Comscore Tracker

Surat Al-Qalam Ayat 1-52 Arab: Arti, Kandungan dan Keutamaan

Nama lain surat ini yaitu Surat Nun

Surat Al-Qalam termasuk dalam golongan surat Makkiyah dan merupakan surat ke 68 di dalam Al-Qur’an. Al-Qalam memiliki arti 'pena'. Dinamakan Al-Qalam karena diambil dari kata Al-Qalam pada ayat pertama dalam surat ini.

Surat ini diturunkan setelah surat Al-'Alaq. Surat ini juga disebut surat Nun karena ayat pertamanya yang diawali huruf nun. Berikut arti, kandungan, dan keutamaan dari surat Al-Qalam.

1. Surat Al-Qalam ayat 1-25 beserta artinya

Surat Al-Qalam Ayat 1-52 Arab: Arti, Kandungan dan Keutamaanmuslimgirl.com

Berikut bacaan arab surat Al-Qalam ayat 1 sampai 25, latin dan artinya.

Ayat 1

نۤ ۚوَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُوْنَۙ

nūn, wal-qalami wa mā yasṭurụn

"Nun. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan,"

Ayat 2

مَآ اَنْتَ بِنِعْمَةِ رَبِّكَ بِمَجْنُوْنٍ

mā anta bini'mati rabbika bimajnụn

"dengan karunia Tuhanmu engkau (Muhammad) bukanlah orang gila."

Ayat 3

وَاِنَّ لَكَ لَاَجْرًا غَيْرَ مَمْنُوْنٍۚ

wa inna laka la`ajran gaira mamnụn

"Dan sesungguhnya engkau pasti mendapat pahala yang besar yang tidak putus-putusnya."

Ayat 4

وَاِنَّكَ لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيْمٍ

wa innaka la'alā khuluqin 'aẓīm

"Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur."

Ayat 5

فَسَتُبْصِرُ وَيُبْصِرُوْنَۙ

fa satubṣiru wa yubṣirụn

"Maka kelak engkau akan melihat dan mereka (orang-orang kafir) pun akan melihat,"

Ayat 6

بِاَيِّىكُمُ الْمَفْتُوْنُ

bi`ayyikumul-maftụn

"siapa di antara kamu yang gila?"

Ayat 7

اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖۖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ

inna rabbaka huwa a'lamu biman ḍalla 'an sabīlihī wa huwa a'lamu bil-muhtadīn

"Sungguh, Tuhanmu, Dialah yang paling mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dialah yang paling mengetahui siapa orang yang mendapat petunjuk."

Ayat 8

فَلَا تُطِعِ الْمُكَذِّبِيْنَ

fa lā tuṭi'il-mukażżibīn

"Maka janganlah engkau patuhi orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah)."

Ayat 9

وَدُّوْا لَوْ تُدْهِنُ فَيُدْهِنُوْنَۚ

waddụ lau tud-hinu fa yud-hinụn

"Mereka menginginkan agar engkau bersikap lunak maka mereka bersikap lunak (pula)."

Ayat 10

وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَّهِيْنٍۙ

wa lā tuṭi' kulla ḥallāfim mahīn

"Dan janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah dan suka menghina,"

Ayat 11

هَمَّازٍ مَّشَّاۤءٍۢ بِنَمِيْمٍۙ

hammāzim masysyā`im binamīm

"suka mencela, yang kian kemari menyebarkan fitnah,"

Ayat 12

مَّنَّاعٍ لِّلْخَيْرِ مُعْتَدٍ اَثِيْمٍۙ

mannā'il lil-khairi mu'tadin aṡīm

"yang merintangi segala yang baik, yang melampaui batas dan banyak dosa,"

Ayat 13

عُتُلٍّۢ بَعْدَ ذٰلِكَ زَنِيْمٍۙ

'utullim ba'da żālika zanīm

"yang bertabiat kasar, selain itu juga terkenal kejahatannya,"

Ayat 14

اَنْ كَانَ ذَا مَالٍ وَّبَنِيْنَۗ

ang kāna żā māliw wa banīn

"karena dia kaya dan banyak anak."

Ayat 15

اِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِ اٰيٰتُنَا قَالَ اَسَاطِيْرُ الْاَوَّلِيْنَۗ

iżā tutlā 'alaihi āyātunā qāla asāṭīrul-awwalīn

"Apabila ayat-ayat Kami dibacakan kepadanya, dia berkata, “(Ini adalah) dongeng-dongeng orang dahulu.”

Ayat 16

سَنَسِمُهٗ عَلَى الْخُرْطُوْمِ

sanasimuhụ 'alal-khurṭụm

"Kelak dia akan Kami beri tanda pada belalai(nya)."

Ayat 17

اِنَّا بَلَوْنٰهُمْ كَمَا بَلَوْنَآ اَصْحٰبَ الْجَنَّةِۚ اِذْ اَقْسَمُوْا لَيَصْرِمُنَّهَا مُصْبِحِيْنَۙ

innā balaunāhum kamā balaunā aṣ-ḥābal-jannah, iż aqsamụ layaṣrimunnahā muṣbiḥīn

"Sungguh, Kami telah menguji mereka (orang musyrik Mekah) sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah pasti akan memetik (hasil)nya pada pagi hari,"

Ayat 18

وَلَا يَسْتَثْنُوْنَ

wa lā yastaṡnụn

"tetapi mereka tidak menyisihkan (dengan mengucapkan, “Insya Allah”)."

Ayat 19

فَطَافَ عَلَيْهَا طَاۤىِٕفٌ مِّنْ رَّبِّكَ وَهُمْ نَاۤىِٕمُوْنَ

fa ṭāfa 'alaihā ṭā`ifum mir rabbika wa hum nā`imụn

"Lalu kebun itu ditimpa bencana (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur."

Ayat 20

فَاَصْبَحَتْ كَالصَّرِيْمِۙ

fa aṣbaḥat kaṣ-ṣarīm

"Maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita,"

Ayat 21

فَتَنَادَوْا مُصْبِحِيْنَۙ

fa tanādau muṣbiḥīn

"lalu pada pagi hari mereka saling memanggil."

Ayat 22

اَنِ اغْدُوْا عَلٰى حَرْثِكُمْ اِنْ كُنْتُمْ صَارِمِيْنَ

anigdụ 'alā ḥarṡikum ing kuntum ṣārimīn

”Pergilah pagi-pagi ke kebunmu jika kamu hendak memetik hasil.”

Ayat 23

فَانْطَلَقُوْا وَهُمْ يَتَخَافَتُوْنَۙ

fanṭalaqụ wa hum yatakhāfatụn

"Maka mereka pun berangkat sambil berbisik-bisik."

Ayat 24

اَنْ لَّا يَدْخُلَنَّهَا الْيَوْمَ عَلَيْكُمْ مِّسْكِيْنٌۙ

al lā yadkhulannahal-yauma 'alaikum miskīn

”Pada hari ini jangan sampai ada orang miskin masuk ke dalam kebunmu.”

Ayat 25

وَّغَدَوْا عَلٰى حَرْدٍ قَادِرِيْنَ

wa gadau 'alā ḥarding qādirīn

"Dan berangkatlah mereka pada pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin) padahal mereka mampu (menolongnya)."

Baca Juga: Surat Al-Ma’un Ayat 1-7 Arab: Arti, Kandungan, dan Keutamaan

2. Surat Al-Qalam ayat 26-52 beserta artinya

Surat Al-Qalam Ayat 1-52 Arab: Arti, Kandungan dan KeutamaanMembaca Al-Quran

Berikut lanjutan dari bacaan Surat Al-Qalam ayat 26 sampai 52, latin dan artinya.

Ayat 26

فَلَمَّا رَاَوْهَا قَالُوْٓا اِنَّا لَضَاۤلُّوْنَۙ

fa lammā ra`auhā qālū innā laḍāllụn

"Maka ketika mereka melihat kebun itu, mereka berkata, “Sungguh, kita ini benar-benar orang-orang yang sesat,"

Ayat 27

بَلْ نَحْنُ مَحْرُوْمُوْنَ

bal naḥnu maḥrụmụn

"bahkan kita tidak memperoleh apa pun,”

Ayat 28

قَالَ اَوْسَطُهُمْ اَلَمْ اَقُلْ لَّكُمْ لَوْلَا تُسَبِّحُوْنَ

qāla ausaṭuhum a lam aqul lakum lau lā tusabbiḥụn

"berkatalah seorang yang paling bijak di antara mereka, “Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, mengapa kamu tidak bertasbih (kepada Tuhanmu).”

