Comscore Tracker

5 Buku Puisi Karya Aan Mansyur yang Wajib Kamu Baca

Yang suka puisi merapat, yuk!

M. Aan Mansyur merupakan penulis puisi dan cerpen asal Bone, Sulawesi Selatan. Karyanya yang puitis mampu menghipnotis banyak orang. Bahkan, puisinya pernah dibacakan Rangga dalam film Ada Apa dengan Cinta 2.

Untuk kamu yang suka puisi, ada rekomendasi puisi karya penyair Indonesia, yaitu Aan Mansyur, yang akan menemanimu. Simak, yuk, di bawah ini!

1. Tidak Ada New York Hari Ini

5 Buku Puisi Karya Aan Mansyur yang Wajib Kamu BacaIlustrasi Buku Tidak Ada New York Hari Ini (instagram.com/ini_kolibri)

"Tidak ada puisi hari ini. Tidak ada puisi kemarin. Aku menghapus seluruh kata sebelum menuliskannya." - Tidak Ada New York Hari Ini

Siapa nih yang pernah mendengar puisinya Rangga di film AADC? Pastinya kamu akan menemukan puisi "Tidak Ada New York Hari ini" yang dibacakan olehnya.

Tidak Ada New York Hari Ini adalah buku kumpulan puisi dari Aan Mansyur yang terbit tahun 2016 silam. Dalam bukunya, terdapat ilustrasi yang estetik dengan dua bahasa yang cocok untuk kamu yang ingin membaca puisi dalam bahasa Inggris.

Ada 78 halaman dengan 31 judul yang akan mengaduk emosi dan membuatmu mengartikan kembali makna cinta yang sesungguhnya.

2. Melihat Api Bekerja

5 Buku Puisi Karya Aan Mansyur yang Wajib Kamu BacaIlustrasi Buku Melihat Api Bekerja (instagram.com/AanMansyur)

"Aku ingin melihat ibuku muda dan mudah tersenyum. Aku ingin menyimak seluruh kata yang tidak ia ucapkan. Aku ingin hari-harinya sibuk menebak siapa yang membuatku tiba-tiba suka bernyanyi di kamat mandi." - Melihat Api Bekerja

Selanjutnya ada buku kumpulan puisi Melihat Api Bekerja yang terbit tahun 2015 silam dengan 160 halaman.

Melihat Api Bekerja adalah kumpulan puisi yang seolah kamu sedang didongengkan dengan diksi dan rima yang indah. Apalagi, buku puisi ini dilengkapi dengan ilustrasi yang membuat hidup puisinya yang dibuat oleh Emte sehingga menambah kesan yang cantik, namun tegas. Kamu dapat menemukan banyak cerita dari setiap bait yang dipaparkan oleh Aan dengan sangat memesona.

Baca Juga: 5 Fakta Tidak Ada New York Hari Ini, Seri Ilustrasi Puisi Aan Mansyur

3. Cinta yang Marah

5 Buku Puisi Karya Aan Mansyur yang Wajib Kamu BacaIlustrasi Buku Cinta yang Marah (instagram.com/saptaarif)

"Suatu kelak sebelum salah satu diantara aku dan kau tersangkut maut, pada hari ulang tahun kau, ketika tidak ada pekerjaan kantor yang melarang kau cuti, aku akan mengajak kau menjadi tua renta, aku akan mengajak kau kembali anak-anak." - Cinta yang Marah

Cinta yang Marah bukan sembarang buku puisi yang bercerita tentang sepasang kekasih semata, melainkan mengulas tentang sejarah pergerakan revolusi yang terasa panas. Aan Mansyur mengabadikan reformasi 1998 dengan apik lewat bait yang disusunnya.

Selain itu, di dalam puisi tersebut dilengkapi dengan kliping artikel yang pernah dimuat pada koran tahun 1998 meskipun tidak semua isi artikelnya dapat dibaca dengan jelas.

4. Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau

5 Buku Puisi Karya Aan Mansyur yang Wajib Kamu BacaIlustrasi Buku Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau (instagram.com/lautanbukuu)

"Malam alangkah raya. segala perkara sudah tidur, kecuali namamu & pikiranku. namamu kaki-kaki hujan. pikiranku sungai yang tidak lelah berjalan." - Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau

Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau merupakan karangan Aan Mansyur selanjutnya yang terbit akhir tahun 2020 lalu. Bahkan, buku ini terpilih sebagai pemenang Kategori Puisi Kusala Sastra Khatulustiwa ke-21. Terdapat 41 puisi dalam bukunya, yang diselingi dengan beberapa kutipan dari penulis puisi terkenal di dunia, seperti Rebecca Solnit, bahkan Bertolt Brecht.

Seperti buku puisi lainnya, Aan Mansyur selalu menampilkan ilustrasi yang kali ini dibuat oleh Lala Bohang. Buku ini dianalogikan seperti kepedihan abadi. Menampilkan keresahan atas pikiran dalam diri sendiri, tentang cinta, rindu, dan kecewa, baik itu terhadap pasangan, keluarga, maupun orang lain.

5. Waktu yang Tepat untuk Melupakan Waktu

5 Buku Puisi Karya Aan Mansyur yang Wajib Kamu BacaIlustrasi Buku Waktu yang Tepat untuk Melupakan Waktu (instagram.com/rizki_reads)

"saat dia sekarat, maut 

menceritakan kepadanya

lelucon terbaik yang pernah

dia dengarkan,

 

lelucon yang sempurna

mencintai selera humornya

Yang menyedihkan."

- Waktu yang Tepat untuk Melupakan Waktu

Buku Waktu yang Tepat untuk Melupakan Waktu merupakan karya terbaru dari Aan Mansyur. Buku yang bahan dasarnya adalah pertanyaan-pertanyaan tentang hilangnya imajinasi bersama. Ada banyak pertanyaan yang Aan Mansyur tanyakan dalam buku ini. 

Ada 36 judul sajak dalam buku ini yang membuatmu terbuai oleh diksinya. Dalam bukunya ia menggandeng Wulang Sunu untuk memvisualisasikan sajaknya sehingga membuatnya hidup dan tambah indah.

 

Karya Aan Mansyur memang memikat dari diksinya. Kamu dapat menyelami makna dari bait-bait yang ditulis olehnya yang tentunya puitis abis. Selamat menikmati puisi, ya!

Baca Juga: 5 Buku Puisi dari Penyair Kenamaan Aan Mansyur yang Membuai Pembaca

sarah aisyah Photo Verified Writer sarah aisyah

Books, Poem, and Blue

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Atqo

Berita Terkini Lainnya