Comscore Tracker

5 Cara Sederhana Mengajarkan Toleransi pada Anak Sedini Mungkin

Toleransi itu penting

Dalam kehidupan sosial kita tidak akan terlepas dari sebuah perbedaan. Mulai dari perbedaan pendapat, perbedaan sifat hingga perbedaan fisik. Untuk dapat hidup dengan sebuah perbedaan kita perlu memiliki sifat toleransi. Sifat toleransi perlu diajarkan sedini mungkin, karena semakin terbiasa kita melihat perbedaan akan semakin mudah untuk menerimanya. Termasuk sebagai orang tua yang mengajarkan toleransi kepada anak.

Sikap toleransi membuat anak menyadari identitas dirinya dan sangat mempengaruhi sudut pandangnya kelak. Tidak mudah terprovokasi, mampu memahami orang lain, tidak memaksakan pendapatnya adalah salah satu contoh bahwa anak tersebut telah diberi pendidikan karakter tentang toleransi. Untuk itu berikut ini terdapat 5 cara yang bisa dilakukan orang tua untuk mengajarkan toleransi kepada anaknya.

1. Ajarkan empati dan simpati

5 Cara Sederhana Mengajarkan Toleransi pada Anak Sedini MungkinPexels/Victoria Borodinova

Setiap orang memiliki ekspresi emosional yang beragam. Marah, sedih, kecewa, bahagia, adalah ekspresi yang lumrah kita keluarkan ketika sesuatu terjadi. Orang tua perlu mengajarkan bahwa ketika orang lain marah harus didengarkan, ketika kecewa dibutuhkan dukungan, ketika sedih perlu dibantu, dan lainnya. Mengajarkan untuk bisa menghadapi situasi emosi orang lain adalah kuncinya. Sehingga ketika dewasa muncul sifat empati dan simpati terhadap orang lain.

2. Ikutkan dalam banyak kegiatan sosial

5 Cara Sederhana Mengajarkan Toleransi pada Anak Sedini MungkinPexels/Lukas

Kegiatan sosial merupakan contoh kecil dari keberagaman, karena akan ada banyak orang yang berkumpul dengan sifat yang beragam. Mengikuti kegiatan sosial membuatnya berada di lingkungan yang tidak biasa, sehingga untuk bisa bertahan sang anak akan beradaptasi dan bersosialisasi dengan lingkungannya.

Bertemu dengan banyak orang akan membuka pengetahuannya bahwa setiap orang memiliki perbedaan dengan kita. Orang tua jangan selalu membatasi pergaulan dengan teman sebayanya, karena banyak hasil yang didapat dari interaksi tersebut.

3. Jangan terlalu dimanja

5 Cara Sederhana Mengajarkan Toleransi pada Anak Sedini MungkinPexels/jonas mohamadi

Memberikan perlakuan manja membuatnya seperti ‘raja’ yang harus dilayani. Perlakuan manja berarti menuruti apa yang diinginkan sang anak. Jangan selalu memberikan apa yang diinginkan, mulailah diskusi dan berikan pendapat yang lain. Perbedaan pendapat adalah hal yang lumrah, karena itu mengajarkan sedini mungkin sangat baik ketika nanti sudah dewasa. Dengan terbiasa berbeda pendapat bisa mengajarkannya arti sebuah perbedaan, bahwa apa yang diinginkannya belum pasti benar dan diterima.

Baca Juga: 5 Manfaat Mendidik Anak untuk Menabung, Bagus untuk Masa Depannya Lho!

4. Hadiahkan buku agar terbiasa membaca dan menambah wawasannya

5 Cara Sederhana Mengajarkan Toleransi pada Anak Sedini MungkinPexels/Pixabay

Buku adalah jendela dunia. Salah satu penyebab sifat intoleran adalah minimnya wawasan dan sudut pandang yang dimiliki, atau close minded. Memberikannya buku bacaan akan memperkaya wawasan dan melatih pikiran imajinatif.

Anak kecil memiliki sifat keingintahuan yang tinggi dan buku merupakan alat yang bisa membantunya. Selain memberikan buku orang tua bisa mengajaknya untuk menonton film atau pertunjukkan seni lainnya. Tujuannya adalah memberikan wawasan seberagam mungkin.

5. Jadilah orang tua yang bisa dijadikan contoh

5 Cara Sederhana Mengajarkan Toleransi pada Anak Sedini MungkinPexels/Victoria Borodinova

Terkadang bicara saja belum bisa dipahami anak kecil. Karena itu sebisa mungkin orang tua harus menjadi contoh bagi anaknya. Jika ingin anak terbiasa membaca, orang tua perlu memiliki kebiasaan yang sama atau setidaknya membacakan cerita. Jika anak mengikuti kegiatan sosial tunjukkan bahwa orang tua peduli dan memperhatikannya. Pengawasan orang tua sangat mempengaruhi apakan pendidikan karakter yang diterimanya efektif atau tidak.

Mengajarkan toleransi merupakan peran dari orang tua. Sedini mungkin toleransi diajarkan karena ketika dewasa sang anak akan menghadapi banyak perbedaan dalam lingkungannya.

Baca Juga: 5 Tips Mendidik Anak untuk Pelan-pelan Belajar Bersikap Dewasa

thariq bintoro Photo Verified Writer thariq bintoro

hallo selamat membaca

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Agustin Fatimah

Berita Terkini Lainnya