Comscore Tracker

Mengapa Kamu Gak Boleh Terus Larut dalam Penyesalan Masa Lalu

Saatnya move on!

Ada beberapa peristiwa dalam hidup yang memang tak dapat terhapus dari memori kita, entah sebab meninggalkan jejak bahagia atau justru sebaliknya. Apa pun itu, setiap manusia pasti memiliki setidaknya satu hal buruk yang disesali dari masa lalu.

Penyesalan tersebut bila dipandang dengan benar, dapat menuntun kita untuk introspeksi dan memperbaiki diri lebih baik lagi. Namun seringkali, kita lebih suka memusatkan pikiran pada kesalahan kita, terus memikirkan kalimat, ‘Andai aku tidak melakukan itu.’, dan akhirnya malah terjebak dalam rasa malu yang kental.

Apakah ini akan membuatmu merasa lebih baik? Tidak, bukan? Sebaliknya, kamu akan terus-terusan dipenuhi rasa bersalah, takut, dan khawatir yang berlebih. Walau berat, tapi melepaskan masa lalu dapat menjadi langkah untuk bertumbuh. Inilah 5 alasan mengapa kamu tidak boleh terus-terusan tinggal dalam penyesalan masa lalu:

1. Terjebak dalam masa lalu menghambat dirimu untuk bertumbuh

Mengapa Kamu Gak Boleh Terus Larut dalam Penyesalan Masa Lalupexels.com/Andrea Piacquadio

Saat kamu membiarkan diri terjerat dengan masa lalu, tanpa disadari kamu tengah membatasi potensi diri untuk bertumbuh. Bukan hanya takut untuk mencoba hal baru, perlahan kamu terbiasa untuk tinggal di zona nyaman dan melewatkan banyak kesempatan menarik. Ini disebabkan oleh kekhawatiran dan ketakutan dari masa lalu yang masih terbayang.

2. Masa lalu tak dapat diubah, tetapi masa depan bisa dipersiapkan dari sekarang 

Mengapa Kamu Gak Boleh Terus Larut dalam Penyesalan Masa LaluPexels.com/Sarah Dietz

Tidak perlu terus-menerus menghabiskan waktu, energi, atau emosi untuk memikirkan hal-hal buruk di masa lalu. Menyesal tentu boleh—ini adalah perasaan yang wajar ketika seseorang menyadari kesalahannya dan ingin berubah. Namun ingatlah bahwa apa yang sudah terjadi tidak akan bisa berubah.

Dibanding terus berendam dalam kekecewaan dan kesedihan, kamu bisa menjadikan itu pelajaran untuk hidupmu ke depan. Semakin banyak pengalaman yang kamu telan, kamu pun belajar untuk menjadikan segala peristiwa di masa lalu sebagai batu loncatan untuk masa depan,

3. Masa lalu tidak mendefinisikan diri seseorang seutuhnya

Mengapa Kamu Gak Boleh Terus Larut dalam Penyesalan Masa LaluPexels.com/Alex Green

Bukan berarti masa lalu tidak penting. Itu adalah sejarah hidupmu: salah satu bagian dirimu tapi bukanlah dirimu. Suatu peristiwa bisa saja terjadi, tapi tergantung diri kita akan menjadikan ini lecutan untuk berubah lebih baik atau sebaliknya, cambuk untuk menyiksa dan menyesali hidup.

Definisi siapa dirimu masih bisa berubah seiring dengan berjalannya waktu. Saat kamu tinggal di masa lalu, kamu sama saja menghalangi diri sendiri untuk berubah dan memperbaiki kesalahan.

Baca Juga: 5 Penyebab Utama Rasa Penyesalan Selalu Datang Terakhir

4. Melepaskan penyesalan di masa lalu adalah tahap awal untuk berubah 

Mengapa Kamu Gak Boleh Terus Larut dalam Penyesalan Masa LaluPexels.com/Engin Akyurt

Tidak sedikit orang yang kini tampak seolah hidup penuh kesibukan, tapi tidak menikmati sedikit pun kehidupannya sekarang. Mereka terus berpikir dan berharap dapat kembali pada kehidupan lamanya yang—mungkin—jauh lebih baik dibanding sekarang. Bukankah itu sama dengan membuang waktu? Akibatnya, mereka tidak dapat fokus dan melakukan pekerjaan mereka sekarang dengan maksimal.

Kamu tak akan tahu potensi dirimu sebenarnya sampai kamu menuangkan segala kesungguhan dan usaha dalam pekerjaanmu. Dan itu bisa terjadi saat benakmu sudah tak lagi mengungkit-ungkit masa lalu.

5. Terus berpegang pada masa lalu menghambat kebahagiaanmu 

Mengapa Kamu Gak Boleh Terus Larut dalam Penyesalan Masa LaluPexels.com/Andrew Neel

Terdengar klise, memang. Tapi coba renungkan, apa berendam dalam kubangan peristiwa buruk di masa lalu membuatmu merasa senang? Tidak, bukan? Justru sebaliknya, kamu akan dirambati berbagai perasaan negatif yang harusnya dikubur dalam-dalam.

Bukan hanya itu, ini bisa membawamu dalam vicious cycle: bermula dari perasaan malu, berkembang menjadi kekhawatiran, rasa bersalah, kemudian khawatir lagi. Tidakkah hal itu melelahkan?

Itulah kelima alasan mengapa kamu harus melepaskan masa lalu. Memang tak mudah awalnya, tapi ingatlah bahwa segala kesalahan dan kegagalan di masa lalu tak akan menentukan siapa dirimu di masa depan. Masih ada waktu untuk berubah, kok. Jadi jangan sia-siakan kesempatannya, ya!

Baca Juga: 5 Penyesalan jika Kukuh Berhubungan dengan Dia yang Sudah Bertunangan

Caroline Graciela Harmanto Photo Verified Writer Caroline Graciela Harmanto

Cinta menulis sedari duduk di bangku SD, masih terus belajar agar dapat menerbitkan konten yang berguna bagi masyarakat.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Agustin Fatimah

Berita Terkini Lainnya