Comscore Tracker

10 Dasar Pemikiran Hidup Minimalisme Dari Buku 'Seni Hidup Minimalis'

Terapkan dasar-dasar pemikiran ini dalam hidup minimalis

Buku 'Seni Hidup Minimalis' karya Francine Jay adalah sebuah buku yang menjadi petunjuk bagaimana caranya menjalani kehidupan yang minimalis, tidak berlebih-lebihan agar hidup lebih tertata dan sederhana. Buku ini memiliki banyak sekali pemikiran filosofis mengenai bagaimana cara kita mengenal kebutuhan barang, menggunakan barang maupun dan efek dari hal-hal yang kita lakukan terhadap kebutuhan barang tersebut.

Hidup minimalis hadir untuk mengatasi keinginan atas barang-barang semakin tidak terbendung di era sekarang karena pengaruh dari internet. Nah, untuk kamu yang tertarik dengan konsep hidup minimalis maka kamu bisa menerapkan dasar-dasar pemikiran dari buku ini untuk memulainya.

1. Kenali kegunaan setiap barang

10 Dasar Pemikiran Hidup Minimalisme Dari Buku 'Seni Hidup Minimalis'pixabay/Giovanni_cg

"Secara umum ada tiga kategori barang yaitu barang fungsional, barang dekoratif dan barang emosional".

Barang-barang perlu dikelompokkan, dimaknai dan diketahui kegunaannya masing-masing. Dan juga memperhatikan bagaimana barang-barang itu bertambah. Barang fungsional bersifat praktis, punya kegunaan dan membantu dalam kehidupan kamu sehari-hari. Ada barang yang digunakan untuk kelangsungan hidup dan ada yang untuk memudahkan hidup. Kamu harus memilih barang mana yang benar-benar kamu gunakan dan bernilai untuk kehidupan kamu. Namun, yang terpenting adalah jika bernilai maka barang itu harus digunakan.

Selanjutnya, barang dekoratif yang kamu ingin pajang untuk benar-benar kamu nikmati. Barang ini memuaskan kamu dalam bentuk lain. Kemudian barang-barang emosional yang kamu simpan karena barang itu memiliki keterikatan emosional dengan kamu. Namun, sama seperti barang dekoratif, kamu harus meletakkannya di tempat dimana kamu bisa menikmatinya bukan menyimpannya di tempat tersembunyi. Ingat, jangan menyimpan barang dari karena merasa itu kewajibanmu. 

2. Kamu bukan barang Kamu

10 Dasar Pemikiran Hidup Minimalisme Dari Buku 'Seni Hidup Minimalis'pixabay/Free-Photos

Kamu pasti sering mendengar bahwa barang yang kamu miliki mencerminkan diri kamu. Itulah yang biasanya digambarkan oleh iklan. Sebenarnya ada kategori barang keempat yaitu barang aspiratif. Kamu memiliki kategori barang ini hanya untuk membuat orang lain terkesan atau untuk mewujudkan versi diri dalam bayangan kamu. Para produsen biasanya akan membuat seolah-olah barang itu benar-benar menggambarkan diri kamu. Ya, itu adalah teknik pemasaran yang sempurna karena kamu gampang sekali terpengaruh.

Poin ini menjelaskan bahwa tidak mudah menjadi orang yang berpikiran minimalis di dunia media massa. Iklan-iklan begitu menyakinkan bahwa barang yang bermerek dan mahal lebih nyaman dan unggul ketika digunakan. Padahal merek tidak menentukan kenyamanan. 

Kamu biasanya sulit melepaskan suatu barang karena ingin membuktikan suatu prestasi atau siapa kamu. Namun, karena hal ini justru kamu menempatkannya di suatu kotak atau tempat yang tidak terlihat dan memakan ruang. Jika kamu cemas saat ingin menyingkirkan barang-barang tersebut, maka kamu harus ingat bahwa kenangan, mimpi dan cita-cita tidak sebatas pada barang, melainkan diri kamu sendiri.

3. Sedikit barang sama dengan sedikit stres

10 Dasar Pemikiran Hidup Minimalisme Dari Buku 'Seni Hidup Minimalis'pixabay/Free-Photos

Kamu perlu banyak energi dan waktu untuk mengurusi setiap barang yang kamu punya dan itu berhubungan dengan tingkat stres kamu. Belum lagi proses yang kamu butuhkan untuk mendapatkan barang-barang itu. Dengan banyak waktu, uang dan energi yang kamu habiskan, kamu mungkin mulai berpikir bahwa barang-barang itulah yang memiliki kamu, bukan sebaliknya.

