Comscore Tracker

Mengenal Kun Fayakun, Pahami Makna dan Dalilnya

Satu tanda kekuasaan Allah SWT

Kata kun fayakun tentu terdengar tidak asing di telinga para muslim dan muslimah. Kata ini menjadi bukti bahwa kuasa Allah SWT benar adanya dan Allah bisa melakukan apa pun jika Ia berkehendak serta mengucapkan kun fayakun. 

Kun fayakun menjadi tanda bahwa setiap muslim dan muslimah mempercayai Allah SWT dan tiada tuhan selain Allah. Tidak ada yang tidak mungkin, mari sama-sama kita kenali kata kun fayakun, makna, beserta dengan dalilnya.

1. Apa arti Kun Fayakun?

Mengenal Kun Fayakun, Pahami Makna dan DalilnyaIlustrasi Al-Qur'an (Pexels.com/RODNAE Productions)

Dalam paham Islam, kun fayakun menggambarkan suatu hal yang sudah dikehendaki oleh Allah SWT, maka akan benar-benar terjadi tanpa terkecuali. Tidak ada kuasa yang lebih hebat, selain kuasa Allah SWT. 

Dalam arti lain, kun fayakun mengajarkan umat Islam untuk percaya dan yakin akan kekuasaan Allah SWT. Jika Allah sudah mengatakan kun fayakun yang artinya "Jadilah!", maka semua yang tidak mungkin di mata manusia adalah sesuatu yang mungkin bagi Allah SWT.

Baca Juga: 5 Tanda-tanda Kebesaran Allah dalam Al-Quran yang Harus Diperhatikan

2. Dalil dalam Al-Qur'an

Mengenal Kun Fayakun, Pahami Makna dan DalilnyaIlustrasi baca Al-Qur'an (Pexels.com/RODNAE Productions)

Kata kun fayakun juga dijelaskan dalam beberapa surah di Al-Qur'an untuk menunjukkan kekuasaan Allah SWT seperti berikut:

1. QS An-Nahl ayat 40

Innama qauluna lisyai'in iza aradnahu an naqula lahu kun fa yakun

Artinya: "Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya:"kun (jadilah)", maka jadilah ia

2. QS Al-Mu'min ayat 68

Huwallazi yuhyi wa yumit, fa iza qada amran fa innama yaqulu lahu kun fa yakun

Artinya: "Dialah yang menghidupkan dan mematikan, maka apabila Dia menetapkan sesuatu urusan, Dia hanya berkata kepadanya: "Jadilah", maka jadilah ia.

3. QS Maryam ayat 35

Ma kana lillahi ay yattakhiza miw waladin sub-hanah, iza qada amran fa innama yaqulu lahu kun fa yakun.

Artinya: "Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya:"Jadilah", maka terjadilah ia.

4. QS Al-Baqarah ayat 117

Badi'us-samawati wal-ard, wa iza qada amran fa innama yaqulu lahu kun fa yakun.

Artinya: "Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" Lalu jadilah ia.

5. QS Al-Imran ayat 59

Inna masala 'isa 'indallahi kamasali adam, khalaqahu min turabin summa qala lahu kun fa yakun.

Artinya: "Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya:"Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia.

6. Surat Yasin ayat 82

Innama amruhu iza arada syai'an ay yaqula lahu kun fa yakun

Artinya: Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya: "Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu.

3. Keutamaan kata Kun Fayakun

Mengenal Kun Fayakun, Pahami Makna dan DalilnyaIlustrasi Al-Qur'an (Pexels.com/ali burhan)

Dengan mengenal dan memahami kata kun fayakun, kita semakin sadar bahwa Allah SWT adalah pemilik alam semesta dan apa pun yang dikehendakinya maka akan terjadi. Berikut adalah keutamaan dari kata kun fayakun.

1. Menyadari Allah pencipta alam semesta

Allah SWT adalah pencipta seluruh isi alam semesta. Apa pun yang dikehendakinya bisa terjadi dengan hanya sekejap mata. Kun fayakun semakin menyadarkan kita betapa dahsyat kuasa yang dimiiliki Allah SWT. 

وَهُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ بِٱلْحَقِّ ۖ وَيَوْمَ يَقُولُ كُن فَيَكُونُ ۚ قَوْلُهُ ٱلْحَقُّ ۚ وَلَهُ ٱلْمُلْكُ يَوْمَ يُنفَخُ فِى ٱلصُّورِ ۚ عَٰلِمُ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ ۚ وَهُوَ ٱلْحَكِيمُ ٱلْخَبِيرُ

Artinya: “Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. Dan benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan “Jadilah, lalu terjadilah”, dan di tangan-Nya-lah segala kekuasaan di waktu sangkala ditiup. Dia mengetahui yang gaib dan yang nampak. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui”. (Q.S. Al-An’am ayat 73).

2. Menyadari bahwa Allah yang menciptakan manusia

Manusia adalah bukti lain dari kehebatan Allah SWT. Kita yang berasal dari zat yang paling kecil bisa tumbuh dan memiliki kemampuan yang memang dimiliki oleh manusia.

إِنَّ مَثَلَ عِيسَىٰ عِندَ ٱللَّهِ كَمَثَلِ ءَادَمَ ۖ خَلَقَهُۥ مِن تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ

Artinya: ” Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.” (Q. S. Ali Imran: 59)

3. Membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin

Salah satu hal yang bisa dijadikan contoh adalah ketika kita merasa tidak layak dan tidak mampu menggapai mimpi-mimpi yang dipunya. Namun, Allah SWT dapat membuat mimpi-mimpi yang kita kira mustahil menjadi mungkin, asal kita sebagai manusia tetap berusaha dan berdoa. 

قَالَتْ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِى وَلَدٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِى بَشَرٌ ۖ قَالَ كَذَٰلِكِ ٱللَّهُ يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ ۚ إِذَا قَضَىٰٓ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ

Artinya: “Maryam berkata: “Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun”. Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah”, lalu jadilah dia.” (Q. S. Ali Imran: 47)

4. Merasakan jiwa yang tenang

Ketenangan jiwa berasal dari dalam diri, yang mana hal ini juga termasuk bagaimana kita berpikir tentang diri kita. Ketenangan tersebut juga bisa kita dapatkan dengan selalu mengingat nama Allah SWT dan yakin akan kebesaran dan kuasanya.

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

Artinya: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q. S. Ar Ra’ad: 28)

5. Memperkuat keimanan

وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِّمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۗ وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا

Artinya: “Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus. Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya” (Q. S. An Nisa: 25)

6. Mendapat kemuliaan

Dalam Hadits Riwayat Abu Daud juga dijelaskan mengenai manfaat membaca kun fayakun

“Siapa yang membaca Al-Qur’an dan beramal dengan isi kandungannya, dianugerahkan kedua ibu bapaknya mahkota di hari kiamat. Cahayanya (mahkota) lebih baik dari cahaya matahari di rumah-rumah dunia. Kalaulah demikian itu matahari berada di rumahmu (dipenuhi dengan sinarnya), maka apa sangkaan kamu terhadap yang beramal dengan ini (al-Qur’an).” (HR. Abu Daud).

7. Kemudahan dalam segala urusan

Dalam setiap doa yang dipanjatkan kita selalu meminta agar segala urusan yang kita kerjakan dapat dipermudah oleh Allah SWT. Dengan mengamalkan kata kun fayakun ke dalam kehidupan kita, semua yang kita anggap mustahil adalah sesuatu yang mungkin bagi Allah SWT.

وَمَنْ يُسْلِمْ وَجْهَهُ إِلَى اللَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى وَإِلَى اللَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ

Artinya: “Dan barang siapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan.” (Q. S. Luqman : 22)

Kun fayakun dapat menjadi pedoman kita sebagai manusia untuk terus yakin dan percaya akan kebesaran Allah SWT. Meskipun bagi kita tidak mungkin, namun Allah SWT akan membuatnya menjadi mungkin. 

Demikianlah penjelasan mengenai kun fayakun, makna, beserta dalil yang tertuang di dalam Al-Quran. Semoga kita selalu bisa melihat tentang kebesaran Allah SWT. 

Oleh: Srikandy Indah Karina S.B

Baca Juga: Mana Penulisan yang Benar, Masha Allah, Masya Allah, atau Masyaallah?

Topic:

  • Bella Manoban
  • Febriyanti Revitasari
  • Retno Rahayu

Berita Terkini Lainnya