Comscore Tracker

7 Pesan Moral dalam Novel Laut Bercerita, Diam-diam Menusuk!

Jangan mudah memercayai seseorang!

Laut Bercerita merupakan salah satu novel best seller hasil buah pikir seorang perempuan, Leila S. Chudori. Novel Laut Bercerita pertama kali terbit pada tahun 2017 ini menceritakan tentang kisah persahabatan, percintaan, kekeluargaan yang hangat, dan juga rasa kehilangan.

Dengan menggunakan latar waktu tahun 90-an dan 2000, Leila mampu menyajikan kisah yang begitu haru, tentang perjuangan aktivis untuk menegakkan keadilan saat era Orde Baru. 

Selain jalan ceritanya bagus dan bermakna, terdapat pesan moral di dalam novel Laut Bercerita yang bisa kamu petik untuk kehidupanmu. Simak di bawah ini penjelasannya!

1. Berhati-hatilah, jangan mudah untuk menaruh kepercayaan secara penuh

7 Pesan Moral dalam Novel Laut Bercerita, Diam-diam Menusuk!ilustrasi beberapa orang bercerita (pexels.com/Andrea Piacquadio)

"Pengkhianat ada di mana-mana, bahkan di depan hidung kita, Laut. Kita tak pernah tahu dorongan setiap orang untuk berkhianat .... Kita harus belajar kecewa bahwa orang yang kita percaya ternyata memegang pisau dan menusuk punggung kita. Kita tak bisa berharap semua orang akan selalu loyal pada perjuangan dan persahabatan." — Bram. 

"Aku hanya ingin kau paham, orang yang suatu hari berkhianat pada kita adalah biasanya orang yang tak terduga, yang kau kira adalah orang yang mustahil melukai punggungmu." — Bram.

Manusia adalah makhluk sosial sehingga selalu membutuhkan orang lain dalam melakukan berbagai macam aktivitas. Sebagai contoh, kamu kerap menginginkan orang lain untuk mendengarkan ceritamu, segala keluh kesahmu, atau bahkan tidak segan kamu menceritakan aibmu.

Akan tetapi, tidak sedikit orang yang menjadi tempatmu untuk menampung keluh kesah malah membagikan segala ceritamu kepada orang lain, padahal kamu ingin hanya dia yang mengetahui dirimu. Apakah kamu pernah merasakan hal tersebut? 

Jika memang benar, kamu pasti merasa kesal. Akan tetapi, terjadinya hal demikian bukan sepenuhnya salah orang tersebut. Tidak sepatutnya kamu menaruh kepercayaan secara penuh kepada orang lain sebab dia bisa saja malah mengkhianatimu.

2. Tidak ada yang bisa memprediksi kapan cinta datang

7 Pesan Moral dalam Novel Laut Bercerita, Diam-diam Menusuk!ilustrasi orang yang membentuk love dengan tangan (pexels.com/Hassan OUAJBIR)

"Cinta datang begitu saja, tanpa rencana, tanpa pengumuman. Dia lahir dan tumbuh sebagai reaksi pertemuannya dengan sekuntum bunga." — Naratama.

Cinta adalah salah satu misteri yang ada di dunia. Kapan cinta datang, alasan mengapa ada perasaan cinta, hingga kehilangan rasa cinta. Kamu tidak akan tahu, seperti halnya bentuk cinta yang sekadar niskala.

Cinta memang sangatlah misterius, bukan? Meskipun demikian, jangan pernah menyalahkan cinta sebab cinta adalah sebuah fitrah. Bersenang hatilah jika kamu masih merasakan atau memiliki cinta. Sungguh jika hidup tanpa ada cinta, ragamu akan seperti mayat hidup.

3. Berusahalah untuk menerima setiap keadaan

7 Pesan Moral dalam Novel Laut Bercerita, Diam-diam Menusuk!ilustrasi orang sedang lelah dengan keadaan (pexels.com/Liza Summer)

"Aku mungkin terdengar dingin, tetapi ada saatnya kita harus pasrah." — Asmara. 

Dalam hidup, tidak sedikit timbul rasa kecewa sebab timbul keadaan yang tidak sesuai dengan perkiraanmu. Kamu sudah pasti pernah merasakan hal tersebut. Tidak apa. Perasaan kecewa memang wajar. Akan tetapi, kamu harus berusaha untuk memahami bahwa pada dasarnya, segala keadaan ataupun hasil yang ada di dunia tidak bisa selalu mewujudkan keinginanmu. 

Kamu harus mengerti bahwa bukan kamu yang mengaturnya, kamu hanya bisa berencana. Jika rencanamu tidak terealisasikan dengan baik, maka tidak apa. Sebenar-benarnya pengatur rencana terbaik adalah Tuhan-mu. Jadi, kamu boleh kecewa, tetapi berusahalah untuk pasrah dan ikhlas dalam menerima setiap hal yang tidak sesuai dengan keinginanmu, oke?

