Comscore Tracker

Legenda di Balik Cerita Frankenstein, Ini 11 Fakta Boris Karloff

Monster Hollywood yang populer dan tak lekang oleh waktu

Boris Karloff terkenal karena perannya sebagai monster di film horor terhebat sepanjang masa. Namun, di balik penampilan Frankenstein tahun 1931, Boris Karloff justru dikenal sangat hangat, elegan, dan juga bermartabat. Di akhir karirnya, ia juga masih relevan dan aktif sementara banyak aktor film horor sezamannya yang menghilang dan tidak dikenal lagi. Yuk, kita simak fakta tentangnya. 

1. Masa kecil Boris Karloff 

Legenda di Balik Cerita Frankenstein, Ini 11 Fakta Boris Karloffaurorasginjoint.com

Boris Karloff lahir dengan nama William Henry Pratt di Camberwell, London Selatan, pada tanggal 23 November 1887. Ia adalah anak bungsu dari sembilan bersaudara. Ayahnya, Edward John Pratt Jr., adalah orang Inggris keturunan campuran India yang berkarier sebagai seorang diplomat. Ibu Karloff, Eliza, yang ditemui Edward Pratt saat bekerja di dinas diplomatik di India adalah orang yang sakit-sakitan.

Saat kecil, Karloff sering menghabiskan waktunya di rumah temannya yang bernama Noel Hearns. Menurut Hearns, Karloff adalah anak yang sangat pemalu. Bahkan dia menganggapnya sebagai anak yang sangat kesepian. Karloff tidak sempurna, ia gagap dan cadel. Kulitnya yang gelap karena keturunan India juga sering menjadi bahan olok-olokan di antara teman sekolahnya.

2. Boris Karloff menempuh pendidikan untuk menjadi diplomat

Legenda di Balik Cerita Frankenstein, Ini 11 Fakta Boris Karloffzomboscloset.com

Saat Boris Karloff berusia lima tahun, ayahnya meninggalkan keluarganya untuk tinggal di Prancis. Dua tahun kemudian, Eliza Pratt meninggal dunia karena sakit. Boris pun diurus oleh kakak-kakaknya. Tujuh saudara laki-laki Karloff merupakan pegawai pemerintah terkemuka. Pekerjaan itu pun seolah menjadi tradisi keluarga. Karloff ditekan untuk mengejar karier di pelayanan Konsuler Inggris. 

Untuk menempuh karier di bidang diplomasi, Karloff bersekolah di Uppingham, sebuah sekolah asrama di Rutland, Inggris, sebelum akhirnya ke King's College dari Universitas London. Namun, Karloff lebih berminat ke teater dari pada akademisnya, seperti yang diungkapkannya kepada The Saturday Evening Post pada tahun 1962.

Ketika Karloff gagal dalam ujian semester pertama, ia justru sangat lega. Karloff menganggap bahwa takdirnya ada di panggung bukan di kedutaan. Terlepas dari ketidaktertarikannya pada pendidikan tinggi, namun pendidikan formal tersebut sangat membantunya di luar bidang akademis. 

3. Saat muda, Boris Karloff bekerja sebagai buruh 

Legenda di Balik Cerita Frankenstein, Ini 11 Fakta Boris Karloffvintagenewsdaily.com

Baca Juga: 6 Pemain Film Hollywood yang Terlibat di Film Live Action Disney

Ambisi Boris Karloff terhadap dunia hiburan menjadi perdebatan di keluarganya. Bagi saudara-saudaranya, impian Karloff itu bodoh, dan bisa memalukan nama keluarga. Namun Karloff tidak peduli, diusia 21 tahun, ia mengantongi uang sekitar 100 pound yang diwariskan oleh almarhum ibunya untuk merantau ke Kanada. Sayangnya, di Kanada ia hanya bekerja sebagai buruh tani. Dalam pekerjaannya itu, Karloff belajar banyak hal. 

Lalu ia pergi ke Vancouver, British Columbia, di mana dia bekerja membersihkan lahan dan menggali parit drainase untuk SM Perusahaan Listrik. Dalam Boris Karloff: The Man, The Monster, The Movies, penulis biografi Denis Gifford mengungkapkan bahwa Karloff tidak pernah menyangka akan menjadi seorang buruh, apalagi dia memiliki latar belakang pendidikan tinggi.

4. Awal mula masuk dunia teater

Legenda di Balik Cerita Frankenstein, Ini 11 Fakta Boris Karloffdoctormacro.com

Karena hampir tidak memiliki pengalaman untuk memasuki dunia teater, Boris Karloff akhirnya bekerja sebagai buruh serabutan. Pemuda terpelajar itu pernah bekerja menggali parit hingga memasang rel kereta api. Saat uangnya menipis, Karloff meminjam uang sebesar 50 US dolar pada tahun 1910 kepada saudaranya John, yang kebetulan sedang transit di Kanada setelah pulang dari Cina menuju London. Rejeki nomplok tersebut membuka kesempatan bagi Karloff untuk masuk ke dunia teater di Vancouver. 

