Comscore Tracker

Alur: Pengertian, Jenis, dan Tahapan 

Alur memudahkan penikmat karya untuk memahami cerita

Alur atau pemplotan merupakan unsur fiksi yang penting dalam sebuah karya sastra. Alur merupakan salah satu unsur intrinsik dalam sebuah cerita. Alur ini akan disusun melalui setiap tahapan unsur yang ada. Mulai dari tahap pengenalan hingga tahap akhir cerita.

Dalam sebuah cerita terdapat dua di dalamnya, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik merupakan suatu unsur yang bisa membantu membangun secara langsung yang terdapat pada sebuah karya. Sedangkan untuk ekstrinsik adalah unsur yang membangun suatu karya dari luar.

1. Pengertian alur

Alur: Pengertian, Jenis, dan Tahapan ilustrasi membaca buku (pexels.com/RF._.studio)

Alur cerita adalah rangkaian peristiwa yang disusun secara runut hingga membentuk sebuah cerita yang lengkap. Selain itu, alur cerita juga bisa disebut sebagai plot cerita yang mampu membuat sebuah cerita menjadi lebih utuh. Alur cerita yang baik harus bisa membuat para pembaca karya sastra memiliki rasa penasaran terhadap apa yang ada di dalam cerita tersebut, sehingga para pembaca memiliki rasa penasaran tersendiri untuk terus membaca karya sastra tersebut hingga selesai.

Menurut Sudjiman, alur adalah rangkaian peristiwa dan dijalin dengan seksama, yang menggerakkan jalan cerita melalui rumitan ke arah klimaks dan anti klimaks. Sedangkan Chatman menyatakan bahwa alur adalah tata urutan pemunculan peristiwa-peristiwa dalam cerita.

Baca Juga: 5 Manfaat Membaca Buku Non Fiksi, Memperkaya Informasi

2. Jenis-jenis alur

Alur: Pengertian, Jenis, dan Tahapan ilustrasi jalannya produksi film (pexels.com/Martin Lopez)

1. Alur Cerita Maju
Alur maju ini juga bisa disebut dengan istilah alur progresif. Hal ini karena memiliki arti aksi akan memuncak pada akhir cerita. Alur maju juga merupakan rangkaian peristiwa yang dimulai secara teratur dari bagian awal hingga bagian terakhir cerita.

Misalnya pada sebuah cerpen yang menceritakan tentang perjalanan hidup seseorang mulai dari masa kecil seorang anak kemudian tumbuh menjadi dewasa dan berakhir menjadi tua. Selain itu, konflik yang ada di dalam cerita pun konflik yang terjadi saat itu.

2. Alur Cerita Mundur
Alur cerita mundur atau biasa disebut dengan istilah regresif. Alur cerita mundur adalah kegiatan yang akan menceritakan tentang masa lalu dari tokoh yang diangkat dalam cerita tersebut.

Dalam alur cerita mundur proses menceritakan konflik akan disampaikan pada awal cerita dan nantinya akan mengarah ke arah mundur masa lalunya. Rangkaian peristiwa dalam sebuah karya akan diceritakan mulai dari masa lalu hingga ke masa kini dengan waktu yang tak tepat.

3. Alur Cerita Campuran
Alur cerita campuran merupakan gabungan dari alur maju dan alur mundur.

3. Tahapan alur

Alur: Pengertian, Jenis, dan Tahapan ilustrasi orang membaca buku (Pexels/bruce mars)

Secara umum, tahapan alur sebuah cerita dibagi atas beberapa bagian seperti berikut:

1. Orientasi atau Pengenalan Tokoh
Pada tahap orientasi ini biasanya memperkenalkan siapa saja tokoh yang akan ada di dalam cerita dan bagaimana lingkungannya. Selain itu, pada tahap orientasi ini juga akan ditunjukkan unsur dasar yang ada di dalam cerita tersebut. Contohnya adalah waktu kejadian, latar tempat dan bagaimana suasana yang digambarkan pada cerita.

Tujuan dari tahap orientasi ini adalah agar para penikmat karya bisa mengetahui siapa saja tokoh yang berperan dalam alur cerita tersebut, dimana tempat yang terjadi pada cerita tersebut serta bagaimana suasana yang berusaha dibangun oleh penulis dalam cerita.

2. Pengenalan Masalah atau Konflik
Pada tahap ini akan diperkenalkan bagaimana permulaan konflik. Di antaranya seperti penyebab terjadinya konflik tersebut. Pada tahap permulaan konflik ini diharapkan bisa membuat para penikmat karya akan penasaran dan terus mengikuti cerita tersebut.

3. Klimaks atau Puncak Konflik
Tahap ini merupakan puncak dari konflik yang sudah diperkenalkan tadi. Puncak konflik menjadi tahap yang paling ditunggu-tunggu oleh para penikmat karya. Puncak konflik biasanya diceritakan secara menegangkan dan membuat para penikmat karya penasaran dengan kelanjutannya.

4. Antiklimaks
Pada tahap ini ketegangan konflik yang dihadapi tokoh berangsur-angsur mereda. Tokoh yang ada di dalam cerita sudah mengetahui bagaimana cara menyelesaikan konflik tersebut. Biasanya, para penikmat karya akan menikmati antiklimaks dengan perasaan yang tidak bisa ditebak.

5. Penyelesaian
Tahap terakhir adalah penyelesaian berbagai masalah yang telah dihadapi oleh tokoh. Pada tahap ini, penikmat karya biasanya dapat memetik amanat atau pelajaran yang dapat diambil dari karya tersebut. 

Nah itulah berbagai informasi mengenai alur. Alur dalam cerita membantu para penikmat karya untuk memahami jalannya sebuah karya. 

Baca Juga: 5 Rekomendasi Buku Novel Fiksi Sejarah, Belajar Berbalut Sastra

Topic:

  • Seo Intern IDN Times
  • Pinka Wima
  • Retno Rahayu

Berita Terkini Lainnya