Kamu berusaha keras untuk memiliki suatu barang yang belum kamu miliki. Setelah memilikinya kamu lega untuk sementara, namun kemudian kembali stres karena barang yang kamu beli bukan untuk kamu gunakan namun sebagai pembuktian. Akhirnya barang tersebut berakhir di sudut ruangan dan membiarkannya berdebu.

Hidup minimalis bukan berarti kamu hidup dengan barang yang sangat terbatas. Namun, hidup milimalis adalah kamu hidup dengan barang yang memiliki nilai atau value bagi kehidupan kamu.

4. Sedikit barang sama dengan lebih merdeka

10 Dasar Pemikiran Hidup Minimalisme Dari Buku 'Seni Hidup Minimalis'pexels/Eunice Lui

"Lebih merdeka adalah salah satu hasil yang didapatkan dari konsep hidup minimalis".

Percaya atau tidak, barang kamu memiliki kekuatan untuk menahan kamu. Barang bisa menahan kamu untuk menemukan suatu hal yang baru atau minat baru. Barang yang kamu miliki bisa menghalangi hubungan, karir, dan waktu bersama keluarga, menghabiskan energi dan semangat kamu. Contohnya, kamu tidak datang ke sebuah pertemuan karena harus bekerja untuk membayar cicilan suatu barang atau melewatkan waktu berlibur karena harus menjaga barang berharga yang tidak bisa dibawah kemana-mana.

Pernahkah kamu sekedar memperhatikan isi ruangan yang hanya diisi oleh barang-barang yang tidak begitu kamu perlukan. Dan untuk menyesaikan masalah itu kamu menyimpan barang-barang itu kedalam sebuah keranjang atau laci. Sayangnya itu tidak benar-benar menyelesaikan masalah karena barang-barang itu tetap berada didalam pikiran kamu. Jadi, agar kamu tidak memikirkannya maka kamu harus menyingkirkan barang-barang itu.

5. Lepaskan ketertarikan dengan barang

10 Dasar Pemikiran Hidup Minimalisme Dari Buku 'Seni Hidup Minimalis'unsplash/Gabriel Beaudry

Dalam konsep pemikiran tertentu mengatakan bahwa kamu harus benar-benar terlepas dari ikatan-ikatan duniawi. Namun, tentu saja kamu tidak perlu melakukan hal yang terlalu jauh seperti itu dalam konsep minimalisme. Melepaskan ikatan dengan barang akan membuat kamu bersikap ikhlas saat kehilangan barang tersebut.

Ketika kamu pergi berkemah, kamu hanya membawah sedikit barang yang kamu butuhkan untuk bertahan hidup. Namun, ketika kamu kembali, mengapa banyak sekali barang yang butuhkan? Sebenarnya hal inilah yang harus kamu perhatikan, bahwa sebagian besar barang-barang yang berkaitan dengan kamu tidak menjamin kesehatan dan kebahagiaan kamu.

Baca Juga: Elegan dan Unik, 10 Inspirasi Desain Carport untuk Rumah Minimalis!

6. Jadilah penjaga pintu yang baik

10 Dasar Pemikiran Hidup Minimalisme Dari Buku 'Seni Hidup Minimalis'pexels/Pixabay

"Janganlah memiliki barang yang tidak kau ketahui gunanya atau tidak kau yakini keindahannya".

Kalimat diatas diungkapkan oleh seorang penulis asal Inggris, William Morris. Ini adalah dasar dari pemikiran 'jadilah penjaga pintu yang baik'. Barang yang kamu miliki masuk kedalam rumah atau ruangan hanya karena dibeli atau dihadiahkan. Barang itu tidak menyelinap masuk begitu saja. Kamu harus mengevaluasi setiap barang untuk mencari tahu bagaimana barang tersebut ada.

Kamu perlu berhenti sejenak dan bertanya 'kenapa' sebelum membeli sebuah barang. Apakah nilai dari barang tersebut bagi kamu? Apakah barang tersebut akan mempermudah hidup kamu atau justru akan merepotkan? Apakah masih ada ruang untuk barang itu? Dan bagaimana cara menyingkirkan barang ini jika tidak digunakan lagi? Kamu harus mempunyai kemampuan untuk menolak barang yang sebenarnya tidak begitu kamu butuhkan dan hanya menerima barang yang benar-benar kamu butuhkan.

7. Nikmati ruang

10 Dasar Pemikiran Hidup Minimalisme Dari Buku 'Seni Hidup Minimalis'pixabay/

"Hidup adalah jeda diantara ruang".

Kamu membutuhkan ruang untuk mengapresiasi keidahan. Karena tanpa ruang kamu hanya akan mendapatkan kegaduhan dan kesemrawutan yang bisa memadamkan kreativitas kamu. Semakin banyak ruang maka kamu akan semakin menikmati hidupmu. Kamu menikmati ruang yang kosong saat rumah kamu belum memiliki barang dan sekarang malah terjadi sebaliknya. Kekurangan ruang untuk bergerak bisa membuat frustasi. Setiap kali memasukkan sebuah barang ke dalam rumah, kamu secara tidak sadar sudah kehilangan ruang secara perlahan.

