Comscore Tracker

7 Ucapan Dapat Menghancurkan Mental Anak, Orangtua Wajib Hindari!

Orangtua wajib menjaga tutur kata dan perilaku

Memiliki keluarga yang harmonis adalah impian bagi semua orang. Anak-anak menjadi pelengkap kebahagiaan keluarga, dan amanah yang harus dijaga.

Tetapi, terkadang sebagian orangtua tidak mengetahui bagaimana cara untuk berkomunikasi yang baik dengan anak-anak mereka. Sehingga tidak ragu untuk mengucapkan kata-kata yang sebenarnya tidak boleh diucapkan kepada anak.

Selain tidak pantas, ucapan-ucapan berikut dapat berdampak buruk bagi kesehatan jiwa dan mental anak. Apa saja ya ucapan-ucapan yang perlu dihindari untuk dikatakan pada anak?

1. Menghina penampilan fisik

7 Ucapan Dapat Menghancurkan Mental Anak, Orangtua Wajib Hindari!ilustrasi anak tertekan (pexels.com/monstera)

Sikap orangtua yang mengomentari anak hanya dari segi fisik akan membuat anak menjadi tidak percaya diri. Misalnya saja orangtua mengatakan "kamu jelek karena banyak jerawat", "kamu kurus kerempeng" atau "kamu pendek banget".

Hal seperti ini sebaiknya jangan pernah dilakukan oleh orangtua, kita harus pahami bahwa masa anak-anak adalah waktu yang tepat untuk menanamkan sikap percaya diri pada anak. Apabila anak menerima ucapan seperti itu dari orangtua, ia akan merasakan kegelisahan dan perasaan tidak puas pada diri sendiri dan kurang bersyukur.

Anak pun akan cenderung tidak percaya diri untuk bergaul dengan teman-temannya. Pada masa anak-anak sangat penting peran orangtua untuk mengajari bagaimana untuk mencintai diri sendiri dan mensyukuri karunia yang telah Tuhan berikan.

2. Membanding-bandingkan

7 Ucapan Dapat Menghancurkan Mental Anak, Orangtua Wajib Hindari!ilustrasi anak kesal (pexels.com/monstera)

Setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, sebaiknya dihindari mengatakan perkataan yang membanding-bandingkan seperti "ko kamu tidak seperti kakak mu" atau "lihat, tuh! anak tetangga lebih pintar dari kamu". Selain akan membuat anak mengalami krisis kepercayaan diri hal ini dapat memicu hubungan tidak sehat antara saudara, akan timbul perasaan iri dan persaingan.

Anak juga akan berpikir bahwa mereka sangat buruk di mata orangtua dan merasa tidak lebih baik dari orang lain. Ketika orangtua menemukan kekurangan pada diri anak, lebih baik untuk terus mendukung dan membantu anak dalam mengembangkan kelebihannya, setiap anak pasti memiliki kelebihan tugas orangtua adalah menggali potensi itu dari diri anak.

3. Mengancam menelantarkan

7 Ucapan Dapat Menghancurkan Mental Anak, Orangtua Wajib Hindari!ilustrasi memarahi anak (pexels.com/augustderichelieu)

Beberapa orangtua terkadang menggunakan ucapan-ucapan mengancam kepada anak yang tidak patuh. Seperti "kalau kamu melakukan itu, aku akan tinggalkan kamu" atau "kalau kamu nakal, aku kirim kamu ke panti asuhan". Mendengar ucapan seperti itu akan membuat anak kehilangan kepercayaan dirinya, dan takut bahwa ia akan kehilangan dan melukai orang-orang yang ia sayangi karena perilakunya.

Dampak dari ucapan seperti itu cukup serius bila terbawa hingga anak dewasa, perasaan itu akan membuat mereka tidak percaya penuh pada sebuah hubungan. Karena rasa takut, mereka akan terus mempertanyakan apakah ia akan meninggalkan aku? Dan dapat merusak kepercayaan mereka kepada kesetiaan pasangan, teman, dan rekan kerja.

Baca Juga: 5 Cara Menjaga Keamanan Balita di Rumah, Orangtua Harus Tahu!

4. Membuat anak merasa menjadi beban

7 Ucapan Dapat Menghancurkan Mental Anak, Orangtua Wajib Hindari!ilustrasi orangtua mengatur anak (pexels.com/monstera)

Menjadi orangtua memang pekerjaan tidak mudah, banyak hal yang dilalui dan beban yang ditanggung. Tetapi, sebagai orangtua yang dihormati oleh anak-anaknya kita harus mengendalikan emosi kita ketika anak melakukan kesalahan.

