Comscore Tracker

6 Manfaat Bermain Bagi Anak, Ternyata Bisa Mengasah Kemampuan Motorik!

Hal baik dimulai dari bermain

Sebagai merek es krim anak produksi Unilever Indonesia, Paddle Pop menemukan fakta bahwa masih banyak orangtua yang menganggap jika kegiatan bermain hanya membuang waktu dan tak memberikan manfaat bagi anak. Akibatnya, orangtua akan membatasi anak untuk bermain demi menjaga performa anak saat belajar. 

Berdasarkan permasalahan tersebut, Paddle Pop menyelenggarakan acara virtual bertajuk “#MainYuk Dari Rumah bareng Paddle Pop” pada Rabu (22/07/2020) melalui platform Zoom. Acara ini diselenggarakan untuk menyambut Hari Anak Nasional yang jatuh setiap 23 Juli.

Acara ini menghadirkan Ketua Ikatan Psikolog Klinis Jakarta, Anna Surti Ariani, S.Psi, M.SI, dan artis Artika Sari Devi sebagai narasumber yang membahas seputar “The Importance of Play”. Berikut ini beberapa manfaat bermain bagi anak yang telah IDN Times rangkum.

1. Memperkaya wawasan dalam penyelesaian masalah (problem solving)

6 Manfaat Bermain Bagi Anak, Ternyata Bisa Mengasah Kemampuan Motorik!Artika Sari Devi, Putri Indonesia, dan Ibu dari Abbey dan Zoey dalam acara virtual "#MainYuk Dari Rumah bareng Paddle Pop”. Rabu, 22 Juli 2020. IDN Times/M. Tarmizi Murdianto

Menurut Anna Surti Ariani, masih banyak orangtua yang berpikir jika bermain hanya membuang waktu. Bahkan, tak sedikit pula yang menganggap jika kegiatan tersebut terbilang jorok, kotor, dan dapat menyusahkan orangtua karena dapat berakhir pada luka lebam.

Namun, anggapan itu jelaslah salah. Sebab, proses bermain pada dasarnya dapat memberikan banyak manfaat, yang bahkan tidak dipelajari di sekolah. Salah satunya adalah memperkaya wawasan dalam menyelesaikan masalah.

"Proses bermain bisa memberikan banyak manfaat yang bahkan tidak diajarkan di sekolah ketika mengejar nilai akademis. Salah satunya adalah bisa memperkaya wawasan dalam penyelesaian masalah. Misalnya, tokoh yang dimainkan sedang bertengkar atau dia bertengkar dengan teman lain, bisa saja dia menemukan solusi untuk keluar dari hal tersebut," terangnya.

Menanggapi hal tersebut, Artika Sari Devi mengatakan jika anak-anaknya pernah merasakan manfaat bermain. "Beberapa waktu lalu, Abbey mencetuskan pemikiran untuk memanfaatkan barang-barang yang tidak berguna untuk adiknya. Menemukan pelajaran seperti ini, membuat saya sangat senang," ungkap Artika.

2. Meningkatkan rasa keberhasilan yang anak miliki

6 Manfaat Bermain Bagi Anak, Ternyata Bisa Mengasah Kemampuan Motorik!Anna Surti Ariani, S.Psi, M.SI, Psikolog dan Ketua Ikatan Psikologis Klinis Jakarta dalam acara virtual "#MainYuk Dari Rumah bareng Paddle Pop”. Rabu, 22 Juli 2020. IDN Times/M. Tarmizi Murdianto

Ketika anak telah berhasil menyelesaikan masalah yang dihadapi, maka dia akan merasa senang akan keberhasilan tersebut. Dalam hal ini, menurut Anna, sang anak akan meningkatkan rasa keberhasilan tersebut ke tingkat yang lebih tinggi.

"Misalnya, ketika dia berhasil membuat sebuah menara yang tinggi. Maka, ke depannya, dia akan berusaha untuk membuat menara yang lebih tinggi lagi dari kemarin. Itu bisa menjadi motivasi untuknya agar berkembang menjadi orang yang lebih baik," katanya.

3. Meningkatkan rasa percaya diri

6 Manfaat Bermain Bagi Anak, Ternyata Bisa Mengasah Kemampuan Motorik!Acara virtual "#MainYuk Dari Rumah bareng Paddle Pop”. Rabu, 22 Juli 2020. IDN Times/M. Tarmizi Murdianto

Selain meningkatkan standar keberhasilan, ketika anak dapat menyelesaikan masalah sendiri saat bermain, ia juga akan merasa lebih percaya diri ke depannya. Oleh karena itu, sangat penting memberikan anak kesempatan untuk bermain.

Namun, sebagai orangtua, kamu perlu membuat sebuah jadwal bermain. Ini agar seluruh waktu yang dimiliki oleh anak, tidak habis hanya dipakai untuk bermain saja.