Saat membolak-balik majalah Billboard, Karloff menemukan iklan teater yang berlokasi di dekat Seattle, Washington. Karloff pun mengarang kisah bahwa dia adalah aktor sukses di teater London. Tidak yakin apakah siasatnya berhasil, Karloff kembali bekerja membersihkan lahan sebagai tim survei di kota pertambangan bernama Kamloops 160 mil di luar Vancouver. Dua bulan kemudian, dia menerima surat dari Seattle yang memberitahunya untuk bergabung dengan Perusahaan Saham Jean Russell.

5. Boris Karloff terjun ke Hollywood 

Legenda di Balik Cerita Frankenstein, Ini 11 Fakta Boris Karlofffactinate.com

Nama "William Pratt" dirasa terlalu hambar, aktor muda itu akhirnya mengambil nama belakang "Karloff" yang diduga berasal dari kerabat ibunya yang keturunan Rusia. Sedangkan nama "Boris" diambil dari nama cincin eksotisnya. Karloff pun memulai karier impiannya dengan nama tersebut. 

Menurut film dokumenter Biografi Boris Karloff: The Gentle Monster, awal ia terjun ke dunia teater tidak semudah itu, pada musim panas 1912, tornado dahsyat menghantam kota Regina, Saskatchewan, dan menewaskan 41 orang serta meluluhlantahkan rombongan teater. Karloff pun sempat bekerja menjadi buruh lagi, tetapi tak lama kemudian, ia kembali ke panggung teater bersama Harry Sinclair Players. Setelah tiga musim bersama Sinclair, Karloff pindah ke Amerika Serikat pada tahun 1913 di mana ia melanjutkan karier teaternya di Chicago. 

Setelah menetap sementara di Kota Windy, Boris Karloff bermigrasi ke Los Angeles, ibu kota industri film yang berkembang pesat. Pada 1919, dia masuk ke dunia film sebagai peran kecil, tetapi dia sama sekali bukan bintang film. "Dia benar-benar dilanda kemiskinan dan kelaparan hampir sepanjang waktu," kata penulis Cynthia Lindsay pada 1995.

Pada tahun 1930, Karloff yang berusia 40-an, masih menambah penghasilan dari aktingnya dengan berbagai pekerjaan. Meskipun memiliki beberapa peran penting, Karloff, dengan 80 film yang sudah dibintanginya, masih belum dikenal secara luas. 

6. Frankenstein membuat nama Boris Karloff melambung tinggi

Legenda di Balik Cerita Frankenstein, Ini 11 Fakta Boris Karloffpopculturetonight.com

Pada awal 1930-an, nasib Boris Karloff mulai berubah. Ia mendapat peran utama dalam film thriller Howard Hawks The Criminal Code, yang dirilis pada tahun 1930, membuat aktor itu mendapatkan visibilitasnya. Sutradara yang sedang naik daun bernama James Whale adalah orang di balik kesuksesan Karlof. 

Melihat Karloff sedang makan siang di komisaris Universal Studio, Whale meminta asistennya untuk menjadwalkan pertemuan dengan aktor tersebut. Karena sudah kenal dengan Karloff semenjak pembuatan film The Criminal Code, sutradara tersebut meminta Karloff untuk berperan sebagai makhluk Frankenstein. Karena menurut Whale, wajah aktor tersebut sangat cocok dengan karakter tersebut.

Frankenstein dirilis pada tahun 1931, menjadi salah satu film tersukses James Whale dan juga masuk blockbuster. Kombinasi riasan wajah Jack Pierce dalam karakter Frankenstein, dan penampilan Karloff yang menakutkan, membuat film tersebut diterima banyak orang. Karloff diusianya yang mendekati pertengahan 40-an, akhirnya berhasil menjadi salah satu bintang Hollywood terbesar. 

7. Karlof adalah legenda horor

Legenda di Balik Cerita Frankenstein, Ini 11 Fakta Boris Karloffclassic-horror.com

Berkat kesuksesan Frankenstein, Boris Karloff tidak lagi melakukan pekerjaan kasar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebagai salah satu bintang film paling terkenal di dunia, dia ditawari banyak film, sebuah kehormatan yang setara dengan aktor terkenal Rudolph Valentino dan Greta Garbo pada saat itu. 

Bintang horor itu berperan sebagai monster lainnya di The Mummy Universal pada tahun 1932, yakni Firaun Imhotep. Pada tahun 1933, Karloff kembali ke Inggris untuk membintangi The Ghoul sebagai ahli Mesir. Tahun berikutnya, Karloff bekerja sama dengan saingannya Bela Lugosi di The Black Cat. Bintang horor terbesar Universal ini, memerankan salah satu peran terbaiknya sebagai pemimpin sekte Setan.

