Comscore Tracker

Unsur Intrinsik Cerita Pendek sebagai Pembangun Karya

Unsur ini terdiri dari tujuh macam, sudah tahu?

Cerita pendek sudah diperkenalkan sejak duduk di bangku sekolah dasar melalui mata pelajaran bahasa Indonesia. Kala itu, guru memberikan tugas untuk membuat karangan pendek tentang libur sekolah. Karya sastra yang juga disebut cerpen ini cukup digemari oleh berbagai kalangan masyarakat. Terlebih lagi, cerita pendek tidak boleh dianggap remeh sebab dapat memberikan manfaat, di antaranya meningkatkan daya imajinasi, memperkaya perbendaharaan kata, memperluas wawasan, dan memberikan kesan yang mendalam.

Namun, sudahkah kamu tahu apa itu cerita pendek? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, cerita pendek adalah kisahan pendek (kurang dari 10.000 kata) yang memberikan kesan tunggal yang dominan dan memusatkan diri pada satu tokoh dalam satu situasi (pada suatu ketika). Dengan kata lain, jenis prosa yang berfungsi sebagai sarana penghibur bagi para pembaca ini memiliki jumlah kata yang tidak lebih dari 10.000 kata.

Meskipun dikemas secara pendek, keunikan dan kualitas sebuah cerita pendek perlu dipikirkan dengan matang guna memikat para pembaca. Jika kamu ingin atau sedang membuat cerita pendek, maka kamu perlu mengetahui unsur intrinsik yang berkedudukan sebagai unsur pembangun karya. Yuk, simak penjelasan berikut!

Baca Juga: Cerita Danau Toba, Legenda dengan Pesan Moral untuk Manusia

1. Pengertian unsur intrinsik dan perannya dalam cerita pendek

Unsur Intrinsik Cerita Pendek sebagai Pembangun KaryaIlustrasi seorang perempuan sedang membaca cerita pendek. (unsplash.com/Perfecto Capucine)

Sebelum membuat karya sastra, alangkah baiknya mengetahui fondasi sebagai bahan untuk menciptakan sebuah karya. Begitu pula dengan cerita pendek, unsur-unsur yang terkandung di dalamnya wajib diketahui, yang tidak lain ialah unsur intrinsik. Lantas, apa itu unsur intrinsik dan bagaimana perannya dalam cerita pendek?

Unsur intrinsik cerita pendek adalah unsur yang membentuk cerita pendek menjadi satu kesatuan utuh. Dengan kata lain, unsur ini memiliki kepaduan antarberbagai unsur yang terdapat di dalamnya, yang akhirnya mampu membangun inti dari cerita. Dengan demikian, unsur intrinsik berperan sebagai pembangun karya sastra tersebut menjadi berwujud.

2. Cerita pendek tidak akan hidup tanpa adanya unsur intrinsik sebagai pembangun karya

Unsur Intrinsik Cerita Pendek sebagai Pembangun KaryaIlustrasi seorang perempuan sedang mencatat unsur-unsur intrinsik dalam cerita pendek. (unsplash.com/Thought Catalog)

Unsur intrinsik memiliki peranan yang esensial sebab cerita pendek tidak akan hidup tanpa adanya unsur pembangun. Maka dari itu, setelah mengetahui pengertian dan peran unsur intrinsik, pelajari juga macam-macam unsur intrinsik dalam cerita pendek, seperti berikut ini:

  • Tema merupakan gagasan pokok atau ide pikiran dalam membuat suatu cerita. Jika diibaratkan sebuah rumah, maka tema adalah fondasinya yang dijadikan sebagai sumber cerita. Pemilihan tema juga perlu diutamakan sebab tema yang menarik akan memberikan nilai lebih pada cerita tersebut.
  • Tokoh dan penokohan tidak terpisahkan. Pengertian tokoh adalah orang yang menjadi pelaku, sementara penokohan menggambarkan bagaimana karakter atau watak tokoh yang dikisahkan dalam cerita. Jika dilihat dari wataknya, tokoh dibagi menjadi tiga, yaitu tokoh protagonis yang berwatak positif dan biasanya digambarkan pada tokoh utama, tokoh antagonis yang berwatak buruk sebagai tokoh penentang atau lawan dari tokoh utama, dan tokoh protagonis yang bersifat netral sebagai tokoh penengah antara tokoh protagonis dan antagonis.
  • Alur/plot adalah rangkaian peristiwa yang menggerakkan jalan cerita dari awal, tengah, hingga mencapai klimaks dan akhir cerita. Alur dibagi menjadi alur maju atau sesuai dengan urutan waktu kejadian, alur mundur atau flashback, serta alur campuran antara alur maju dan alur mundur.
  • Latar/setting dalam cerita pendek harus jelas di mana tempat berlangsungnya, kapan waktu terjadinya, dan bagaimana suasana serta keadaan ketika cerita berlangsung. Dari penjelasan tadi diketahui bahwa latar digolongkan menjadi tiga, yakni latar tempat, latar waktu, dan latar suasana.
  • Sudut pandang merupakan cara seorang pengarang dalam menyampaikan sebuah cerita agar tampak lebih hidup. Biasanya pengarang akan bertindak sebagai orang pertama atau orang ketiga. Sudut pandang orang pertama ditandai dengan penggunaan kata ganti orang pertama, seperti aku, saya, atau kami. Sementara sudut pandang orang ketiga ditandai dengan penggunaan kata ganti orang ketiga, misalnya dia, mereka, atau nama tokoh.
  • Gaya bahasa disampaikan dengan penggunaan majas atau bahasa kiasan yang dapat menimbulkan konotasi tertentu dan bertujuan untuk menciptakan kesan imajinatif bagi para pembaca.
  • Amanat ialah pesan atau nasihat yang ingin disampaikan pengarang melalui karyanya berupa nilai-nilai yang bisa dijadikan contoh.

Jadi, unsur intrinsik cerita pendek merupakan unsur yang terdapat di dalam cerita yang berfungsi sebagai unsur pembangun karya itu sendiri. Unsur ini mencakup tema, tokoh dan penokohan, alur/plot, latar/setting, sudut pandang, gaya bahasa, dan amanat.

Baca Juga: 5 Trik Menulis Cerpen untuk Diikutkan Lomba, Auto Dilirik Juri!

Yeoli Choco Photo Verified Writer Yeoli Choco

No need to rush, just enjoy the process, and never give up!✌🏻

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Merry Wulan

Berita Terkini Lainnya