Comscore Tracker

6 Founder Startup Indonesia yang Mengenyam Bangku Kuliah di Amerika Serikat

Ini dia 6 orang yang terinspirasi dan berhasil membuat startup unggulan di Indonesia!

Amerika Serikat merupakan salah satu destinasi kuliah terpopuler untuk orang Indonesia. Ternyata, tidak sedikit mahasiswa yang menempuh pendidikan di Negeri Paman Sam tersebut berhasil mendapatkan wawasan baru mengenai industri startup. Industri startup di Amerika sendiri sudah sangat modern, apalagi bila dibandingkan ekosistem di Indonesia.

Hal ini pun berhasil memberikan inspirasi bagi orang Indonesia yang kemudian rela kembali untuk merintis startup sendiri di tanah kelahirannya. Di antara banyak orang, ada 6 tokoh yang selain kembali ke negara asal, juga berhasil mendirikan startup yang besar. Ini ulasannya:

Andry Suhaili (PriceArea) - The Art Institute of California, Los Angeles

6 Founder Startup Indonesia yang Mengenyam Bangku Kuliah di Amerika SerikatTech in Asia ID

Andry Suhaili termasuk siswa yang memutuskan untuk menempuh pendidikan tinggi di luar negeri. Andry merupakan CEO dan founder PriceArea. Ia meneruskan SMP dan SMA-nya di Singapura, dan kemudian mengambil gelar sarjana di The Art Institute of California, Los Angeles, Amerika Serikat.

Dari cerita Andry, menempuh pendidikan di 3 negara yang berbeda cukup terasa berat. Ia harus beradaptasi dengan teman baru yang berbeda budaya dan cara pandang, dengan sistem belajar yang berbeda di masing-masing negara.

Dengan populasi sebanyak 4 juta orang, Los Angeles adalah kota terbesar di California dan kota terbesar kedua di Amerika. Kota ini adalah pusat kegiatan bisnis internasional, pendidikan, budaya, fashion, sains, teknologi, dan panggung hiburan. The Art Institute of California sendiri terletak di Santa Monica, yaitu area metropolitan dari Los Angeles.

Jason Lamuda (BerryBenka) - Columbia University, Amerika Serikat

6 Founder Startup Indonesia yang Mengenyam Bangku Kuliah di Amerika SerikatDaily Social

Kamu suka belanja di BerryBenka? CEO dan founder dari BerryBenka, Jason Lamuda, merupakan lulusan dari Columbia University yang merupakan universitas ternama di Amerika Serikat. Dari sana, Jason mengawali karir, pada tahun 2008 ia bekerja selama 2 tahun sebagai Business Analyst di McKinsey & Company.

Setelah keluar dari McKinsey & Company, ia kemudian mendirikan Disdus bersama temannya Ferry Tenka. Pada tahun 2011, Disdus kemudian diakuisisi Groupon tahun 2011. Setelah sukses bersama Disdus, Jason kemudian merintis BerryBenka dari nol.

Didirikan pada tahun 1754 dan berlokasi di New York, Columbia University tempat Jason menempuh pendidikan Masternya. Universitas ini punya dua kampus utama: satu di kawasan Morningside Heights dan satunya di Washington Heights.

Selain itu, universitas ini juga punya 3 sekolah tinggi untuk S1, 13 jurusan pascasarjana dan sekolah profesi, dan sekolah studi lanjutan. Program riset terdapat di jurusan Kedokteran, Sains, Seni dan Humaniora. Sedangkan program akademisi ada di bidang Seni dan Sains, Bisnis, Kedokteran, Jurnalistik, Pekerjaan sosial, Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat.

Adi Kusma (Biznet Networks) - Oregon State University, Amerika Serikat

6 Founder Startup Indonesia yang Mengenyam Bangku Kuliah di Amerika SerikatMaxmanroe

Adi Kusma menyelesaikan kuliahnya pada tahun 1998 di Oregon State University, Amerika Serikat. Setelah itu ia memulai pekerjaannya sebagai programmer, dan dari sanalah ia mendapatkan ide untuk membuat perusahaannya sendiri, yaitu Biznet Networks.

Biznet merupakan perusahaan yang fokus di bidang telekomunikasi dan multimedia. Perusahaan ini memiliki komitmen untuk membangun infrastruktur modern dengan tujuan mengurangi kesenjangan digital Indonesia dengan negara berkembang lainnya.

Oregon State University didirikan pada tahun 1858, awalnya didirikan hanya sebagai perguruan tinggi pertanian negeri Oregon. Program studi favorit di sini di bidang Teknik, Sains Lingkungan, Kehutanan, Teknik Nuklir, Ekologi, Kesehatan Masyarakat, Biokimia, Zoologi, Oseanografi, Ilmu Pangan dan Farmasi. Fakultas Seni Liberal.

Adi Kusma sendiri mengambil program studi di bidang Teknik saat ia berkuliah di Oregon State University. Mau seperti Adi Kusma? Tidak perlu tunggu kuliah, mulai dari SMA kamu juga sudah bisa mengambil program pertukaran ke luar negeri, yaitu dengan The Kennedy-Lugar YES Program.