4. Kenangan tidak bisa dihapus

7 Pesan Moral dalam Novel Laut Bercerita, Diam-diam Menusuk!ilustrasi orang sedang duduk sendiri (pexels.com/Pixabay)

" ... akan menyulitkanmu untuk menghapus segala sesuatu yang tak nyaman atau menyakitkan." — Laut.

Segala kenangan dari masa lalu, perihal kesedihan, perasaan menyakitkan, atau apa saja yang sesungguhnya tidak ingin kamu rasakan, akan tetap ada sampai kapan pun. Ketika helai-helai rambutmu yang perlahan memutih pun, segala kenangan tersebut masih ada, tersimpan rapi di dalam benakmu. Jika kamu tidak bisa mengingat kenangan tersebut, percayalah! Kenangan yang menyakitkan tersebut hanya mengendap, tidak benar-benar hilang.

5. Atasi setiap kenangan yang tidak diinginkan

7 Pesan Moral dalam Novel Laut Bercerita, Diam-diam Menusuk!ilustrasi orang duduk termenung (pexels.com/Pixabay)

"Peristiwa yang tak nyaman atau menyakitkan tak perlu dihapus, tetapi harus diatasi." — Asmara. 

Perkataan di atas memang benar. Jika ada kenangan-kenangan yang bagimu menyakitkan, kamu harus berusaha untuk mengatasi perasaan sakit yang timbul di hatimu. Kamu pasti bisa meski ada sedikit bantuan dari waktu. Akan tetapi, usahamu pun tetap diperlukan. Jangan pernah kamu berkata bahwa kamu tidak bisa mengatasi perasaan tersebut! Ingat, omongan juga termasuk doa.

Percayalah jika suatu saat nanti, di saat yang tepat, kamu akan merasa biasa saja jika kamu teringat tentang segala kenangan yang menyakitkan. Kamu akan merasa ikhlas sedikit demi sedikit. Hingga nanti, ketika kamu benar-benar sudah merasakan keikhlasan tertanam dalam hatimu, kamu tidak akan merasa sakit lagi. Intinya, kamu harus sabar, ya!

Baca Juga: 11 Novel Karya Andrea Hirata, Wajib Jadi Bahan Bacaanmu!

6. Jangan pernah menghapus kepercayaan kepada kebaikan

7 Pesan Moral dalam Novel Laut Bercerita, Diam-diam Menusuk!ilustrasi orang sedang membantu (pexels.com/cottonbro)

" ... dia mencoba meyakinkan kami bahwa kita tak boleh kehilangan kepercayaan pada kebaikan, betapa pun kami telah melalui hinaan dan kekejian." — Alex.

Di zaman sekarang ini, tidak sedikit kebaikan ataupun kejujuran terkalahkan oleh kejahatan juga kebohongan. Di mana pun kamu berada, kamu pasti menemukan hal semacam itu.

Akan tetapi, jangan pernah kamu berpikiran untuk berpaling dari kebaikan ataupun kejujuran sebab sesungguhnya kemenangan selalu mendampingi kedua hal tersebut. Mungkin di dunia kedua hal tersebut sering kali kalah, tetapi tidak di akhirat nanti. Jadi, pertahankan kepercayaanmu kepada kebaikan dan kejujuran, ya?

7. Selalu ada cahaya di setiap kegelapan

7 Pesan Moral dalam Novel Laut Bercerita, Diam-diam Menusuk!ilustrasi orang sedang berjalan (pexels.com/Bob Price)

"Gelap adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Pada setiap gelap, ada terang meski hanya secercah, meski hanya di ujung lorong." — Laut.

Kutipan perkataan di atas memang benar. Setiap orang pasti memiliki cahaya dan kegelapan di dalam hati, begitu pun kamu. Kamu memiliki kebaikan dan keburukan yang tersimpan dalam dirimu. Orang-orang di sekitarmu juga tidak berbeda denganmu. Di balik keburukan yang sangat banyak, pasti ada kebaikan yang terpendam di dalam. Sebaliknya pun seperti itu. 

Jika kamu tersesat dalam labirin kegelapan, kamu masih bisa menemui cahaya yang ada di ujung-ujungnya. Kamu masih pantas untuk memperbaiki diri agar menjadi lebih baik. Jadi, jangan pernah berpikiran bahwa kamu sudah tidak pantas lagi bertobat sebab ada begitu banyak dosa yang telah kamu lakukan! Kapan pun itu, kamu masih bisa kembali menjemput cahayamu. Tuhan sangat menyukai orang-orang yang bertobat, bukan?

Bagaimana? Dilihat dari pesan moral yang ada dalam novel Laut Bercerita saja sudah sangat menarik, bukan? Jadi, sekali lagi, deh. Tidak usah ragu-ragu untuk membaca salah satu novel karya Leila S. Chudori.

Baca Juga: 5 Novel Epic Saga selain The Hobbit, meski Tebal Gak Bikin Jengah 

Ervina Emma Wardani Photo Verified Writer Ervina Emma Wardani

an ailurophile.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Debby Utomo

Berita Terkini Lainnya