Karloff pun kembali lagi menjadi Frankenstein di The Bride of Frankenstein tahun 1935. Para kritikus menganggap bahwa itu adalah peran terbesarnya dari semua karakter monster Universal Studio. Son of Frankenstein, dirilis pada tahun 1939, yang menjadi perjalanan terakhir Karloff sebagai monster bersama dengan Lon Chaney Jr. yang mengambil alih film The Ghost of Frankenstein tahun 1942. Ironisnya, Bela Lugosi akhirnya memerankan monster tersebut dalam film Frankenstein Meets the Wolfman pada tahun 1943.

8. Boris Karloff menjadi senior horor di usia 70-an

Legenda di Balik Cerita Frankenstein, Ini 11 Fakta Boris Karlofflistal.com

Pada akhir 1950-an dan awal 1960-an, minat terhadap film horor dan monster klasik bangkit kembali berkat rilisnya film-film tersebut di televisi. Pada tahun 1960, Karloff menjadi pembawa acara antologi horor TV Thriller dengan gaya horor gothic. 

Tahun 60-an juga membawa Boris Karloff kembali ke bioskop horor berkat pembuat film seperti Roger Corman dan Mario Bava. Tampil bersama bintang-bintang horor Vincent Price, Peter Lorre, Basil Rathbone, dan Christopher Lee, Boris Karloff adalah senior horor di usia 70-an.

9. Boris Karloff dan film klasik anak-anak

Legenda di Balik Cerita Frankenstein, Ini 11 Fakta Boris Karloffemmys.com

Meskipun banyak orang cenderung mengaitkan Boris Karloff dengan Halloween, bintang horor itu ternyata juga memiliki peran lain di musim Natal pada tahun 1966. Dilansir dari Hollywood Reporter, Karloff menjadi dubber di film klasik liburan, sebagai narator dari animasi khusus How the Grinch Stole Christmas !, Karloff memperkenalkan anak-anak dengan karakter favorit Natal bernama Dr. Seuss.

Dalam sebuah wawancara dengan Television Academy Foundation, animator Chuck Jones memuji kesuksesan film itu berkat Karloff. "Salah satu hal terpenting bagi saya adalah mendapatkan Boris Karloff," kata Jones. "Dia memiliki suara yang indah ... Dan dia sangat cocok ketika dia membacanya." 

Karloff yang mendekati usia 80 tahun pada saat perekaman, sebenarnya sudah sakit. Ia menderita penyakit emfisema dan artritis, namun ia tetap memberikan narasinya secara maksimal. Menurut Dear Boris: The Life of William Henry Pratt a.k.a. Boris Karloff, seorang ahli jantung prihatin dengan kondisi Karloff, namun Karloff tidak menunjukkan rasa sakitnya itu di depan banyak orang. Ia justru terlihat sangat antusias. 

10. Film action Boris Karlof 

Legenda di Balik Cerita Frankenstein, Ini 11 Fakta Boris Karloffalfredeaker.com

Targets, dirilis pada tahun 1968, menampilkan Boris Karlof dalam salah satu peran paling menarik dalam kariernya. Film pertama sutradara Peter Bogdanovich ini diproduksi bersama Roger Corman, dibintangi oleh Karloff yang berperan sebagai Byron Orlok. Namun, film ini mendapatkan kritikan yang cukup pedas terkait adegan kekerasan senjata.

11. Meninggalnya Boris Karloff 

Legenda di Balik Cerita Frankenstein, Ini 11 Fakta Boris Karloffnickiswift.com

Boris Karloff masih bekerja hingga akhir hayatnya. Setelah berakting di Targets, dia juga berperan dalam beberapa film horor, diantaranya Curse of the Crimson Altar dengan Christopher Lee dan Isle of the Snake People. Meskipun harus menggunakan kursi roda dan bergantung pada tangki oksigen dalam pengambilan gambar, kata pensiun tidak pernah terlintas di kepalanya. "Saya salah satu orang yang beruntung bisa melakukan apa yang saya sukai," kata Karloff kepada The Los Angeles Times tidak lama sebelum kematiannya.

Menderita artritis dan emfisema membuatnya mengandalkan setengah dari salah satu paru-parunya, Boris Karloff memasuki Rumah Sakit King Edward VII London. Setelah berjuang melawan penyakitnya, legenda horor itu menyerah pada pneumonia pada 2 Februari 1969 di usia 81 tahun. 

Meskipun aktor lawas dan mungkin tidak dikenal oleh beberapa generasi sekarang, tetapi jasa dan bakatnya dalam perfilman horor dunia tidak bisa diragukan lagi. 

Baca Juga: Penuh Aktor Kawakan, 15 Aktor Korea Naungan C-JeS Entertainment

Amelia Solekha Photo Verified Writer Amelia Solekha

Write to communicate. https://ameliasolekha.blogspot.com/

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Ane Hukrisna

Berita Terkini Lainnya