Sebaiknya dihindari mengatakan ucapan yang mengesankan bahwa anak adalah beban bagi orangtua seperti "Sudah berapa uang yang aku keluarkan untukmu", "Kamu susah sekali diurus" atau "Aku bekerja untuk menghidupimu tapi kamu nakal". Ketika mendengar ucapan seperti itu, anak akan merasa hidupnya adalah beban bagi orang lain.

Saat itu ia akan cenderung menutup diri dan takut untuk bercerita tentang perasaan mereka. Anak akan lebih suka memendam apa yang mereka inginkan dan lakukan untuk menghindari ucapan seperti itu dari orangtua dan berusaha untuk dianggap anak yang baik. Anak akan sangat berhati-hati dan enggan untuk mencoba hal-hal baru dalam hidup mereka.

5. Kasar dan merendahkan

7 Ucapan Dapat Menghancurkan Mental Anak, Orangtua Wajib Hindari!ilustrasi dimarahi orangtua (pexels.com/monstera)

Ucapan kasar cenderung merendahkan harus sangat dihindari oleh orangtua seperti mengatakan "kamu bodoh","tidak berguna", atau "paling kamu tidak bisa". Ucapan seperti itu akan sangat melukai perasaan anak, ia akan percaya bahwa ia adalah seperti yang di ucapkan oleh orangtua. Anak juga akan sangat tidak percaya diri untuk menghadapi kesehariannya.

Orangtua sudah seharusnya menjaga tutur kata dan perbuatan, agar anak dapat mencontohnya. Jika di rumah ia sudah mendengarkan kata-kata kasar dan merendahkan, anak akan kehilangan sopan santunnya di dalam maupun di luar rumah. Dan hal ini dapat mempengaruhi interaksi anak dengan teman atau orang lain yang ia temui.

6. Janji palsu

7 Ucapan Dapat Menghancurkan Mental Anak, Orangtua Wajib Hindari!berbicara dengan anak (pexels.com/augustderichelie)

Untuk membujuk anak melakukan apa yang orangtua inginkan, biasanya orangtua akan mengiming-imingi hadiah. Ucapan yang biasa diucapkan seperti "jika kamu melakukan ini, ayah akan belikan itu" atau "jika kamu dapat nilai bagus, kita akan pergi berlibur".

Hal ini memang diperbolehkan selagi orangtua dapat memenuhi janjinya. Jika orangtua tidak menepati apa yang telah dijanjikan, anak akan merasa dibohongi dan dikhianati.

Anak pun akan belajar untuk berbohong, berkhianat dalam kesehariannya. Perlu diingat bahwa orangtua adalah figur contoh bagi anak-anaknya, jika tidak diperbaiki dampak dari ucapan janji palsu ini akan terbawa hingga ia dewasa dan akan membuat anak tidak percaya sesuatu atau orang lain.

7. Ucapan egois

7 Ucapan Dapat Menghancurkan Mental Anak, Orangtua Wajib Hindari!ilustrasi ayah dan anak (pexels.com/augustderichelieu)

Ucapan egois dari orangtua seperti "seharusnya kamu tidak lahir di dunia ini, kalau kamu nakal", "aku menyesal punya anak seperti mu, sulit diatur". Sangat menyedihkan bagi anak untuk mendengar ucapan seperti ini dari orangtua mereka. Bagi anak, orangtua adalah sosok yang dapat mereka percaya, anak akan percaya bahwa dirinya memang tidak berguna dan tidak seharusnya lahir.

Dampak dari ucapan menyakitkan seperti ini sangat menghancurkan mental dan jiwa anak. Kesedihan akan mengikis identitasnya sebagai manusia dan seorang anak. Dampak mengerikan lainnya adalah memicu depresi dan mempengaruhi masa depannya.

Memiliki amanah seorang anak adalah impian banyak orang. Ketika diberikan oleh yang Maha Kuasa sudah seharusnya kita menjaga dan mengurusnya dengan baik. Menjaga perilaku dan tutur kata sudah jadi sebuah keharusan agar anak-anak kita dapat tumbuh tanpa memendam luka batin. Semoga bermanfaat, ya.

Baca Juga: 5 Buku tentang Parenting yang Wajib Dibaca Sebelum Berkeluarga 

Ayu Rss Photo Verified Writer Ayu Rss

Mailrosemary1@gmail.com

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Merry Wulan

Berita Terkini Lainnya