Namun, jangan khawtir karena ruang yang hilang bisa dengan mudah kamu dapatkan kembali. Coba saja singkirkan barang yang tidak berguna dan itu ruang itu akan kembali. Kamu harus menyisakan ruang hanya untuk berang-barang yang membantu hidup kamu. Ingat nilai ruang sama dengan nilai barang (namun bisa lebih besar, tergantung cara kamu melihatnya).

8. Menyukai tanpa memiliki

10 Dasar Pemikiran Hidup Minimalisme Dari Buku 'Seni Hidup Minimalis'pixabay/gonghuimin468

Tentu saja ini cukup sulit untuk dilakukan karena kamu selalu memiliki keinginan untuk memiliki suatu barang. Namun, menerapkan konsep hidup minimalis berarti kamu harus melawan keinginan untuk menghadirkan tiruan barang dari luar di dalam rumah kamu. Kamu tidak perlu membeli sebuah lukisan mahal, tidak perlu membeli mesin pembuat kopi atau perlengkapan gym. Kamu masih bisa menikmati barang-barang ini tanpa harus memilikinya.

Jika kamu mudah tergoda oleh barang-barang yang tidak begitu kamu butuhkan maka terapkan moto 'menyukai tanpa memiliki'. Hidup minimalis berarti kamu perlu mengurangi jumlah barang yang membutuhkan perawatan dan perhatian lebih. 

9. Bahagia dengan cukup

10 Dasar Pemikiran Hidup Minimalisme Dari Buku 'Seni Hidup Minimalis'pixabay/Free-Photos

"Orang yang merasa cukup dengan yang ia miliki adalah orang yang kaya".

Filsuf Cina, Lao Tzu.

Tidak semua orang akan menerima konsep 'cukup'. Karena cukup bagi kamu belum tentu akan cukup bagi orang lain. Cukup berarti sudah dapat memenuhi kebutuhan atau memuaskan keinginan, tidak kurang. Namun, kamu sadar bahwa masih ada keinginan lainnya. Untuk menikmati rasa cukup berarti kamu harus tertuju pada kebutuhan. Kamu harus berhenti melihat kata cukup dari sudut pandang orang lain karena itu termasuk keinginan. 

Faktanya adalah begitu semua kebutuhan dasar terpenuhi maka kebahagiaan kamu tidak lagi ditentukan oleh jumlah barang yang kamu miliki. Menumbuhkan sikap penuh rasa syukur sangat berguna dalam hidup minimalis. Jika kamu bisa melihat bahwa hidup kamu tidak kekurangan dan bisa menghargai apa yang sudah kamu punya maka kamu tidak akan menginginkan apa-apa lagi. Kamu cukup berfokus pada apa yang sudah kamu punya, bukan pada apa yang belum kamu punya.

10. Hidup sederhana

10 Dasar Pemikiran Hidup Minimalisme Dari Buku 'Seni Hidup Minimalis'pixabay/StartupStockPhotos

Mahatma Gandhi pernah mengatakan "Hiduplah dengan sederhana agar orang lain dapat hidup". Ini adalah salah satu tujuan yang terpenting dalam konsep hidup minimalis. Inti perkataan Gandhi ini adalah bahwa kamu tidak boleh menggunakan sumber daya yang lebih daripada yang kamu butuhkan. Hal ini karena dari setiap 'tambahan' kebutuhan yang kita pakai, kita mengorbankan kebutuhan orang lain, baik saat ini maupun generasi yang akan datang.

Hal kita tidak sadari bahwa kita hidup dengan saling terhubung satu sama lainnya. Setiap tindakan bahkan terkecil sekalipun akan berdampak bagi orang lain. Pilihan kita sebagai konsumen juga akan berdampak langsung bagi lingkungan. Hidup sederhana, menggunakan barang sesuai ensesinya dan menerapkan konsep hidup minimalis adalah salah satu cara kita berperan dalam menjaga lingkungan.

Itulah sepuluh konsep dasar pemikiran dari buku 'Seni Hidup Minimalis' yang menjadi dasar awal untuk kamu yang ingin memulai menerapkan konsep hidup minimalis di dalam hidup kamu. Jika kamu ingin mengetahui lebih lanjut tentang sepuluh konsep ini, maka penulis menyarankan untuk membaca bukunya.

Baca Juga: Mungil dan Nyaman, Rumah Minimalis  bagi Millennial

Afendi Nahak Photo Verified Writer Afendi Nahak

I am I

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya