Comscore Tracker

6 Novel Berlatarkan Benua Afrika, Angkat Isu Apartheid sampai KDRT 

Ada yang sudah sabet The Booker Prize  

Afrika adalah benua yang cukup kompleks. Dari segi keragaman etnik dan budayanya yang tinggi sampai bentang alamnya yang menantang, sampai konstelasi politiknya yang pelik. 

Mirisnya, beberapa negara Afrika dihantui kondisi politik dan ekonomi yang tidak stabil. Ini membuat tak banyak seniman asal Afrika dapat eksposur yang seharusnya. Sangat jarang kita menemukan film atau novel yang benar-benar merepresentasikan suara warga Afrika secara akurat. 

Kebanyakan film berlatar Afrika misalnya merupakan produksi Hollywood yang kebanyakan dibuat dari sudut pandang orang kulit putih asal Eropa atau Amerika Serikat. Beruntungnya, perlahan hal ini mulai bergeser. Makin banyak muda-mudi asli Afrika yang mendapatkan akses pendidikan lebih baik di luar negeri dan menghasilkan karya berkualitas, termasuk dalam ranah sastra.

Ternyata ada banyak buku fiksi berlatar Afrika yang mampu merebut perhatian audiens dunia. Beberapa bahkan memenangkan penghargaan sastra bergengsi macam The Booker Prize. Berikut rekomendasi novel Afrika yang bisa kamu buru. 

1. The Famished Road 

6 Novel Berlatarkan Benua Afrika, Angkat Isu Apartheid sampai KDRT novel The Famished Road (instagram.com/vintagebookdesign)

The Famished Road merupakan buku peraih The Booker Prize yang ditulis sastrawan asal Nigeria, Ben Okri. Novel klasik terbitan tahun 1991 ini dinarasikan oleh sosok bocah bernama Azaro. Bukan bocah biasa, Azaro dapat julukan "Abiku" yang menurut tradisi Nigeria adalah sebutan untuk anak yang berada di antara hidup dan mati. 

Julukan tersebut disematkan setelah Azaro mengalami mati suri. Buku setebal 500 halaman ini ditulis dengan gaya bahasa yang membuatmu seakan dibawa ke alam mimpi, tepat di antara realitas dan imajinasi. 

2. Petals of Blood  

6 Novel Berlatarkan Benua Afrika, Angkat Isu Apartheid sampai KDRT novel Petals of Blood (instagram.com/vintagebooks)

Petals of Blood diterbitkan Ngũgĩ wa Thiong'o pada 1977 dan masuk salah satu sastra klasik asal Afrika. Latarnya Kenya dengan genre misteri dan investigasi tiga kasus pembunuhan. Ada empat terduga pelaku yang akan kamu ikuti sudut pandangnya. Tak cuma perkara investigasi, dalam prosesnya pembaca akan diajak menyelami sistem dan strata sosial Kenya pascakolonial. 

Menariknya, sang penulis sempat mendekam di penjara selama beberapa tahun setelah menulis naskah drama dalam bahasa daerahnya, bukannya bahasa Inggris. Setelah bebas, ia tinggal di Amerika Serikat dan tetap aktif berkarya. 

3. Kololo Hill 

6 Novel Berlatarkan Benua Afrika, Angkat Isu Apartheid sampai KDRT novel Kololo Hill (instagram.com/picadorbooks)

Neema Shah merupakan keturunan imigran asal India yang lahir dan besar di India. Namun, leluhurnya sempat tinggal di Uganda pada tahun 1940-an dan diusir paksa ketika terjadi pergantian kekuasaan. Shah kemudian terinspirasi untuk menuliskan kisah kakek neneknya tersebut lewat Kololo Hill. 

Karakter dalam novelnya diberi nama Asha dan Pran, pasangan yang baru saja menikah dan sedang merintis bisnis. Namun, kondisi politik yang memanas memaksa mereka mengambil keputusan berat dan penuh risiko. 

4. The Bread the Devil Knead 

6 Novel Berlatarkan Benua Afrika, Angkat Isu Apartheid sampai KDRT novel The Bread The Devil Knead (instagram.com/myriadeditions)

The Bread The Devil Knead mengusung isu-isu kekerasan domestik dan feminisme. Atas karyanya ini, Lisa Allen-AGostini berhasil merebut nominasi Women's Prize for Fiction 2022.

Lakonnya adalah AletheaLopez, perempuan 40 tahunan yang sehari-harinya mengelola butik. Namun, di balik itu, ia harus berjibaku dengan suami yang sering berperilaku kasar dan meninggalkan bekas memar serta luka di tubuhnya. Novel laris ini berlatarkanPort of Spain, ibu kota Trinidad dan Tobago. 

5. The Promise 

6 Novel Berlatarkan Benua Afrika, Angkat Isu Apartheid sampai KDRT novel The Promise (instagram.com/europaeditions)

The Promise berhasil merebut gelar pemenang The Booker Prize pada 2021. Novel tipis ini cukup menarik karena mengeksplorasi hubungan antara warga kulit hitam dan kulit putih di Afrika Selatan. 

Premisnya tentang seorang kepala keluarga kulit putih yang menjanjikan tanah dan rumah pada pekerja kulit hitam yang sudah mengabdi padanya. Namun, sampai sang kepala keluarga tersebut meninggal, janji tersebut belum juga direalisasikan. 

6. Homegoing

6 Novel Berlatarkan Benua Afrika, Angkat Isu Apartheid sampai KDRT novel Homegoing (instagram.com/vintageanchorbooks)

Homegoing berkisah tentang dua kakak beradik bernama Effia dan Esi. Effia dinikahi oleh seorang pria Inggris dan derajat hidupnya pun terangkat naik. Tanpa ia ketahui, sang saudari, Essi ternyata diculik dan dibawa dalam kapal dari Ghana menuju Amerika sebagai budak. 

Novel ini kemudian akan terbagi dalam dua sudut pandang. Esi yang nantinya akan menetap dan membesarkan anak-anaknya di Amerika Serikat dan Effia yang bertahan di Ghana dan harus menghadapi perang saudara. 

Masing-masing novel berlatarkan negara berbeda dengan ragam isu sosial dan politik yang beragam pula. Deretan bacaan di atas bisa jadi media belajar sejarah Afrika yang asyik, nih. 

Dwi Ayu Silawati Photo Verified Writer Dwi Ayu Silawati

Pembaca, netizen, penulis

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Izza Namira

Berita Terkini Lainnya