Comscore Tracker

IWF 2020: 6 Kiat Jitu Menulis dari Hati ala Rintik Sedu

Abaikan pendapat negatif orang lain! #IWF2020

Nama pena Rintik Sedu tentu tidak asing lagi di telinga pembaca dari kalangan Millennials dan Gen Z. Sebab hampir semua buku karangannya begitu laris dan diterima generasi muda. Selain karena isinya yang dianggap dekat dan mewakili perasaan remaja, karya perempuan bernama asli Nadhifa Tsana ini juga memuat banyak kutipan yang menarik.

Dalam satu kesempatan di ajang Indonesia Writers Festival 2020 yang diselenggarakan IDN Times pada Selasa (22/09/2020), Nadhifa Tsana menceritakan beberapa penggalan pengalaman hidupnya yang kemudian menuntunnya menjadi penulis seperti sekarang. Ia juga membagikan kiat jitu menulis dari hati yang bisa diterapkan oleh siapapun yang mau melakukannya. Apa saja kiat menulis dari Nadhifa Tsana? Berikut ini ulasannya.

1. Mulailah menulis dari hal yang terdekat dan topik yang ada di sekitar

IWF 2020: 6 Kiat Jitu Menulis dari Hati ala Rintik SeduYouTube.com/IDN Times

Bagi Nadhifa Tsana, menulis dengan baik memerlukan proses yang panjang. Calon penulis mesti menjalani, menikmati, dan menghargai proses ini. Oleh karena itu, mustahil bagi mereka yang ingin menjadi penulis untuk bisa langsung menulis hal atau topik yang berada di luar jangkauannya.

Cara terbaik untuk mulai menulis adalah dengan mengambil tema atau topik yang terdekat dengan calon penulis. Calon penulis harus berangkat dari hal yang berada dalam jangkauan pikiran, perasaan, dan pengalamannya. Hanya dengan cara ini seseorang bisa mulai membuat tulisan dari hati.

2. Jangan terlalu memikirkan pendapat negatif orang lain

IWF 2020: 6 Kiat Jitu Menulis dari Hati ala Rintik SeduPexels/Vera Arsic

Rasa takut akan karya yang tidak diterima pembaca atau malah beroleh ejekan dari mereka merupakan perasaan yang wajar dan kerap dirasakan oleh semua calon penulis. Akan tetapi, perasaan seperti itu tidak selayaknya menghantui pikiran calon penulis yang malah membuatnya berhenti membuat tulisan.

Seseorang yang baru mulai menulis harus mampu percaya akan kemampuan yang dimilikinya. Ia tidak mesti memikirkan pendapat orang lain atau mencoba membandingkan tulisannya dengan karya penulis beken dan terkenal lainnya. Sebab menulis adalah menceritakan pikiran dan pengalaman sendiri yang mungkin orang lain perlu mengetahuinya.

Baca Juga: IWF 2020: 5 Manfaat Riset bagi Fenty Effendy agar Biografi Bernyawa

3. Selesaikan tulisan yang sudah dimulai

IWF 2020: 6 Kiat Jitu Menulis dari Hati ala Rintik SeduUnsplash/Thought Catalog

Mereka yang sudah mulai menulis harus memiliki rasa tanggung jawab pada dirinya sendiri untuk menyelesaikan tulisannya. Sebab bagi Nadhifa Tsana, esensi menulis adalah menyelesaikannya.

Upaya menyelesaikan tulisan yang sudah dimulai merupakan hal yang harus dihayati dan dirayakan. Sebab dalam kondisi itu, tidak ada seorang pun yang bisa membantu kecuali diri sendiri. Dengan cara itu, calon penulis secara tidak sadar sedang belajar bertanggung jawab atas dirinya dan tulisannya.

4. Biarkan suasana hati menuntun sebuah tulisan

IWF 2020: 6 Kiat Jitu Menulis dari Hati ala Rintik SeduUnsplash/Bewakoof.com Official

Setiap orang mempunyai caranya masing-masing untuk menghasilkan sebuah tulisan. Bagi Nadhifa Tsana, menulis bukan suatu kegiatan yang dipaksakan. Sebab seringkali seseorang tidak menghasilkan apapun jika proses menulis itu bercampur dengan paksaan.

Dalam kondisi tidak ingin menulis, sebaiknya seseorang melakukan kegiatan lain alih-alih tetap terpaku di depan monitor komputer sambil memaksakan diri untuk tetap menulis. Biarkan suasana hati atau mood yang menuntut seseorang untuk menulis. Sebab menulis merupakan kegiatan yang relaks.

5. Ambil inspirasi dari orang-orang sekitar

IWF 2020: 6 Kiat Jitu Menulis dari Hati ala Rintik SeduPexels/Pixabay

Inspirasi menulis tidak melulu harus bersumber dari pengalaman diri sendiri. Adakalanya, penulis bisa memperoleh inspirasi dari pengalaman orang lain. Misalnya saja Nadhifa Tsana yang mulai menulis tentang kisah cinta berdasarkan cerita dari teman sekolahnya.

Meskipun Nadhifa mengaku belum pernah terlibat dengan persoalan asmara semasa sekolah menengah dulu, namun berkat cerita dari teman-temannya, ia bisa melahirkan tulisan tentang kisah cinta. Pengalaman ini membuktikan bahwa inspirasi bisa datang dari luar selama seseorang mampu mendalami pengalaman orang lain yang membagikan ceritanya.

6. Bacalah berbagai macam buku

IWF 2020: 6 Kiat Jitu Menulis dari Hati ala Rintik SeduUnsplash/Sabine Autumn

Tulisan seseorang tidak akan jauh dari bacaan yang dinikmatinya. Penikmat komik tentu akan terobsesi untuk membuat tulisan bergambar dengan pelbagai tokoh menarik laiknya karakter dalam komik. Begitu juga pembaca sejarah akan berusaha menciptakan tulisan yang berhubungan dengan peristiwa masa lalu.

Dengan membaca berbagai macam buku, seseorang dapat menentukan buku favoritnya sehingga dapat memilih jenis tulisan apa yang akan diciptakannya. Selain itu, membaca buku juga bisa menjadi sumber inspirasi untuk menulis.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, mulai mempraktikkan kiat jitu menulis ala Nadhifa Tsana Rintik Sedu di atas. Karena semua orang pasti bisa menulis.

IDN Times menggelar Indonesia Writers Festival 2020. Acara yang juga dikenal dengan IWF 2020 ini adalah pertemuan independen yang berkomitmen untuk memberdayakan Indonesia melalui bidang menulis. Acara dengan slogan Empowering Indonesians Through Writing ini dilangsungkan pada 21 hingga 26 September 2020 melalui zoom dan Youtube channel IDN Times.

IWF 2020 sendiri menghadirkan lebih dari 20 pembicara kompeten di berbagai latar belakang seperti Nadin Amizah, Sal Priadi, Agus Noor, Ivan lanin, Tsana, Kalis Mardiasih, dan masih banyak lainnya.

Simak terus keseruannya di situs idntimes.com, ya!

Baca Juga: IWF 2020: Gunakan 5 Teknik SEO Ini agar Artikelmu Dibaca Banyak Orang

Asep Wijaya Photo Verified Writer Asep Wijaya

penikmat buku, film, perjalanan, dan olahraga; pemukim di Matsudo, Chiba, Jepang

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Diana Hasna

Berita Terkini Lainnya