Comscore Tracker

Kisah Maureen, Dokter Muda yang Menggeluti Dunia Penelitian 

Ini saran bagi millennial yang ingin meneliti tapi sibuk

Jakarta, IDN Times – Belakangan ini, berbagai perguruan tinggi mulai mendorong mahasiswanya untuk melakukan penelitian. Anjuran publikasi ilmiah bukan hanya bertujuan meningkatkan kualitas institusi pendidikan, tapi juga menambah ilmu pengetahuan dan meningkatkan daya berpikir seorang mahasiswa.

Namun, bukan perkara mudah bagi seorang mahasiswa untuk bisa mempublikasikan tulisannya di jurnal ilmiah. Mereka harus melewati proses penelitian yang panjang dan ketat, di samping menyisihkan waktu di sela-sela kesibukannya.

Kisah dokter muda Maureen Miracle Stella di bawah ini tentunya bisa menjadi inspirasi bagi generasi millennial yang menggeluti penelitian di tengah kesibukannya. Yuk simak!

1. Sedikit mengenal Maureen

Kisah Maureen, Dokter Muda yang Menggeluti Dunia Penelitian Dokter muda Maureen Miracle Stella (Dok. IDN Times/Istimewa)

Adapun Maureen Miracle Stella merupakan mahasiwa kedokteran di Unika Atma Jaya, Jakarta, yang saat ini sedang menuntaskan studi profesi kedokterannya atau koas. Namun, kesibukan koas tidak menghalangi Maureen untuk menggandrungi dunia penelitian.

Maureen giat meneliti dan telah memenangkan berbagai lomba di bidang kesehatan. Dia tercatat berhasil mendapatkan sekitar 20 penghargaan dari tingkat nasional hingga internasional.

Selain itu, Maureen juga telah menerbitkan 10 publikasi pada jurnal terakreditasi nasional dan internasional. Tentunya dia juga aktif mempresentasikan hasil penelitiannya di berbagai konferensi ilmiah.

Perempuan kelahiran Karawang, 13 April 1998 itu aktif mengikuti lomba dan konferensi di berbagai negara, seperti Inggris, Korea Selatan, Malaysia, Australia, dan Thailand.

Baca Juga: Kisah Fardita, Anak Petani Maba ITERA 2022 Terjauh dari Raja Ampat

2. Kali pertama Maureen jatuh cinta dengan penelitian

Kisah Maureen, Dokter Muda yang Menggeluti Dunia Penelitian Ilustrasi Penelitian Ilmiah. IDN Times/Mardya Shakti

Maureen sendiri mulai tertarik dengan penelitian ketika menjalani pembuatan skripsi di bawah bimbingan Zita Arieselia, yang merupakan pengajar di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unika Atma Jaya.

Tak hanya itu, Maureen diketahui juga merupakan finalis dari Mahasiswa Berprestasi Bidang Ilmiah Universitas Atma Jaya. Maureen aktif melakukan berbagai penelitian sejak preklinik pada 2016 hingga kepaniteraan klinik pada 2022.

Menurut Maureen, menjadi seorang dokter klinisi di era saat ini harus juga memiliki kemampuan untuk berpikir kritis, yang dapat dikembangkan melalui penelitian.

“Adanya dukungan dari berbagai dosen dan dokter di FKIK Unika Atma Jaya dan RS jejaring tempat saya menjalani koas juga mendorong saya untuk terus maju, dan belajar bagaimana menjadi dokter dan peneliti yang baik demi kepentingan pasien,” kata Maureen, yang saat ini bertugas di Sukabumi.

Selain itu, Maureen juga mengatakan bahwa strategi dan motivasi dalam mengatur waktu belajar merupakan hal yang paling krusial bagi dirinya.

“Selalu buat jadwal harian, kapan kamu harus belajar, membuat riset, dan jangan lupa untuk beristirahat dan bersenang-senang,” ujar Maureen.

3. Maureen sempat down karena hasil penelitiannya terbuang

Kisah Maureen, Dokter Muda yang Menggeluti Dunia Penelitian Calon dokter yang aktif meneliti, Maureen Miracle Stella (Dok. IDN Times/Istimewa)

Meraih prestasi yang sedemikian rupa pun bukannya tanpa kesulitan. Salah satu tantangan terbesar yang pernah dialami Maureen adalah ketika sampel riset yang hendak ia patenkan justru terbuang.

“Saat itu, saya merasa jerih payah saya selama 2 tahun seperti sia-sia. Saya sempat down, namun saya menjadikan hal itu sebagai batu loncatan untuk bangkit dan mengasah kemampuan saya, hingga akhirnya saya bisa sejauh ini,” beber dia.

“Tidak ada jalan yang instan maupun lurus-lurus saja, perlu perjuangan dan kesabaran untuk bertahan di jalan ini. Kamu akan bertemu berbagai macam pihak, mulai dari yang benar memiliki intensi baik, kurang baik, hingga yang tampak baik namun eksploitatif demi profit pribadi. Saya punya teman-teman yang sangat suportif sehingga saya dapat terus maju,” tambahnya.

Sebagai seorang dokter muda, Maureen berpendapat bahwa penelitian tidak terbatas pada hal-hal molekular yang hanya bisa dilakukan di laboratorium.

“Tidak mungkin rasanya kita langsung mahir membuat sebuah karya pada kali pertama. Penelitian dapat dilakukan oleh siapa saja, di mana saja dan kapan saja, find your curiosity, explore it, enjoy the process,” saran dia.

“Misalnya, kamu tertarik dengan penelitian yang melibatkan sosialisasi dengan banyak orang, kamu bisa melakukan penelitian berbasis studi populasi seperti survei. Bila kamu tidak ingin melakukan penelitian di lapangan, kamu bisa juga membuat tinjauan pustaka atau telaah sistematis. Jadi, penelitian tidak selalu harus identik dengan laboratorium,” demikian tips terakhir dari dia.

Baca Juga: Kisah Fotografer Tangan Kidal Lampung: Jangan Anggap Diri Kita Berbeda

Andi IR Photo Verified Writer Andi IR

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Vanny El Rahman

Berita Terkini Lainnya