Comscore Tracker

Peran Orangtua dalam Mempersiapkan Masa Depan Anak

Orangtua harus bisa menjadi role model bagi anak

Setiap orangtua pasti ingin anaknya memiliki masa depan yang sukses. Sedari kecil pula, orangtua khususnya para ibu, sudah mempersiapkan setiap kebutuhan yang diperlukan anak untuk masa depannya. Mulai dari pendidikan, kesehatan, kebutuhan finansial, bahkan asupan gizi buah hati. 

Dalam acara Popmama Parenting Academy, Sabtu lalu (12/10), Saskhya Prima (Psikolog Anak), Adya Kirana (selebgram dan mama millennial), dan Kafin Sulthan dan Beby Erwina (artis remaja dan ibu) berbagi kisah dalam mempersiapkan masa depan anak. Tak terkecuali, dari dari hal-hal terkecil sekalipun. 

1. Beby Erwina, ibu Kafin Sulthan, mengajarkan anaknya untuk menemukan gaya sendiri dalam bidang seni yang diminatinya

Peran Orangtua dalam Mempersiapkan Masa Depan AnakIDN Times/Geralda Talitha

Sedari kecil, Kafin sudah menunjukkan ketertarikan pada bidang seni, khususnya menggambar. Biasanya, kebanyakan anak-anak di usia balita suka meniru apa saja yang dilihatnya. Tapi, hal ini tidak berlaku bagi remaja berusia 15 tahun ini.

Kedua orangtua Kafin memang bergerak di bidang seni. Namun, selama 11 tahun hidupnya, mereka tidak pernah sekali pun memperlihatkan hasil gambar buatannya kepada anak laki-lakinya tersebut.

"Kafin itu sudah tertarik dengan menggambar sejak kecil. Kebetulan, ayahnya adalah seorang arsitek. Saya juga suka menggambar. Tapi selama 11 tahun hidup Kafin, saya gak pernah menggambar di depan dia," tutur Beby.

Hal tersebut memang sengaja dilakukan olehnya, tapi bukan tanpa alasan. Dengan tidak menunjukkan gambar yang sudah dibuatnya kepada sang anak, sang ibu ingin Kafin bisa memiliki gaya tersendiri dalam menggambar.

2. Sebagai orangtua millennial, kamu juga bisa lho mendeteksi bakat anakmu sejak dini!

Peran Orangtua dalam Mempersiapkan Masa Depan AnakIDN Times/Geralda Talitha

Biasanya, remaja menjadi usia yang tepat untuk melihat bakat yang dimiliki anak. Namun, sebenarnya bakat anak bisa terdeteksi semenjak usia dini. Caranya adalah memperhatikan apa yang diminati oleh anak. Dari hal itu juga, ibu akan mengetahui gaya belajar yang cocok diterapkan kepada anak.

Sebagai orangtua, kita harus memahami media belajar yang cocok untuk anak. Saat ini, cara belajar dan media yang digunakan setiap anak untuk belajar itu berbeda. Ada yang menggunakan media visual, audio, kinestetik, dan lain-lain, Dengan mengetahui hal itu, ibu bisa menentukan metode belajar yang sesuai dengan gaya belajar anak.

3. Jangan mengarahkan anak pada satu hal saja, ya! Biarkanlah ia mengeksplorasi apa yang disukainya juga

Peran Orangtua dalam Mempersiapkan Masa Depan AnakIDN Times/Geralda Talitha

Orangtua sering memiliki cita-cita bahwa anak harus mengikuti apa yang diinginkannya. Misalnya, anak-anak harus menjadi dokter agar bisa melanjutkan karier ayahnya. Padahal dengan melakukannya, kelak anak semakin sulit mengenali minatnya.

Sebagai orangtua, boleh saja menaruh mimpi kepada anak-anaknya. Tapi, belum tentu cita-cita yang sudah diidam-idamkan itu akan sesuai dengan minatnya.

Yang harus dilakukan sebagai orangtua adalah memahami apa yang disukai oleh anak. Setelah itu, orangtua bisa membantu dan mengarahkan bakat yang dimiliki anak. Biarkan anak mengeksplorasi hal yang menjadi daya tariknya. Dengan cara itu, ia akan mengetahui mana yang sesuai dengan dirinya.

Baca Juga: Kisah Mom Louisse, Mengikuti Program Bayi Tabung di Usia 23 Tahun

4. Orangtua harus bisa menjadi role model yang baik bagi sang buah hati

Peran Orangtua dalam Mempersiapkan Masa Depan AnakIDN Times/Geralda Talitha

Keluarga adalah kelompok terkecil dan utama yang ditemui anak, sebelum menempuh pendidikan dan bertemu dengan teman sebaya. Karena jadi orang yang ditemui setiap harinya, sudah menjadi kewajiban anggota keluarga untuk mengajarkan sikap-sikap yang positif agar nilai-nilai positif tertanam dalam diri anak.

Oleh karena itu, orangtua harus menjadi role model bagi anak sedari ia masih kecil. Ini karena anak akan meniru setiap perilaku yang dilihatnya, apalagi dari orangtuanya. Bukan hanya orangtua saja, anggota keluarga yang lain juga harus bisa memberikan contoh yang baik.

"Misalnya, kita kasih tahu ke anak harus cuci tangan. Anak pasti akan tanya kenapa? Jadi bukan hanya menjelaskan buruknya, tapi harus memberi contoh kepada anak agar mereka lebih mengerti," tutur Saskhya. 

Saskhya juga menambahkan bahwa orangtua harus konsisten dan jangan gampang menyerah ketika mendidik anak. Dalam hal mendidik anak, pemikiran ayah dan ibu harus sama agar dicapai konsistensi.

5. Peran ibu tidak hanya melahirkan anaknya, melainkan harus bisa mendedikasikan diri untuk anak

Peran Orangtua dalam Mempersiapkan Masa Depan AnakIDN Times/Geralda Talitha

Banyak orang berkata, peran ibu yang paling berat adalah ketika melahirkan buah hatinya. Namun ternyata, bukan hanya itu saja yang harus diperhatikan. Peran seorang ibu dalam tumbuh kembang dan masa depan anak sangatlah penting. Jika sudah menjadi ibu, maka kita harus bisa mendedikasikan diri untuk kehidupan sang buah hati. 

"Kita betul-betul harus mendedikasikan diri untuk mendidik anak," tutur Beby. Adya Kirana juga berpendapat bahwa seorang ibu bekerja sepenuh waktu sebagai ibu yang mendidik anaknya. Sementara karier yang dimilikinya, hanyalah pekerjaan sampingan yang dilakukan oleh para perempuan yang sudah memiliki anak.

Baca Juga: Bunda Jangan Khawatir, MPASI Harus Dibuat Menyenangkan, ya!

Topic:

  • Geralda Talitha
  • Febriyanti Revitasari

Berita Terkini Lainnya