Comscore Tracker

5 Pola Asuh yang Perlu Diterapkan pada Anak Periode Golden Age

Jangan sia-siakan 1000 hari pertama Si Kecil, ya!

Golden Age atau periode emas merupakan masa-masa penting dalam pertumbuhan dan perkembangan buah hati. Periode ini terhitung sejak dalam kandungan, hingga beberapa tahun pertama pasca kelahiran.

Ini merupakan periode terbaik untuk menanamkan nilai-nilai baik pada anak. Karena pada periode inilah otak anak berkembang. Tak hanya itu, masa tersebut juga terjadi perkembangan kepribadian dari buah hati.

Dilansir dari Siloam Hospital, dr. Theresia Santi, Sp.A seorang dokter spesialis anak mengungkapkan,

"Golden age meliputi 1000 hari pertama kehidupan anak yang dihitung dari masa dalam kandungan sampai dengan usia anak mencapai dua tahun pasca kelahiran. Pada masa golden age otak bertumbuh secara maksimal, juga pembentukan pola perilaku, sikap, dan ekspresi emosi." Jelas dr. Theresia.

Selanjutnya, dr. Theresia mengungkapkan jika treatment yang diberikan tidak tepat, maka akan muncul berbagai masalah seperti gangguan kecerdasan, kesulitan bicara dan masalah prilaku.

Lalu bagaimana pola asuh yang tepat diterapkan untuk anak pada periode golden age? Simak penjelasannya berikut ini, ya!

1. Didik dengan kelembutan

5 Pola Asuh yang Perlu Diterapkan pada Anak Periode Golden AgeJangan membentak anak (pexels.com/Yan Krukov)

Orangtua mungkin akan mulai kewalahan karena anak mulai aktif mengekplorasi. Mulai mencoba berguling bahkan berdiri. Anak juga akan memasukkan apa pun ke dalam mulutnya.

Tapi, hindari untuk membentak atau bicara dengan nada tinggi pada anak, ya. Sekalipun lelah dan kesal, cobalah untuk bicara dan menasihati dengan lembut.

Hal ini karena, pada masa ini, otak anak yang sedang berkembang sangat rentan dengan tekanan. Bentakan atau nada tinggi yang keluar dari orangtua akan menyebabkan sel otak pada anak mengalami kerusakan.

Dilansir dari Healthline,  Laura Marusinec, MD seorang dokter anak menjelaskan jika anak yang dibentak akan mencederai kepercayaan dirinya, mengakibatkan mereka jadi lebih sensitif dan agresif.

"Saat orangtua membentak anak, sekitar satu miliar sel otak anak mengalami kerusakan. Hal ini akan berpengaruh jangka panjang. Menimbulkan gangguan kecemasan berlebih, rendahnya percaya diri, agresivitas, dan memiliki dampak yang sama denga perundungan." Ujar Laura.

2. Berikan teladan, bukan perintah

5 Pola Asuh yang Perlu Diterapkan pada Anak Periode Golden AgeIlustrasi memberi teladan pada anak (pexels.com/Kampus Production)

Pada usia ini, anak akan suka sekali meniru. Mereka akan merekam semua perkataan, tindakan dan kebiasaan yang dilihatnya.

Karena itu cobalah untuk memberikan teladan yang baik pada anak sejak dini. Jaga perkataan dan tindakan, agar anak tidak menyimpan memori terkait perilaku buruk yang bisa saja dilakukannya pada kemudian hari.

Orangtua bisa mulai mengajarkan kata maaf, tolong, dan terima kasih agar anak menjadi pribadi yang menghargai orang lain. Bisa juga mengajak anak untuk menyapa tetangga dan saudara agar anak menjadi pribadi yang ramah.

3. Jadilah pendengar yang aktif untuk anak

5 Pola Asuh yang Perlu Diterapkan pada Anak Periode Golden AgeIlustrasi Mendengarkan anak (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Orangtua akan mendapati anak bergumam dan berusaha berkomunikasi pada periode ini. Pada usia ini juga, anak akan mengucapkan kata pertamanya.

Biasanya ini adalah momentum yang paling ditunggu dan diperebutkan oleh Papa dan Mama, Si Kecil akan menyebutkan "Papa" atau "Mama" sebagai kata pertamanya? Setelah itu, anak akan mengesplorasi lebih banyak kata dan menjadi sangat bawel.

Cobalah untuk mendengarkan dan merespon dengan baik apa yang dikatakan anak. Dengan begitu, anak akan jadi lebih antusias untuk menyerap kosa-kata lain dan berbicara dengan orangtuanya.

Baca Juga: 5 Alasan Anak Perlu Memaafkan Kesalahan Pola Asuh Orangtua

4. Apresiasi hal-hal kecil

5 Pola Asuh yang Perlu Diterapkan pada Anak Periode Golden AgeMengapresiasi anak yang mengambilkan jeruk (pexels.com/Werner Pfennig)

Periode ini adalah periode penting dalam pembentukan citra dan rasa percaya diri anak. Jadi, usahakan untuk memberi pujian jika anak melakukan hal-hal yang baik atau berhasil melakukan sesuatu.

Saat anak gagal atau melakukan kenakalan, jangan memarahi. Cobalah untuk menasihati dengan lembut dan membangun kembali motivasi dalam dirinya. Dengan begitu, anak tidak akan takut untuk mencoba kembali dan memperbaiki kesalahannya.

Misalnya saja saat anak akhirnya bisa berdiri sendiri, coba untuk memberi pujian seperti, "Hore! Wah, adik hebat!" Kemudian saat anak terjatuh, beri motivasi seperti, "Eh, enggak apa-apa. Ada yang sakit? Ayo coba berdiri lagi, yuk!"

Saat anak melakukan kesalahan dengan menumpahkan air, alih-alih memarahi, Mama-Papa bisa berkata, "Waduh, airnya tumpah ya? Coba bantu Mama ambil lap, kita bersihkan ya."

5. Luangkan waktu lebih banyak

5 Pola Asuh yang Perlu Diterapkan pada Anak Periode Golden AgeMenemani anak bermain (pexels.com/ShotPot)

Dibanding membelikan mainan yang menstimulasi anak melalui bentuk dan warna, kehadiran orangtua jauh lebih penting. Anak akan merasa nyaman dan jadi lebih bisa mengenali orangtuanya.

Perhatian dan kehadiran orangtua di masa-masa ini akan membantu anak berkembang secara motorik, kecerdasan, dan kepribadian. Dilansir Voi, Dya Adis seorang psikolog anak menjelaskan demikian.

"Dukungan paling optimal bagi masa keemasan anak adalah kehadiran dan perhatian orangtuanya. Tak hanya mendampingi, tapi juga betul-betul memperhatikan dan berperan aktif dalam membantu anak mengembangkan kemampuan motorik, kecerdasan, emosi dan kepribadian mereka." Kata Dya menjelaskan.

Nah, itu tadi lima pola asuh yang perlu diterapkan pada anak dalam periode golden age. Mama-papa, hadirlah selalu dalam masa-masa penting tumbuh kembang buah hati, ya. Karena masa-masa ini tidak akan bisa terulang. Semangat!

Baca Juga: 5 Pola Asuh yang Justru Dapat Membebani Anak, Jangan Begini!

Kintan Ayu Sevila Photo Verified Writer Kintan Ayu Sevila

Sejenis lumba-lumba

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Pinka Wima

Berita Terkini Lainnya