Comscore Tracker

5 Dampak Buruk Akibat Keseringan Posting Foto Anak di Media Sosial

Bisa berakibat fatal

Menjadi orangtua tentu merupakan impian setiap pasangan suami istri di seluruh penjuru dunia. Makanya gak heran, bila setelah sang buah hati lahir, fokus ayah dan ibu, jadi terpusat pada bayi mungil tersebut. Setiap pergerakan, aktivitas, serta tingkah polah lucunya, gak pernah luput dari
pantauan.

Apalagi di era serba digital seperti sekarang ini, banyak orangtua muda yang berlomba-lomba "memamerkan" anak-anak mereka melalui bidikan kamera di media sosial. Bahkan, tak sedikit orangtua yang sengaja membuatkan akun pribadi untuk bayinya. Seperti yang dilakukan oleh artis-artis dan dalam maupun luar negeri. Nah, jika kamu salah satu orangtua muda yang hobi memposting foto atau video anak kamu di jejaring sosial, coba deh renungkan dulu dampak buruknya berikut ini.

Bukannya gak boleh upload foto anak di instagram atau facebook, hanya saja jika keseringan justru efeknya bisa fatal buat si anak juga. Gak percaya? Yuk simak ulasannya di bawah ini.

1. Dapat melukai perasaan orang yang gak seberuntung kamu

5 Dampak Buruk Akibat Keseringan Posting Foto Anak di Media Sosialunsplash.com/ Sharon McCutcheon

Mungkin niatmu posting foto anak, hanya sekedar untuk membuat album digital buat dia. Tak ada maksud untuk pamer atau sengaja membuat orang lain tidak nyaman. Tapi belum tentu, semua orang berpikir positif seperti itu, lho. Bayangkan jika ada temanmu yang sudah lama menikah, tapi belum juga dikaruniai momongan.

Melihat kamu tiap hari upload foto dan video anak, membuat hatinya sesak karena rasa iri. Gak bisa disalahkan juga, karena memang gak ada yang salah di antara kalian. Hanya saja tak ada salahnya menjaga perasaan orang lain kan?

2. Memancing tindak kejahatan

5 Dampak Buruk Akibat Keseringan Posting Foto Anak di Media Sosialunsplash.com/ Aleksandar Popovski

Tidak menutup kemungkinan, jika sering posting foto anak di media sosial, bisa menimbulkan tindak kejahatan. Sederhananya saja, foto anak kamu bisa di unggah ulang oleh orang tak dikenal, kemudian dijadikan bahan iklan, atau bahkan meme untuk lucu-lucuan. Lebih parahnya lagi, foto atau video tersebut dapat memancing tindak kejahatan yang lebih parah, yakni penculikan, dan jual beli anak. Nah lho, gak mau kan sampai hal buruk itu menimpa keluargamu?

3. Kamu akan lebih fokus mengabadikan momen ketimbang menjaga anakmu dengan baik

5 Dampak Buruk Akibat Keseringan Posting Foto Anak di Media Sosialunsplash.com/ The Honest Company

Sekali sudah ketagihan posting tingkah polah anak di instagram, kamu akan merasa ketagihan, dan rasanya ada yang kurang kalau gak upload sehari saja. Padahal tiap menit, ada saja kelakuan anak yang lucu dan menggemaskan. Jadi sayang kalau dilewatkan begitu saja. Karena terlalu fokus mengabadikan momen lucunya, kamu malah lupa untuk menjaga si buah hati dengan baik.

Misalnya saat dia sedang belajar berdiri, saking senangnya kamu jadi ingin buru-buru mengambil ponsel dan memotretnya, alhasil saat dia terjatuh, atau terkena sesuatu kamu jadi lamban menanganinya. Bisa fatal juga lho akibatnya.

Baca Juga: Apa yang Terjadi jika Media Sosial Menghilang? Pernah Kepikiran?

4. Sejak kecil, dia tidak mengenal apa itu privasi

5 Dampak Buruk Akibat Keseringan Posting Foto Anak di Media Sosialunsplash.com/ Sharon McCutcheon

Mungkin saat masih balita, anakmu gak mengerti dan senang-senang saja difoto oleh orangtuanya. Dia juga gak mempermasalahkan, fotonya saat hanya memakai popok dilihat banyak orang. Tapi beda cerita saat dia sudah mulai besar, dan bisa mengerti rasa malu dan canggung, tentu saja jejak digital itu bisa membuatnya risi. Sejak kecil dia sudah kehilangan privasi. Apalagi saat sudah besar kekonyolan semasa anak-anak dulu, masih suka dibahas oleh saudara-saudara atau teman orangtuanya saat mereka bertemu.

"Aduh, si anak popok sekarang sudah gede ya, gantengnya."


Meskipun kalimat di atas gak mengandung maksud buruk, tapi tentu saja dia akan merasa malu dong. Sebutan "si anak popok" bisa melukai perasaannya, apalagi jika itu sampai dijadikan bahan bercandaan berulang-ulang.

5. Memancing komentar buruk yang tak diinginkan

5 Dampak Buruk Akibat Keseringan Posting Foto Anak di Media Sosialunsplash.com/ Sean Roy

Banyak orang suka memberikan komentar pada status foto yang dianggapnya menarik. Tak terkecuali dengan foto-foto atau video anakmu yang terpajang di media sosial. Ragam komentar dari mulai yang positif hingga negatif, bisa muncul di sana. Kalau komentar postif, tentu kamu bakal senang membacanya, tapi jika itu negatif? Rasanya bisa sangat menjengkelkan. Misalnya, beberapa komentar menuliskan kalau cara mengendong bayimu salah. Atau pergerakan motorik anakmu yang dianggap gak sesuai dengan umurnya. 

Memang bisa saja kamu mematikan komentar di foto tersebut, tapi ketika bertemu secara langsung, mereka bisa jadi mengungkapkan uneg-unegnya secara lisan. Contohnya, kemarin mereka melihat video anakmu yang tengah belajar makan, dan ternyata dia menggunakan kedua tangannya, kanan dan kiri. Karena kolom komentar dimatikan, alhasil saat bertemu mereka justru membahas itu lebih lanjut. Tentang joroknya makan pakai tangan kiri, sampai aturan-aturan khusus yang tidak memperbolehkan kita makan dengan menggunakan tangan kiri. Percaya deh, itu sangat menyebalkan.

Pada dasarnya, segala sesuatu yang berlebihan itu gak pernah berdampak baik, meskipun apa yang kamu lakukan tidak bertujuan buruk. Boleh saja, posting foto anak yang menggemaskan di media sosial tapi batasi secukupnya saja. Gak perlu tiap menit dan tiap hari juga. Biarkan kelucuan, kepintaran, dan tingkah polah mengemaskannya itu, hanya dinikmati oleh orang-orang terdekatnya saja. Karena sejatinya, sesuatu yang berharga itu harus dijaga dengan sebaik-baiknya, bukan malah diumbar-umbar. Setuju?

Baca Juga: 7 Bukti Kuat Kamu Harus Detoksifikasi Media Sosial, Log Out Sekarang!

Angel Rose Photo Verified Writer Angel Rose

Jadikan tulisanmu sebagai virus yang menularkan kebaikan <3 ^^ Ig: @caecilia.angel

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya