Comscore Tracker

IWF 2020: Kenali 7 Tips Menjadi Penulis Kesayangan Editor

#IWF2020 Dear community writers, tunjukkan kesungguhanmu!

IDN Times Community adalah platform menulis nomor satu di Indonesia. Setiap harinya, platform generasi milenial ini menerima ribuan artikel dari community writers. Sayangnya, tidak semua artikel dapat menembus seleksi community editor yang super duper ketat.

Selama ini, banyak banget community writers yang mengeluh karena artikel yang tidak kunjung terbit. Nah, ternyata proses moderasi artikel itu kompetitif banget. Di hari ke 5 Indonesia Writers Festival 2020, ada enam editor kece nih, yang akan menjawab semua keresahanmu selama ini. Mereka adalah Merry, Yudha, Tita, Diana, Upik, dan Febri.

Di sesi pertama ini, para editor membongkar dapur penulisan dan membagikan resep rahasia agar tulisanmu bisa langsung terbit tanpa revisi. Ingin tahu apa saja? Kita langsung baca yuk!

1. Judul yang menarik

IWF 2020: Kenali 7 Tips Menjadi Penulis Kesayangan EditorYouTube/IDN Times

Judul adalah filter pertama kali yang dilirik oleh editor. Pemilihan kata yang menarik, kesesuaian topik, serta memerhatikan aturan tata berbahasa yang baik dan benar, akan membuat tulisanmu segera dimoderasi atau dikurasi. Diana, mengatakan bahwa judul yang spesifik adalah tipe tulisan yang disukai oleh para editor. Merry, juga menambahkan kalau masih banyak community writers yang menulis judul dengan huruf kapital. Wah, baca lagi panduannya yuk!

2. Tulisan yang berkualitas

IWF 2020: Kenali 7 Tips Menjadi Penulis Kesayangan EditorPexels/Ivan Samkov

Dalam sesi Editors Talk by Editor Community di Indonesia Writers Festival 2020, salah satu editor, Tita, mengatakan bahwasanya menulis di IDN Times itu bukanlah sebuah hal yang sulit. Dengan catatan kamu memahami PUEBI (Panduan Umum Ejaan Bahasa Indonesia) dengan baik, mengerti tutorial penulisan yang ada di dashboard,  serta meninjau kembali revisi yang disampaikan oleh editor. Artikel kamu dipastikan terbit jika kamu mengikuti ketentuan tersebut. Gampang banget kan?

3. Memerhatikan hal-hal kecil

IWF 2020: Kenali 7 Tips Menjadi Penulis Kesayangan EditorPexels/Anna Shvets

Para community writers, pasti menginginkan setiap artikel yang dikirim langsung diterbitkan kan. Namun, nyatanya masih banyak hal-hal kecil yang diabaikan begitu saja. Kamu tahu sendiri dong, kalau Tuhan memberkati para editor dengan mata setajam burung elang. Jadi coba deh perhatikan ketentuan foto, penggunaan tanda baca, dan penggunaan kalimat yang efektif dalam setiap tulisan.

Baca Juga: IWF 2020: 6 Kriteria Gambar Ini Bikin Artikel Cepat Dilirik Editor

4. Mencantumkan sumber informasi bila diperlukan

IWF 2020: Kenali 7 Tips Menjadi Penulis Kesayangan EditorPexels/fauxel

Kamu bisa menuliskan artikel bertema apapun di IDN Times. Mulai dari news world, life, food, entertainment, hype, sampai dengan opini. Namun, tulisan kamu harus didukung dengan sumber-sumber yang tervalidasi, tidak plagiat, dan bukan merupakan artikel terjemahan atau saduran. Di zaman yang sudah canggih ini, sangat mudah loh untuk membuktikan artikel plagiat. Hati-hati namamu ditandai sebagai plagiator oleh editor. Tidak mau kan kalau ini sampai terjadi?

5. Tidak mengambil gambar dari pinterest!

IWF 2020: Kenali 7 Tips Menjadi Penulis Kesayangan EditorPexels/Fauxels

Gambar menjadi pendukung artikel yang tidak kalah penting menjadi penilaian editor. Kamu bisa memperoleh gambar dari situs resmi seperti Pixabay, Pexels, dan Unsplash. Namun, kamu dilarang keras untuk mengambil gambar dari pinterest atau google images. IDN Times Community hanya menerima gambar dari sumber pertama.

6. Tidak melupakan paragraf penutup

IWF 2020: Kenali 7 Tips Menjadi Penulis Kesayangan EditorUnsplah/Jeeshots.com

Kamu juga harus menempatkan posisi sebagai seorang editor dalam setiap tulisanmu. Ada banyak ratusan artikel yang masuk ke IDN Times Community setiap harinya. Pastikan artikel yang kamu kirimkan sudah sempurna, artinya memiliki paragraf pembuka, isi, dan paragraf penutup. Pahami, bahwa ada ratusan orang yang mengirimkan tulisan setiap harinya. Bila, editor sudah baik melakukan revisi pada artikelmu, perhatikan hal tersebut di tulisan selanjutnya ya!

7. Periksa kembali sebelum mengirim tulisan

IWF 2020: Kenali 7 Tips Menjadi Penulis Kesayangan EditorUnsplash/Kaleidico

Meskipun pekerjaan ini tidak gampang, para editor berusaha untuk memberikan feedback sebanyak-banyaknya kepada community writers. Nah, kalau sudah begini kamu harus memeriksa kembali tulisanmu sebelum dikirim. Yudha, mengingatkan bahwa KBBI dan PUEBI adalah dua kitab suci yang wajib dipahami. Dan yang tidak kalah penting adalah ikuti gaya penulisan populer ala IDN times.

Tita juga menambahkan bahwa kamu tidak perlu terburu-buru dalam mengirim artikel. Artikel kamu tidak akan pergi kemana-mana. Asalkan kamu mengikuti peraturan penulisan, memahami revisi yang diberikan, maka artikel kamu akan tayang kok. Tenang aja!

Sebagai editor, mereka berenam menginginkan kemampuan menulis kamu bertumbuh dan semakin baik loh! Jadi, jangan ngeyel banget yah kalau direvisi hehe. Tetap semangat menulis yah!

IDN Times menggelar Indonesia Writers Festival 2020. Acara yang juga dikenal dengan IWF 2020 ini adalah pertemuan independen yang berkomitmen untuk memberdayakan Indonesia melalui bidang menulis. Acara dengan slogan Empowering Indonesians Through Writing ini dilangsungkan pada 21 hingga 26 September 2020 melalui zoom dan Youtube channel IDN Times.

IWF 2020 sendiri menghadirkan lebih dari 20 pembicara kompeten di berbagai latar belakang seperti Nadin Amizah, Sal Priadi, Agus Noor, Ivan lanin, Tsana, Kalis Mardiasih, dan masih banyak lainnya.

Baca Juga: IWF 2020: Ternyata Ini 5 Sebab Sepele Editor Ogah Publish Artikelmu! 

Sindi Alyasyahputri Photo Verified Writer Sindi Alyasyahputri

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya