Comscore Tracker

#GreenBeauty 7 Aksi Sederhana Bisa jadi Kunci Selamatkan Lingkungan

Yuk mulai peduli dengan lingkungan, jangan nanti-nanti! 

Pernah kamu merasa cemas bila mendengar kabar tentang pemanasan global, kebakaran hutan, pencemaran air, dan isu lingkungan lainnya? Jangan abaikan rasa cemasmu karena sejatinya, itu adalah pengingat bahwa kita perlu segera bertindak untuk menyelamatkan lingkungan. 

Simak beberapa gaya hidup sederhana yang bermanfaat keberlanjutan lingkungan di bawah ini. Sekecil apa pun perubahan yang kamu hasilkan nantinya, hal itu tetap menjadi #OneGreenStep yang bermakna bagi lingkungan. Jangan ditunda lagi, oke?

1. Stop menggunakan plastik dan styrofoam! Mulai membiasakan membawa wadah sendiri 

#GreenBeauty 7 Aksi Sederhana Bisa jadi Kunci Selamatkan LingkunganMenggunakan peralatan makan sendiri (zerowasteinitiative.com)

Dalam kehidupan sehari-hari, tentunya kita sangat familier dengan plastik dan styrofoam. Styrofoam adalah jenis plastik yang membutuhkan waktu kurang lebih satu juta tahun untuk bisa teruraikan di dalam tanah. Barang yang kita lihat sepele sebagai pembungkus makanan, ternyata bisa menimbulkan dampak yang berbahaya bagi lingkungan, lho!

Menurut data dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di tahun 2019, menemukan bahwa 59% sampah plastik yang ditemukan di Teluk Jakarta adalah jenis plastik styrofoam dalam bentuk bungkus makanan. Lalu, hal apa yang harus mulai kita lakukan?

Kita dapat memulai dengan membawa wadah makanan sendiri ketika memesan makanan. Bagaimana ketika kita memesan makanan secara online? Hal sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan tidak meminta tambahan alat makan. Sebab, biasanya alat-alat makan tersebut juga terbuat dari plastik, yang pastinya sulit juga untuk diuraikan!

2. Memilah sampah dan mulai lakukan recycle

#GreenBeauty 7 Aksi Sederhana Bisa jadi Kunci Selamatkan LingkunganCuplikan video Garnier #OneGreenStep (youtube.com/garnierindonesia)

Plastik adalah material yang memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia, sayangnya plastik sulit dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai. Hal ini menyebabkan plastik bekas pakai terus menumpuk di TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Karena itu, recycle atau daur ulang menjadi langkah yang tepat untuk mengurangi sampah plastik sekaligus menjadi sumber ekonomi kreatif. 

Banyak daerah yang sudah memiliki "wadah" bagi masyarakatnya yang peduli sampah, contohnya Kota Surakarta dan Kudus. Dua kota yang terletak di Jawa Tengah ini memiliki komunitas peduli lingkungan bernama KRESEK (Kreasi Sampah Ekonomi Kota). Komunitas KRESEK sudah beroperasi sejak tahun 2015, kegiatannya berfokus pada pelestarian lingkungan, sosialisasi pengelolaan sampah, dan daur ulang sampah menjadi kerajinan yang memiliki nilai jual. Selain itu, komunitas KRESEK juga membuat laman kresek.org agar masyarakat dapat dengan mudah mengakses hasil kegiatan komunitas dan tertarik untuk turut serta menjaga lingkungan. 

Pada zaman yang serba mudah ini, kita bisa memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana mengelola sampah. Aplikasi eRecycle merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan untuk mempermudah proses recycle. Aplikasi ini masih dalam tahap pengembangan, sehingga hanya memberikan layanan di area Tangerang, Jakarta, Depok, dan Bekasi. Penggunaan aplikasi ini cukup mudah, kamu hanya perlu mendaftarkan diri dan menentukan alamat penjemputan sampah. Selanjutnya, petugas akan mengambil sampah daur ulang milikmu. Jangan lupa pisahkan sampah sesuai jenisnya, oke?

