Comscore Tracker

5 Alasan Mulia Perempuan Karier Memutuskan Jadi Ibu Rumah Tangga

Masih ragu buat menikah? Ini akan meneguhkanmu

Bagi sebagian perempuan, memutuskan untuk menjadi perempuan karier atau ibu rumah tangga adalah hal yang tidak mudah. Apalagi, jika mereka sudah mapan dan punya karier yang bagus. Beberapa hal yang sering menjadi pertimbangan, yaitu ingin memanfaatkan pendidikan dan gelar yang dimiliki; sudah punya posisi yang bagus dalam pekerjaannya; teringat saat meniti karier dari bawah; hingga kekhawatiran masalah ekonomi.

Meski begitu, ada juga, lho, perempuan hebat yang akhirnya memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya dan memilih jadi ibu rumah tangga. Lalu, kira-kira, apa saja ya alasannya?

1. Menjalankan tugas mulia di rumah

5 Alasan Mulia Perempuan Karier Memutuskan Jadi Ibu Rumah TanggaInstagram/ichasoebandono

Perempuan memiliki peran yang besar dalam mengurus rumah tangga dan anak, mulai dari hamil, melahirkan, menyusui, dan merawat anak dengan kelembutan serta kasih sayang. Selain itu, seorang perempuan juga perlu mengurus suami hingga mengurus rumah.

Mencap seorang perempuan menyia-nyiakan karier dan gelar yang diperolehnya dengan menjadi ibu rumah tangga itu tidak adil. Mengurus rumah tangga dengan baik adalah suatu hal mulia dan menjadi kehormatan bagi perempuan.

2. Mendidik anak itu butuh ilmu

5 Alasan Mulia Perempuan Karier Memutuskan Jadi Ibu Rumah TanggaInstagram/ichasoebandono

Bukan hanya sekolah dan bekerja yang membutuhkan ilmu, mendidik anak juga perlu ilmu. Memiliki anak yang cerdas baik dari segi akademis, maupun perilaku butuh ilmu yang memadai. Tidak cukup hanya dengan menyewa pengasuh dan memasukkan ke sekolah favorit, lho.

Berbagai jenis ilmu dibutuhkan oleh seorang ibu untuk mendidik anak, mulai dari agama, komunikasi, psikologi, karakter, hingga belajar menggali minat dan bakat pada diri anak. Itu sebabnya, perempuan yang memilih berhenti bekerja dan belajar ilmu parenting itu sangat mulia.

Baca Juga: 5 Alasan Kenapa Ibu Bekerja dan Ibu Rumah Tangga Gak Perlu Dibedakan

3. Mendidik anak perlu kesabaran

5 Alasan Mulia Perempuan Karier Memutuskan Jadi Ibu Rumah TanggaInstagram/ichasoebandono

Perjalanan hidup tidak pernah lepas dari ujian. Sering kali, anak bertingkah tidak sesuai dengan apa yang orangtua ajarkan dan harapkan. Terkadang, rasa jengkel timbul dalam menghadapi perilaku anak, misalnya saat anak terlalu banyak bertanya, bercerita, bertengkar, dan bersikap nakal. Jika seseorang tidak bisa sabar dalam mendidik anak, hal ini bisa berakibat fatal.

4. Ingin jadi role model bagi anak

5 Alasan Mulia Perempuan Karier Memutuskan Jadi Ibu Rumah TanggaInstagram/ichasoebandono

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Perilaku orangtua memiliki andil besar dalam membentuk kepribadian anak. Itu karena apa yang dilihat anak dari orangtuanya, itu pula yang akan tersimpan dalam memori anak. Memiliki anak yang berperangai baik, cerdas, dan bermental kuat tidak cukup hanya dengan perkataan, melainkan harus dengan contoh langsung. Dengan ada selama 24 jam untuk anak, seorang ibu bisa memberi contoh yang baik dalam memberikan ilmu yang berguna.

5. Mendidik anak perlu keikhlasan dan doa

5 Alasan Mulia Perempuan Karier Memutuskan Jadi Ibu Rumah TanggaInstagram/ichasoebandono

Seberapa pun beratnya beraktivitas, jika dilakukan dengan ikhlas, pasti akan terasa ringan. Mendidik anak tentunya membutuhkan waktu yang lama, hingga kadang muncul rasa jenuh, kesal, dan jengkel karena ulah anak yang sulit diatur. Belum lagi pekerjaan yang lain, seperti cucian yang menumpuk, memasak, mainan yang berserakan, dan sebagainya. Itu sebabnya menjalankan itu semua perlu keikhlasan.

Dengan keikhlasan, semua pekerjaan jadi terasa ringan dan menyenangkan. Selain itu, anak juga bisa merasakan saat sang ibu merawatnya dengan keikhlasan atau dengan kemarahan. Itu sebabnya, setiap usaha yang dilakukan perlu juga diiringi dengan doa agar anak menjadi seperti apa yang diharapkan. Siapa lagi yang akan mendidik anak dengan penuh keikhlasan dan doa yang tiada henti-hentinya kalau bukan orang tua?

Sudah tahu, 'kan, kenapa perempuan akhirnya memilih menjadi ibu rumah tangga, walaupun punya pendidikan yang tinggi dan karier yang cemerlang? Mulai sekarang, jangan bilang sayang sudah sekolah tinggi-tinggi kalau akhirnya kerja di dapur pada teman atau saudaramu yang memutuskan jadi ibu rumah tangga. Lebih baik kamu menghormati keputusannya dan mendukungnya agar menjadi ibu rumah tangga yang sukses.

Baca Juga: Jangan Remehkan, Ini 5 Definisi Sukses Bagi Seorang Ibu Rumah Tangga

Ekaay Photo Community Writer Ekaay

Belajar hidup

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Yudha

Just For You