Comscore Tracker

5 Kebohongan dari Rasa Khawatirmu, Jangan Percaya, ya!

Pikiranmu tidak selalu benar, jangan sering dipercaya, ya!

Setiap dari kita pasti pernah merasa khawatir, entah untuk sesuatu yang pasti atau tidak. Misal, kamu khawatir soal hasil ujian akhirmu, atau kamu khawatir akan masa depan dan kesuksesan yang belum pasti kapan datangnya. Sulit untuk merasa damai saat kamu dirundung khawatir. Pikiranmu penuh oleh prasangka-prasangka buruk yang membuatmu semakin gusar.

Ini yang membuatmu menjadi sulit membedakan, mana pikiran yang berdasarkan realita, mana pikiran yang didasarkan pada ketakutan. Padahal, itu penting dalam membangun self-image dan hidupmu secara utuh.

Karena itu, simak beberapa deretan 'kebohongan' yang sering dikatakan oleh kekhawatiranmu. Jangan mudah percaya, ya. 

1. Kamu belum siap untuk melangkah 

5 Kebohongan dari Rasa Khawatirmu, Jangan Percaya, ya!ilustrasi perempuan (pexels.com/MART PRODUCTION)

Pernahkah kamu menolak sebuah kesempatan besar karena pikiranmu berkata kamu belum siap untuk itu? Entah kesempatan presentasi di depan klien penting, ujian beasiswa luar negeri, atau hal sederhana seperti mempersiapkan diri untuk ujian akhir semester.

Percayalah, kamu akan terus berpikir bahwa kamu tidak pernah siap, sampai kamu mencobanya. Tidak ada yang salah dengan mencoba. Berhasil atau tidak, yang terpenting kamu mendapat pengalaman baru, pelajaran baru, dan bertumbuh menjadi orang yang lebih baik.

Sekali-sekali, enyahkan pikiran 'tidak siap' itu, angkat dagumu dan ambil langkah dengan keyakinan. Ingatlah, bahwa segala kesuksesan dimulai dengan satu langkah keberanian.

2. Kamu harus mencapai sesuatu untuk menjadi 'berharga'

5 Kebohongan dari Rasa Khawatirmu, Jangan Percaya, ya!ilustrasi perempuan (pexels.com/Mikhail Nilov)

Nilai yang bagus, prestasi yang baik, kekayaan dan kesuksesan. Kita selalu berpikir bahwa kita harus mencapai sesuatu dulu untuk menjadi 'seseorang', untuk menjadi berharga dan dihargai orang. Kamu mungkin memiliki pengalaman negatif yang membuatmu percaya bahwa self-worth adalah hal yang harus diusahakan dengan kerja keras.

Padahal, itu tidak benar. Self-worth bergantung dengan caramu memandang dan menerima diri sendiri apa adanya. Apabila kamu menggantungkan pandangan dirimu pada kekayaan, kesuksesan, atau validasi orang, maka kamu tidak akan pernah merasa puas.  

3. Hidupmu akan selalu stagnan di tempat yang sama

5 Kebohongan dari Rasa Khawatirmu, Jangan Percaya, ya!ilustrasi seorang pria (pexels.com/mentatdgt)

Saat kamu mengalami kegagalan, pernah terpikir bahwa semuanya selalu berjalan buruk? Seolah hidupmu memang ditakdirkan untuk gagal dan terpuruk. Misal, saat PDKT-mu tidak berjalan mulus, tiba-tiba kamu teringat dengan kejadian serupa beberapa tahun silam.

Lalu, kamu akan menghina dirimu, berpikir bahwa kamu memang tidak akan pernah berhasil dalam hubungan romansa. Kamu selalu canggung, tidak menarik, garing, dan kaku.

Padahal, semua itu tidak benar. Itu hanyalah pengaruh negatif dari kekhawatiranmu, yang membuat kamu kembali teringat pada memori-memori buruk. Cobalah untuk mengingat memori baik lain yang kamu miliki. Ini membantumu untuk kembali membangun gambaran diri yang lebih positif.

Baca Juga: Kekhawatiran Berlebih Itu Tidak Baik, Ini Alasannya!

4. Setiap perubahan itu buruk 

5 Kebohongan dari Rasa Khawatirmu, Jangan Percaya, ya!ilustrasi seorang perempuan (pexels.com/RODNAE Production)

Perubahan itu penuh dengan ketidakpastian, yang mana wajar membuatmu merasa gusar. Kamu harus keluar dari comfort zone untuk mengeksplor hal baru, bertemu orang-orang baru, belajar dan menekuni topik yang tidak pernah kamu sentuh sebelumnya. Bisa jadi kamu berhasil, tapi tak menutup kemungkinan juga untuk berakhir buruk.

Dan manusia lebih suka fokus pada kemungkinan-kemungkinan negatif. Padahal, perubahan bisa berakhir baik, selama kamu mengizinkannya terjadi. Bagaimana kamu akan tahu hasilnya kalau tidak terlebih dulu mencoba?

5. Semua orang fokus mencari kelemahanmu 

5 Kebohongan dari Rasa Khawatirmu, Jangan Percaya, ya!ilustrasi perempuan (pexels.com/SHVETS Production)

Ini yang membuat dirimu menuntut diri begitu keras untuk menjadi sempurna. Kamu terlalu takut untuk dinilai dan dihakimi orang.

Padahal kenyataannya, semua orang fokus pada dirinya masing-masing. Semua orang juga memiliki insecurity masing-masing. Bodoh amat dengan penilaian orang, mengapa kamu tidak mengambil waktu untuk fokus pada diri sendiri?

Tidak semua yang pikiran kita katakan itu benar. Karena itu, penting untuk mengenal kebohongan-kebohongan ini, agar kelak kamu tidak mudah dibutakan oleh kekhawatiranmu sendiri.

Baca Juga: 5 Alasan Sesekali Kamu Perlu Merasa Insecure dan Tidak Percaya Diri

Caroline Graciela Harmanto Photo Verified Writer Caroline Graciela Harmanto

Cinta menulis sedari duduk di bangku SD, masih terus belajar agar dapat menerbitkan konten yang berguna bagi masyarakat.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Debby Utomo

Berita Terkini Lainnya