3. Pilih merek yang ramah dan peduli terhadap lingkungan!

#GreenBeauty 7 Aksi Sederhana Bisa jadi Kunci Selamatkan LingkunganMerek peduli lingkungan (elplanetaurbano.com)

Mungkin kita terlalu malas untuk mencari tahu terkait merek apa saja yang memang terbukti ramah dan peduli terhadap lingkungan. Jangan khawatir, ada salah satu contoh merek yang bisa kalian pilih sebagai alternatif ketika membutuhkan produk kecantikan yang pastinya peduli terhadap lingkungan. 

Garnier adalah produk perawatan rambut dan kulit yang sudah terbukti ramah lingkungan. Melalui kampanye bertajuk #OneGreenStep, Garnier memulai aksi cinta lingkungan dengan cara menggunakan bahan-bahan baku untuk membuat formula yang lebih mudah terurai dan dapat melindungi keragaman hayati. Kemasan yang digunakan Garnier pun juga lebih eco-friendly karena tidak lagi menggunakan plastik baru dan mudah untuk di recycle.

Dalam proses produksinya, Garnier berusaha untuk menurunkan pencemaran air dan udara dengan menggunakan teknologi yang hemat energi. Selain itu, Garnier melalui program #GarnierXIDNTimes juga berupaya mengajak lebih banyak orang untuk berkontribusi dalam mendukung pelestarian lingkungan. Dengan demikian, Garnier sangat cocok untuk kalian yang ingin mulai belajar untuk peduli terhadap lingkungan dari hal yang sederhana, bukan?

Baca Juga: #GreenBeauty 5 Kontribusi Nyata Anak Muda untuk Komitmen Lingkungan

4. Membiasakan untuk menggunakan produk berlabel cruelty free 

#GreenBeauty 7 Aksi Sederhana Bisa jadi Kunci Selamatkan LingkunganBrown bunny (pixabay.com/pixamio)

Langkah cerdas dengan impact besar yang dapat dilakukan sebagai konsumen adalah mulai beralih menggunakan produk-produk yang punya concern pada keberlanjutan lingkungan dan hewan. Jika banyak dari kita yang mendukung produk cruelty free, maka perusahaan pun akan mulai mengubah cara kerja mereka dan berusaha menciptakan produk yang aman bagi entitas kehidupan.

Tidak dapat dimungkiri, bahwa hingga saat ini hewan masih dijadikan objek uji coba produk kecantikan dan farmasi. Hal ini tentunya tidak etis karena proses uji coba pada hewan atau animal testing sejatinya merupakan bentuk penyiksaan bagi hewan. Selain itu, animal testing juga berbahaya bagi lingkungan karena bangkai hewan yang mati dalam proses testing telah terpapar bahan kimia serta dapat menimbulkan pencemaran tanah dan air. 

Namun, tidak semua merek menggunakan hewan sebagai uji coba. Sudah banyak merek yang mampu menghasilkan produk berkualitas sekaligus aman bagi manusia, hewan, dan lingkungan. Produk-produk tersebut memiliki label cruelty free yang berarti, bahan baku dan proses produksinya tidak berbahaya bagi hewan.

Garnier berkomitmen untuk menciptakan produk cruelty free serta telah diakui secara internasional, bahwa bahan baku dan proses produksi yang digunakan tidak mengandung unsur kekerasan pada hewan, bersifat alami, dan berkelanjutan. Selain itu, Garnier juga gencar sosialisasi gerakan #GarnierGreenBeauty sebagai komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan. Detail tentang program dan kegiatan Garnier Green Beauty dapat diakses pada laman https://www.garnier.co.id/green-beauty. Semoga kamu tertarik untuk menjadi green warrior bersama Garnier, ya!

5. Hindari food waste dan mencoba membuat kompos dengan makanan sisa! 

#GreenBeauty 7 Aksi Sederhana Bisa jadi Kunci Selamatkan LingkunganHindari food waste (sbs.com.au)

Pernahkah kalian berpikir tentang bahaya yang timbul ketika kita sering membuang makanan-makanan sisa? Ternyata, limbah makanan sisa yang nantinya ke tempat pembuangan akhir akan menghasilkan karbon dioksida dan metana, lho!  Keduanya ternyata sangat berbahaya bagi lingkungan karena memicu terjadinya pemanasan global.

Lalu, bagaimana kita bisa memulai untuk mengurangi food waste ini? Kita bisa memulai kebiasaan untuk membeli makanan sesuai kebutuhan saja. Kita juga bisa memanfaatkan lemari pendingin agar makanan kita tidak mudah basi. Selain itu, kita juga bisa mengubah sisa makanan yang masih layak menjadi bahan untuk membuat makanan lainnya. 

