Comscore Tracker

6 Rekomendasi Novel yang Promosikan Maskulinitas Positif

Makin banyak produk budaya pop yang mengadopsinya

Telinga kita pasti sudah akrab dengan istilah maskulinitas toksik atau jenis maskulinitas yang tidak disarankan karena menjadi sumber berbagai malapetaka. Tindakan ini bisa ditunjukkan dengan enggan mencari bantuan saat membutuhkan, tak sudi menunjukkan rasa takut dan sedih, hingga merasa superior dibandingkan perempuan. 

Sebagai lawannya, muncul ide-ide maskulinitas positif yang dikenal pula dengan istilah healthy masculinity. Dilansir Wilson, dkk dalam jurnalnya yang berjudul "Operationalizing Positive Masculinity: A Theoretical Synthesis and School-Based Framework to Engage Boys and Young Men", maskulinitas positif merujuk pada konsep yang mendorong laki-laki memanfaatkan apa yang melekat pada diri mereka (identitas, kekuatan, dan lainnya) untuk berkontribusi pada masyarakat secara positif. 

Wilson, dkk menambahkan bahwa maskulinitas positif memungkinkan laki-laki untuk terkoneksi, memiliki motivasi, dan menjadi pribadi yang autentik. Intinya laki-laki bisa mengambil banyak peran di masyarakat. Tidak harus selalu menjadi breadwinner dan yang terkuat, ia juga bisa mengambil peran lain yang lebih menunjukkan empati misalnya menjadi ayah dan lain sebagainya. 

Seiring dengan berkembangnya zaman, sudah mulai banyak orang yang mengadopsi konsep ini. Beberapa contohnya sudah dipromosikan lewat produk budaya pop seperti film dan buku. Deretan novel berikut dengan cerdasnya memberikan kita contoh nyata penerapan maskulinitas positif. 

1. The Taste of Sugar 

6 Rekomendasi Novel yang Promosikan Maskulinitas Positifnovel The Taste of Sugar (instagram.com/liverightpublishing)

Novel karya Marisel Vera ini berlatarkan awal abad ke-20 ketika Puerto Rico berada di bawah jajahan Amerika dan Spanyol. Hiduplah pasangan muda bernama Valentina dan Vicente. Kehidupan mereka tidak mudah dan masih diperparah dengan bencana alam yang merenggut segalanya. 

Sosok Vicente jadi contoh maskulinitas positif yang menarik. Meski hidupnya diliputi kemalangan, ia tidak berubah jadi sosok yang negatif dan keras. Justru segala cobaan itu membuatnya semakin menghargai keberadaan istri dan anak-anaknya. 

2. A Long Petal of the Sea 

6 Rekomendasi Novel yang Promosikan Maskulinitas Positifnovel A Long Petal of the Sea (instagram.com/penguinrandomhouse)

Hal sama juga bisa kamu temukan di novel A Long Petal of the Sea karya Isabel Allende. Cerita novel ini berkutat pada kehidupan Victor dan Roser, dua orang yang memalsukan pernikahan mereka demi bisa mendapatkan suaka ke Chile setelah kampung halaman mereka di Catalan hancur lebur karena perang saudara.

Maskulinitas positif ditunjukkan sang protagonis laki-laki, Victor. Ia digambarkan sebagai sosok yang menaruh respek tinggi pada Roser dan karakter perempuan lain dalam novel. Sebagai pasangan, Victor dan Roser memiliki derajat yang setara dan keduanya selalu berusaha berunding ketika harus membuat keputusan penting. 

3. A Little Life 

6 Rekomendasi Novel yang Promosikan Maskulinitas Positifnovel A Little Life (instagram.com/penguinrandomhouse)

Kamu juga pasti sudah cukup sering mendengar penyuka buku memberikan pujiannya pada novel A Little Life. Novel ini memotret persahabatan empat mahasiswa yang tinggal di New York dengan segala privilese dan keterbatasan masing-masing. 

Menariknya, Hanya Yanagihara dengan cerdas menyuguhkan gambaran realistis bagaimana laki-laki juga punya perasaan dan insecurity mereka sendiri. Karakter-karakternya juga kaya akan empati dan tak segan mengungkapkan perasaan mereka. 

Baca Juga: 6 Rekomendasi Novel Thriller Terjemahan dengan Plot Twist Menegangkan!

4. The Eight Mountains 

6 Rekomendasi Novel yang Promosikan Maskulinitas Positifnovel The Eight Mountains (instagram.com/harvillsecker)

Hal serupa bisa pula kamu temukan di novel The Eight Mountains. Diterjemahkan dari bahasa Italia, novel ini baru saja dirilis versi filmnya pada Mei 2022 lalu. Secara garis besar, ia merupakan eksplorasi psikologis dua kawan laki-laki yang bersahabat sejak kecil, Bruno dan Pietro. 

Sama dengan A Little Life, hubungan mereka tak lepas dari rasa tak aman dan gelisah sebagai konsekuensi budaya machismo yang menyelimuti mereka sejak kecil. Keduanya juga punya cara sendiri untuk mengekspresikan rasa simpati dan saling peduli. Apalagi latarnya Pegunungan Alpen yang megah. 

5. Signal Fires 

6 Rekomendasi Novel yang Promosikan Maskulinitas Positifnovel Signal Fires (instagram.com/aaknopf)

Signal Fires akan membawamu ke sebuah insiden tragis yang mengorbankan sekelompok remaja. Salah satu dari mereka selamat, tetapi hingga dewasa insiden ini terus menghantuinya.

Tak hanya berat untuknya, seorang dokter yang menangani mereka selepas kejadian pun terkena efek psikis yang tak kalah serius. Selain membahas trauma dan kesehatan mental, novel ini juga menjegal isu maskulinitas toksik. 

6. Call Me by Your Name 

6 Rekomendasi Novel yang Promosikan Maskulinitas Positifnovel Call Me by Your Name (instagram.com/macmillanreads)

Call Me by Your Name terpantau mempromosikan maskulinitas positif, terutama lewat ayah Elio yang dengan sabar dan lapang dada menerima sang putra apa adanya. Ini tentu berbeda dengan kebanyakan ayah lain yang menaruh harapan besar pada putra mereka untuk menjadi sosok yang kuat dan tak terkalahkan. Sudah difilmkan, sosok ayah di layar lebar benar-benar sesuai ekspektasi kita saat membaca novelnya. Sudah baca? 

Maskulinitas positif pasti akan membawa perubahan besar dalam hidup kita. Lebih damai dan nyaman tentunya. Keenam buku tadi bisa jadi inspirasi parenting juga, terutama bila hendak membesarkan anak dengan cara feminis dan maskulin yang positif. Tentunya, baca dengan pikiran terbuka dan saring mandiri mana yang kiranya sesuai dengan prinsipmu.

Baca Juga: 7 Novel Bahasa Inggris yang Membahas Isu Pertentangan Kelas

Dwi Ayu Silawati Photo Verified Writer Dwi Ayu Silawati

Pembaca, netizen, penulis

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Izza Namira

Berita Terkini Lainnya