Comscore Tracker

Nyindir Maksimal, 7 Peribahasa Dayak Ngaju Ini Sarat Nilai Kehidupan

Perangai-perangai buruk yang harus kamu ubah! #LokalIDN

Suku Dayak Ngaju merupakan suku asli Provinsi Kalimantan Tengah yang dikenal memiliki kebudayaan kental dan menjunjung tinggi adat istiadat. Bahkan dalam masyarakat modernnya, setiap aspek kehidupan masih lekat dengan petuah atau peribahasa yang diajarkan turun temurun.

Peribahasa-peribahasa ini tentunya menyimpan sindiran yang sarat akan nilai kehidupan, dan diyakini bisa jadi mesin pengingat untuk terus mengontrol diri. 

Berikut ini sederet peribahasa Dayak Ngaju yang bisa menyindir perangai buruk seseorang sampai ke level maksimal!

1. Karas nyahu tapi jatun ujan (keras petir tapi tanpa hujan)

Nyindir Maksimal, 7 Peribahasa Dayak Ngaju Ini Sarat Nilai Kehidupanpexels.com/Sora Shimazaki

Jangan jadi seseorang yang banyak omong, namun tidak ada buktinya. Itulah maksud dari peribahasa karas nyaho tapi jatun ujan ini. Orang dengan sifat ini biasanya juga aktif dalam diskusi debat, namun nyatanya minim ilmu.

Mungkin dari luar kamu akan kelihatan hebat karena pandai berbicara, namun hal itu seperti menipu diri sendiri dan suatu saat bisa jadi bumerang, lho.

2. Duan kulate, ilihi batange (ambil jamur, tinggalkan pohonnya)

Nyindir Maksimal, 7 Peribahasa Dayak Ngaju Ini Sarat Nilai Kehidupanpexels.com/Anna Shvetz

Jengkel dengan seseorang yang hanya mau enaknya saja? sindir dengan peribahasa duan kulate ilihi batange ini. Peribahasa ini juga bisa menggambarkan orang-orang yang selalu ingin cara instan dan tidak menghargai proses.

Banyak anak muda zaman sekarang yang tiba-tiba ingin sukses tapi kerjanya cuma ngeluh. Sayangnya, kesuksesan gak bisa datang tiba-tiba. Butuh keringat, darah, dan air mata, seperti lagunya BTS. Jangan mau hasilnya saja, tapi nikmati juga prosesnya.

3. Bisa bulue dia belange (basah kulit tidak belangnya)

Nyindir Maksimal, 7 Peribahasa Dayak Ngaju Ini Sarat Nilai Kehidupanpexels.com/Andrea Piacquadio

Peribahasa bisa bulue dia belange ditujukan menjadi nasehat untuk orang-orang yang hanya bekerja menggunakan otot, sehingga usahanya jadi sia-sia dan tidak mendatangkan hasil. Ternyata tenaga dan konsisten saja gak cukup, lho.

Kamu juga harus menggunakan otak dan mulai mencintai pekerjaanmu. Selain itu, kamu akan lebih bangga karena melihat sendiri kemampuanmu yang terus berkembang. Dijamin kerjaanmu gak akan sia-sia!

Baca Juga: Serupa tapi Tak Sama, 7 Kata Bahasa Banjar Ini Mirip Bahasa Tagalog

3. Aku raja, aku tamangung, aku damang (aku raja, aku temenggung, aku damang)

Nyindir Maksimal, 7 Peribahasa Dayak Ngaju Ini Sarat Nilai Kehidupanpexels.com/Sora Shimazaki

Peribahasa ini mengartikan perangai manusia yang tinggi hati dan sombong. Tidak masalah, kok, jika ingin menunjukan keistimewaan dalam diri, namun hal itu bukan berarti membuatmu pantas merasa lebih tinggi dari orang lain.

Kesombongan gak akan menghantarkanmu ke tempat yang lebih baik. Hal itu justru malah membuat orang-orang sekitar terluka, dan akhirnya kamu kehilangan banyak teman ataupun pekerjaan.

4. Kalah batang awi sampange (kalah sungai karena anak sungainya)

Nyindir Maksimal, 7 Peribahasa Dayak Ngaju Ini Sarat Nilai Kehidupanpexels.com/Mauricio Mascaro

Peribahasa ini berarti hilang arah semula karena ulah kemudian. Bisa juga dipakai untuk orang-orang yang kehilangan segalanya dipuncak kejayaan. Entah itu karena kejadian tak terduga, karena salah memilih pergaulan, ataupun karena prilaku dan perkataan.

Saat kamu sudah menentukan impian, usahakan untuk terus mengontrol diri dan fokus agar tidak keluar jalur. Jangan sampai kerikil kecil membesar jadi batu sandungan. Gak mau, kan, sampai kalah batang awi sampange?

5. Bakas-bakas bua rangas (tua-tua buah rengas)

Nyindir Maksimal, 7 Peribahasa Dayak Ngaju Ini Sarat Nilai Kehidupanpexels.com/Andrea Piacquadio

Gak ada salahnya, kok, punya usia tua namun masih berjiwa muda. Namun peribahasa bakas-bakas bua rangas ini digunakan dengan konotasi negatif untuk menyindir perangai orang tua yang bertingkah bagai remaja puber.

Perubahan prilaku ini sering bikin orang sekitar kesal, mulai dari tebar pesona sana sini, sering keluyuran, bahkan moodnya berubah ubah macam anak ABG.

6. Kilau danum huang dawen kujang (seperti air dalam daun talas)

Nyindir Maksimal, 7 Peribahasa Dayak Ngaju Ini Sarat Nilai Kehidupanpexels.com/Vera Arsic

Peribahasa yang satu ini memiliki arti dalam, yaitu janganlah menjadi pribadi yang susah dinasehati dan menganggap diri sendiri paling benar. Jangan sampai kamu terbiasa menjadi air dalam daun talas, yang artinya tidak bisa menerima pikiran orang lain. Karena ajaran yang baik tentu tak berguna bagi orang yang tidak mau menerimanya, bukan?

Nah, itulah tujuh peribahasa dayak yang nyindir sampai level maksimal. Hal itu tentunya harus kamu jadikan sebagai motivasi untuk terus mawas diri, ya!

Baca Juga: 6 Kata Bahasa Minang dan Banjar Ini Sama tapi Berbeda Makna

Yellow Submarine Photo Verified Writer Yellow Submarine

Here comes the sun, and I say it's all right

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Berita Terkini Lainnya