Ternyata, makanan sisa juga bisa dimanfaatkan untuk membuat kompos, lho. Langkah awal, kita bisa mulai memisahkan sayuran, buah-buahan, dan sedikit makanan-makanan sisa. Selanjutnya, kita bisa mencampurkan bahan organik kering seperti daun-daunan dan jerami. Lalu, lapisi bagian bawah pot dengan tanah.

Kemudian, masukkan secara bergantian makanan sisa dengan bahan-bahan organik tadi. Selanjutnya, tutup bagian atas pot dengan lembaran plastik atau kayu untuk mempertahankan kelembapan udara. Dalam waktu 2-3 bulan kompos akan terbentuk dan menjadi berwarna kecokelatan. Dengan memilah, mendaur ulang, dan membuat kompos, kita dapat berkontribusi untuk  mengurangi sampah setiap tahun. Sangat efektif, bukan?

6. Melakukan thrift shopping atau belanja baju bekas untuk mengurangi limbah tekstil

#GreenBeauty 7 Aksi Sederhana Bisa jadi Kunci Selamatkan LingkunganThrifting (pexels.com/cottonbro)

Pada zaman sekarang ini, kalian pasti gak asing dengan thrift shop. Yap, thrift shop adalah sebuah tempat atau toko yang menjual barang-barang bekas atau second-hand yang masih layak pakai. Thrift shopping sekarang ini lebih dikenal sebagai alternatif untuk mencari pakaian bekas dengan kualitas yang baik dan pastinya dengan harga yang lebih terjangkau. 

Menurut laporan aliansi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk fesyen berkelanjutan, industri tekstil sendiri telah menyumbang sebesar 8-10% emisi karbon di dunia. Gaya hidup masyarakat dalam hal kebutuhan pakaian sekarang dibandingkan 15 tahun lalu juga meningkat sebanyak 60%, yang mana menghasilkan sekitar 92 juta ton sampah setiap tahunnya. Wah, jumlahnya sangat besar, ya?

Dengan thrift shopping, kita dapat membantu mengurangi penggunaan bahan kimia dan menghemat penggunaan air dalam proses produksi pakaian. Banyak sekali thrift shop yang bisa kita temui di Indonesia, salah satu contohnya adalah Pasar Senen di Jakarta. 

7. Tinggalkan produk sekali pakai! Mulai gunakan produk reusable

#GreenBeauty 7 Aksi Sederhana Bisa jadi Kunci Selamatkan LingkunganMenggunakan reusable products (pexels.com/readymade)

Pernahkah kamu melihat atau membaca berita tentang bungkus makanan dari tahun 1990-an yang ditemukan "utuh" terombang-ambing di tengah laut bersama dengan banyak sampah lainnya? Kalau pernah, pasti kamu setuju bahwa plastik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai. Kita tidak dapat menyangkal bahwa sampah plastik yang dibuang sekarang akan tetap utuh sampai generasi-generasi berikutnya. Jika dibiarkan terus-menerus tanpa pengolahan, maka sampah plastik akan menumpuk dan bumi bisa berubah menjadi planet plastik. Tentunya kamu tidak mau hal ini terjadi, bukan?

Oleh karena itu, mulailah untuk mengurangi penggunaan produk plastik sekali pakai. Kamu bisa beralih ke produk reusable, seperti sedotan bambu atau sedotan stainless, tas kantong berbahan kain, pembalut kain, tumbler, dan lain-lain. Jangan mengganti produk plastik sekali pakai dengan produk sekali pakai lain karena dampaknya tetap tidak baik untuk lingkungan. Dengan menggunakan produk reusable, kamu sudah berkontribusi menjaga lingkungan tetap lestari kini dan nanti. 

Ternyata merawat lingkungan cukup mudah, ya? Semoga langkah-langkah di atas dapat membantu kamu menjadi pahlawan untuk lingkungan. Mulai dari diri sendiri, kemudian ajaklah orang-orang di sekitarmu untuk ikut berkontribusi. Ingat bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab atas lingkungan, semoga berhasil!

Baca Juga: #GreenBeauty 5 Hal Sederhana yang Sangat Bermanfaat Bagi Bumi 

Alya Fatika Photo Writer Alya Fatika

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Merry Wulan

Berita Terkini Lainnya