Danny Wirianto (MindTalk) - Kendall College, Amerika Serikat

6 Founder Startup Indonesia yang Mengenyam Bangku Kuliah di Amerika SerikatTech in Asia ID

Ada yang tahu MindTalk? Founder perusahaan ini, Danny Wirianto, mengambil jurusan seni rupa di Amerika Serikat. Dari cerita Danny, di masa awal kuliah, ia juga mengambil kerja paruh waktu sebagai office boy untuk membiayai kebutuhan hidupnya. Ia bersyukur kalau ia bisa belajar dengan baik di bawah sistem pendidikan Amerika.

Sadar kalau ia tidak bisa mendapatkan lebih banyak uang dari menjadi office boy, ia mencoba mencari penghasilan lain dengan mengajar. Akhirnya, ia lulus dengan mendapatkan penghargaan dari universitasnya.

Kendall College of Art and Design, tempat Danny menempuh pendidikan, didirikan pada tahun 1934 dan berlokasi di Chicago, Illinois. Program studi yang ditawarkan di universitas ini adalah Hospitality Management, Kuliner, Bisnis, dan Pendidikan Sekolah Dasar.

Ada lebih dari 4,000 mahasiswa yang menempuh pendidikan di Kendall College setiap tahunnya. Fasilitas di kampus ini juga lengkap, ada layanan kesehatan mahasiswa, layanan konseling, hall, dan lab komputer.

Johannes Ardiant (Konsula) - Harvard College, Amerika Serikat

6 Founder Startup Indonesia yang Mengenyam Bangku Kuliah di Amerika SerikatJakarta Post

Konsula merupakan pemain baru di ranah startup kesehatan. Startup ini menyediakan layanan untuk mencari dokter dan meluncurkan software untuk mengelola tempat praktik bagi para dokter. 3 pendirinya ternyata merupakan lulusan dari universitas bergengsi di Amerika Serikat, salah satunya Johannes Ardiant.

Ia mengambil program Master in Public Policy di Harvard University's John F. Kennedy School of Government, Amerika Serikat, dan menyelesaikannya pada tahun 2015. Harvard College tempat Johannes menempuh pendidikan, didirikan pada tahun 1636. Kampus utama Harvard berada di Cambridge dan Boston.

Program studi di universitas ini tersebar di Fakultas Seni dan Sains, Sekolah Bisnis, Sekolah Desain, Sekolah Keagamaan, Sekolah Pascasarjana Pendidikan, Sekolah Pemerintahan JFK, Sekolah Hukum, Sekolah Kedokteran dan Sekolah Kesehatan Masyarakat. Selain menyelenggarakan pendidikan jenjang sarjana, pascasarjana, dan profesi, universitas ini juga punya program studi lanjutan dan summer program (program musim panas).

Nadiem Makarim (Go-Jek) - Harvard College, Amerika Serikat

6 Founder Startup Indonesia yang Mengenyam Bangku Kuliah di Amerika SerikatSWA

Selain Johannes, ada Nadiem Makarim yang juga merupakan lulusan dari Harvard College. lho. Siapa yang tidak mengetahui founder start-up yang satu ini? Yup, Nadiem adalah founder dari Go-Jek, perusahaan teknologi di bidang transportasi yang telah banyak digunakan oleh masyarakat di sejumlah kota besar di Indonesia.

Nadiem mengawali sekolah dasar di Jakarta, menempuh pendidikan SMA di Singapura, mengambil jalur sarjana di Brown University, Amerika Serikat. Kemudian, ia mengambil gelar MBA (Master of Business Administration) di Harvard Business School. Mau S2 di luar negeri seperti Nadiem, kamu bisa coba program beasiswa Fulbright untuk kuliah S2 dan S3 di Amerika gratis.

Wah, asik bukan? Bisa kuliah di luar negeri dan membangun bisnis di Indonesia. Kamu punya cita-cita seperti ini? Tidak perlu ragu, semua orang bisa kuliah di luar negeri kok. Ada banyak program beasiswa yang ditawarkan di luar negeri, termasuk beasiswa dari universitas unggulan seperti diatas.

Salah satunya adalah Arryman Fellows Award untuk kuliah di Amerika Serikat. Apakah ada universitas lainnya yang tidak kalah keren? Ayo diskusikan di kolom komentar.

Mau karya tulismu diterbitkan oleh IDNtimes.com?

6 Founder Startup Indonesia yang Mengenyam Bangku Kuliah di Amerika Serikatcommunity.idntimes.com

Yuk, tulis karya tulismu melalui IDNtimes Community! Cari tahu gimana cara submit artikelmu di sini.

Yese Mia Photo Community Writer Yese Mia

I'm a cheerful blogger! I'm interested in education, interior, animal, fashion, and lifestyle. Contact me: yesemia24@gmail.com

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Ernia Karina

Just For You