"Penting sekali untuk memberikan jadwal bermain kepada anak. Akan tetapi, karena banyak tugas, kita tidak bisa memberikan kesempatan mereka untuk bermain sepuasnya. Jadi, coba bikin jadwal bermain harian yang telah disepakati oleh anak. Dengan begitu, anak bisa lebih mengerti kapan dia harus bermain," ujar Anna.

Baca Juga: 6 Sikap Orangtua yang Berbahaya untuk Kepribadian Anak

4. Mengasah kemampuan motorik anak

6 Manfaat Bermain Bagi Anak, Ternyata Bisa Mengasah Kemampuan Motorik!Acara virtual "#MainYuk Dari Rumah bareng Paddle Pop”. Rabu, 22 Juli 2020. IDN Times/M. Tarmizi Murdianto

Proses bermain juga dapat mengasah kemampuan motorik anak, baik motorik kasar maupun motorik halus. Oleh karena itu, sebagai orangtua, cobalah untuk memberi waktu agar anak tetap memiliki waktu bermain dan orangtua juga perlu terlibat di dalamnya. Ini bertujuan agar timbul ikatan yang lebih erat antara orangtua dan anak.

Salah satu contoh permainan yang bisa dilakukan untuk mengasah kemampuan motorik anak adalah memanfaatkan stik es krim bekas untuk dijadikan beragam karya atau mainan. Dalam proses pembuatan mainan tersebut, tentunya anak akan berusaha untuk mengoordinasikan semua kemampuan motorik yang ia punya.

"Proses membuat mainan sendiri, seperti dari stik es krim, sangat memberikan manfaat yang beragam. Sebab, proses membuat mainan tersebut akan mengasah koordinasi motorik anak," terang psikolog anak tersebut.

5. Mengasah kemampuan sosialisasi

6 Manfaat Bermain Bagi Anak, Ternyata Bisa Mengasah Kemampuan Motorik!Acara virtual "#MainYuk Dari Rumah bareng Paddle Pop”. Rabu, 22 Juli 2020. IDN Times/M. Tarmizi Murdianto

Kegiatan bermain yang dilakukan anak bersama temannya, juga bisa mengasah cara anak bersosialisasi. Namun, dalam kondisi seperti sekarang, di mana anak sebaiknya bermain di rumah, orangtua harus bekerja ekstra. Sebab, tak jarang anak merasa bosan karena hanya dapat bermain di rumah saja.

Maka dari itu, orangtua bisa mengajak anak bermain permainan yang menonjolkan interaksi, seperti bermain role play (drama). Dalam permainan tersebut, kamu juga bisa memunculkan konflik dalam skenarionya. Ini bertujuan untuk melatih pola pikir anak terhadap ide yang dimiliki.

"Orangtua bisa melakukan proses bermain yang menonjolkan interaksi, seperti role play (drama). Pada saat sedang bermain role play, cobalah untuk memunculkan skenario konflik, misalnya rebutan barang, berbicara dengan kata-kata yang tidak enak didengar, atau bermain curang. Pada saat role play tersebut, munculkan ide-ide dari kita atau anak. Bagaimana ya kalau ada masalah seperti itu? Nantinya, ide-ide tersebut bisa dibawa oleh sang anak ketika dia bermain di dunia yang sesungguhnya," ungkap Anna.

6. Membantu mengatasi rasa stres pada anak

6 Manfaat Bermain Bagi Anak, Ternyata Bisa Mengasah Kemampuan Motorik!Anna Surti Ariani, S.Psi, M.SI, Psikolog dan Ketua Ikatan Psikologis Klinis Jakarta dalam acara virtual "#MainYuk Dari Rumah bareng Paddle Pop”. Rabu, 22 Juli 2020. IDN Times/M. Tarmizi Murdianto

Manfaat terakhir yang bisa didapat anak dari bermain adalah kemampuan untuk mengatasi tantangan atau masalah dengan baik serta tenang. Kemampuan tersebut dinamakan coping stress. Menurut Anna, bermain merupakan satu-satunya cara untuk mengatasi stres dan keluar dari tekanan yang dialami anak dalam kegiatan sehari-hari.

"Anak-anak itu tidak selalu merasa senang berada di rumah terus. Tetapi bisa juga merasa stres, bosan, kangen dengan teman-temannya, dan bingung dengan pelajaran virtual yang ada. Ketika dia terus-menerus ditekan dengan tuntutan tersebut, ibarat karet, dia bisa kehilangan fungsinya atau bahkan putus. Untuk itu perlu dibuat santai sejenak agar ke depannya bisa melakukan performa yang lebih baik. Nah, itulah yang disebut coping stress," tegas Anna.

Dengan beragam manfaat di atas, apakah sebagai orangtua, kamu masih ingin melarang anak untuk bermain? Ingat, hal baik yang didapatkan anak, bisa berasal dari bermain!

Baca Juga: 5 Sikap Orangtua yang Bisa Membuat Anak Kehilangan Rasa Percaya Diri

Topic:

  • Muhammad Tarmizi Murdianto
  • Febriyanti Revitasari

Berita Terkini Lainnya