Comscore Tracker

Hindari Ucapkan 5 Kalimat Ini pada Temanmu yang Anxiety, Hati-hati!

Sama sekali tidak membantu meredakan kecemasan mereka

Tanpa kita sadari, orang-orang terdekat kita pasti memiliki kesusahan sendiri yang tak pernah ia ceritakan pada orang lain. Entah itu teman, sahabat, atau bahkan saudara kita sendiri. Anxiety disorder merupakan masalah yang paling umum ditemukan pada lingkungan sekitar. Menurut National Institutes of Health, ada satu dari tiga remaja yang menderita gangguan kecemasan. Angka ini terus berkembang, bahkan dari tahun 2007-2012, penderita anxiety untuk remaja naik sampai 20 persen.

Penyebabnya tentu beragam, mulai dari hal-hal umum seperti sosial media bahkan ekspetasi tinggi dari orang-orang terdekat.

Gangguan kecemasan bukanlah hal sepele, guys. Itu bisa menjadi pintu masuk pada penyakit mental lain seperti depresi bahkan bunuh diri. Oleh karena itu, hati-hati dengan perkataan dan perilaku kita di depan teman-teman yang sedang mengalami anxiety. Jaga mulutmu untuk tidak mengatakan kalimat menyakitkan, seperti 5 hal berikut;

1. “Itu semua hanya terjadi di pikiranmu.” 

Hindari Ucapkan 5 Kalimat Ini pada Temanmu yang Anxiety, Hati-hati!Pexels

Perlu diketahui bahwa anxiety bukanlah pilihan. Kadang ia hinggap dalam kepala seseorang dan memberi pengaruh yang luar biasa. Kalimat ‘itu hanya terjadi di pikiranmu’ tidak akan banyak membantu, tidak membuat ketakutan temanmu mereda atau pikiran-pikiran negatif itu hilang dalam sekejap. Malah, itu akan membuat perasaan temanmu lebih buruk lagi, sebab ia pikir kamu menganggap kekhawatirannya tidak nyata dan hanya overreacting saja.

2. “Kamu khawatir pada hal-hal tidak penting.” 

Hindari Ucapkan 5 Kalimat Ini pada Temanmu yang Anxiety, Hati-hati!pexels.com/pixabay

Mungkin bagimu, hal-hal tersebut adalah masalah sepele yang seharusnya tidak terlalu dipikirkan. Tetapi bagi temanmu yang menderita anxiety, jelas kasusnya berbeda. Ini hanya akan membuat kamu tampak cuek dan ignorant, seolah kamu tidak mau mencoba mengerti apa yang temanmu rasakan saat itu.

3. “Jangan khawatir, semua akan baik-baik saja.” 

Hindari Ucapkan 5 Kalimat Ini pada Temanmu yang Anxiety, Hati-hati!pexels/rawpixel.com

Walaupun kamu berniat baik dengan memberi dukungan dan motivasi pada mereka, kalimat itu hanya akan menjadi bumerang pada orang-orang anxiety. Mereka menganggap bahwa kamu hanya menyuruh mereka untuk berhenti khawatir. Ingatlah bahwa penderita gangguan kecemasan terjebak dalam labirin pikiran mereka, dengan berbagai macam ketakutan.

Dibanding mengucap kalimat itu, ada baiknya kamu mencoba untuk mengerti perasaan temanmu, juga katakan pada mereka bahwa tidak apa-apa untuk merasa khawatir.

Baca Juga: 5 Cara Sederhana Ini untuk Mengurangi Gejala Anxiety Disorder

4. “Berhentilah berperilaku berlebihan. Itu aneh dan mengganggu, kau tahu?” 

Hindari Ucapkan 5 Kalimat Ini pada Temanmu yang Anxiety, Hati-hati!pexels/pixabay

Gangguan kecemasan dapat membuat orang bertingkah ‘aneh’, seperti berubah sangat panik dan berusaha untuk menghindari situasi tertentu. Walau kamu tidak ikut merasa hal-hal tersebut, tidak usah menghina temanmu dengan mengatakan hal-hal buruk padanya. Apalagi, bila kamu menganggapnya sebagai candaan. Itu sama sekali tidak lucu. Lelucon bukanlah lelucon apabila kamu membuat orang lain menjadi semakin insecure.

Daripada membuat candaan konyol semacam itu, mengapa kamu tidak mencoba untuk mengerti posisi temanmu? Dan buatlah temanmu tetap merasa berharga, tanpa menghiraukan gangguan kecemasan itu.

5. “Aku benar-benar paham apa yang kamu rasakan.” 

Hindari Ucapkan 5 Kalimat Ini pada Temanmu yang Anxiety, Hati-hati!Pexels/Polina Zimmerman

Jangan pernah samakan kekhawatiran sehari-hari dengan anxiety disorder. Tidak usah berkata seolah kamu pernah mengalaminya, bahkan sampai menggurui mereka. Ini sama sekali tidak membantu. Walau kamu berniat untuk memotivasi dan memberikan sarah, kalimat tersebut hanya akan terdengar seperti penghinaan bagi mereka. Dan kalau memang kamu sudah pernah mengalami gangguan kecemasan sebelumnya, ingatlah bahwa anxiety dan depresi memberi pengalaman, rasa, dan perspektif berbeda pada tiap pribadi.

Itulah lima kalimat yang tidak seharusnya kamu katakan di depan orang yang menderita gangguan anxiety. Ingat guys, cara terbaik untuk membantu adalah dengan berada di sisi mereka dan mendengarkan keluh kesah mereka. Terkadang menjadi pendengar itu lebih baik dibanding pengomentar.

Baca Juga: Ternyata Ini 6 Kebiasaan yang Memicu Stres dan Anxiety

Caroline Graciela Harmanto Photo Verified Writer Caroline Graciela Harmanto

Cinta menulis sedari duduk di bangku SD, masih terus belajar agar dapat menerbitkan konten yang berguna bagi masyarakat.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya