ir. Soekarno? Bapak Proklamator dan Presiden pertama Indonesia ini ternyata punya andil di balik kemunculan istilah transmigrasi. Bung Karno pertama kali mengemukakan istilah tersebut pada 1927 dalam harian Soeloeh Indonesia. Ternyata istilah transmigrasi ini kembali dikemukakan namun melalui orang yang berbeda.

Adalah Wakil Presiden Pertama Indonesia, Mohammad Hatta, yang kembali menyebut istilah transmigrasi. Kali ini beliau menyebut istilah tersebut dalam Konferensi Ekonomi di Kaliurang Yogyakarta. Acara yang bersamaan dengan rapat Panitia Siasat Ekonomi itu berlangsung pada 3 Februari 1946. Adapun pada kesempatan itu Bung Hatta mengatakan bahwa transmigrasi berperan penting dalam mendukung pembangunan industrialisasi di luar Jawa.

2. Telah ada sejak masa kolonialisasi

Diperingati Setiap 12 Desember, Ini Sejarah Hari Transmigrasi Nasionalwikipedia.org

Pelaksanaan transmigrasi di tanah air telah ada sejak masa penjajahan. Ketika itu, transmigrasi dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda dengan latar belakang 'politik balas budi' yang digagas oleh Van Deventer.

Pada masa itu, transmigrasi dilakukan dengan tujuan ke pulau Sumatera. Lampung menjadi destinasi dengan jumlah transmigran yang mencapai 44.687 Kepala Keluarga (KK).

3. Alasan dipilihnya tanggal 12 Desember sebagai Hari Transmigrasi

Diperingati Setiap 12 Desember, Ini Sejarah Hari Transmigrasi Nasionalkemendesa.go.id

Dipilihnya tanggal 12 Desember sebagai Hari Transmigrasi bukanlah sebuah kebetulan. Hal tersebut berkaitan dengan resminya pemerintah Indonesia menyelenggarakan program transmigrasi pada 12 Desember 1950. Pada pelaksanaan yang pertama, pemerintah memberangkatkan 25 KK atau 98 jiwa. Dua lokasi tujuan transmigran ketika itu ialah Lampung sejumlah 23 KK dan Lubuk Linggau dengan 2 KK.

Baca Juga: Novelis Aprila Wayar Bicara Soal Transmigrasi dan Konflik di Papua

4. Peristiwa penting dalam sejarah transmigrasi tanah air

Diperingati Setiap 12 Desember, Ini Sejarah Hari Transmigrasi Nasionalkemendesa.go.id

Dalam sejarah transmigrasi di tanah air ada satu peristiwa yang dikenang hingga kini. Pada 11 Maret 1974 sebanyak 67 pionir transmigrasi asal Boyolali mengalami kecelakaan di Kali Sewo di Desa Sukra, Indramayu, Jawa Barat. Tiga orang berhasil selamat dalam kecelakaan bus itu. Adapun tujuan para transmigran itu adalah Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Rumbiya, Sumatera Selatan. 

Untuk mengenang para korban tiap tahunnya Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi Republik Indonesia (Kemendes PDTT) rutin berziarah Makam Pionir Transmigrasi di Desa Sukra, Kabupaten Indramayu. 

5. Berhasil membangun pertumbuhan ekonomi di luar Jawa

Diperingati Setiap 12 Desember, Ini Sejarah Hari Transmigrasi Nasionalkemendesa.go.id

Terselenggaranya program transmigrasi di Indonesia membawa dampak besar. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo dalam sebuah kesempatan mengatakan bahwa sejak berlangsung pertama kali pada 1950 program transmigrasi telah berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi luar Jawa. Itu dibuktikan dengan keberhasilan membangun lebih dari 1.100 desa definitif di luar Pulau Jawa, lebih dari 430 kecamatan, lebih dari 120 kota kabupaten, dan 2 ibukota provinsi.

Masyarakat di pulau Jawa pun masih antusias mengikuti transmigrasi utamanya yang berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Tujuan para transmigran pada program transmigrasi tersebar di 15 provinsi. Provinsi-provinsi penerima transmigran tersebut antara lain Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Maluku dan Maluku Utara. 

Baca Juga: 15 KK Warga Bali yang Akan Transmigrasi ke Sulawesi Tunggu Instruksi

Topic:

  • Pinka Wima

Berita Terkini Lainnya