Ayat 29

قَالُوْا سُبْحٰنَ رَبِّنَآ اِنَّا كُنَّا ظٰلِمِيْنَ

qālụ sub-ḥāna rabbinā innā kunnā ẓālimīn

"Mereka mengucapkan, “Maha Suci Tuhan kami, sungguh, kami adalah orang-orang yang zalim.”

Ayat 30

فَاَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلٰى بَعْضٍ يَّتَلَاوَمُوْنَ

fa aqbala ba'ḍuhum 'alā ba'ḍiy yatalāwamụn

"Lalu mereka saling berhadapan dan saling menyalahkan."

Ayat 31

قَالُوْا يٰوَيْلَنَآ اِنَّا كُنَّا طٰغِيْنَ

qālụ yā wailanā innā kunnā ṭāgīn

"Mereka berkata, “Celaka kita! Sesungguhnya kita orang-orang yang melampaui batas."

Ayat 32

عَسٰى رَبُّنَآ اَنْ يُّبْدِلَنَا خَيْرًا مِّنْهَآ اِنَّآ اِلٰى رَبِّنَا رَاغِبُوْنَ

'asā rabbunā ay yubdilanā khairam min-hā innā ilā rabbinā rāgibụn

"Mudah-mudahan Tuhan memberikan ganti kepada kita dengan (kebun) yang lebih baik daripada yang ini, sungguh, kita mengharapkan ampunan dari Tuhan kita.”

Ayat 33

كَذٰلِكَ الْعَذَابُۗ وَلَعَذَابُ الْاٰخِرَةِ اَكْبَرُۘ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ

każālikal-'ażāb, wa la'ażābul-ākhirati akbar, lau kānụ ya'lamụn

"Seperti itulah azab (di dunia). Dan sungguh, azab akhirat lebih besar sekiranya mereka mengetahui."

Ayat 34

اِنَّ لِلْمُتَّقِيْنَ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِ

inna lil-muttaqīna 'inda rabbihim jannātin na'īm

"Sungguh, bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya."

Ayat 35

اَفَنَجْعَلُ الْمُسْلِمِيْنَ كَالْمُجْرِمِيْنَۗ

a fa naj'alul-muslimīna kal-mujrimīn

"Apakah patut Kami memperlakukan orang-orang Islam itu seperti orang-orang yang berdosa (orang kafir)?"

Ayat 36

مَا لَكُمْۗ كَيْفَ تَحْكُمُوْنَۚ

mā lakum, kaifa taḥkumụn

"Mengapa kamu (berbuat demikian)? Bagaimana kamu mengambil keputusan?"

Ayat 37

اَمْ لَكُمْ كِتٰبٌ فِيْهِ تَدْرُسُوْنَۙ

am lakum kitābun fīhi tadrusụn

"Atau apakah kamu mempunyai kitab (yang diturunkan Allah) yang kamu pelajari?"

Ayat 38

اِنَّ لَكُمْ فِيْهِ لَمَا تَخَيَّرُوْنَۚ

inna lakum fīhi lamā takhayyarụn

"sesungguhnya kamu dapat memilih apa saja yang ada di dalamnya."

Ayat 39

اَمْ لَكُمْ اَيْمَانٌ عَلَيْنَا بَالِغَةٌ اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِۙ اِنَّ لَكُمْ لَمَا تَحْكُمُوْنَۚ

am lakum aimānun 'alainā bāligatun ilā yaumil-qiyāmati inna lakum lamā taḥkumụn

"Atau apakah kamu memperoleh (janji-janji yang diperkuat dengan) sumpah dari Kami, yang tetap berlaku sampai hari Kiamat; bahwa kamu dapat mengambil keputusan (sekehendakmu)?"

Ayat 40

سَلْهُمْ اَيُّهُمْ بِذٰلِكَ زَعِيْمٌۚ

sal-hum ayyuhum biżālika za'īm

"Tanyakanlah kepada mereka, “Siapakah di antara mereka yang bertanggung jawab terhadap (keputusan yang diambil itu)?”

Ayat 41

اَمْ لَهُمْ شُرَكَاۤءُۚ فَلْيَأْتُوْا بِشُرَكَاۤىِٕهِمْ اِنْ كَانُوْا صٰدِقِيْنَ

am lahum syurakā`, falya`tụ bisyurakā`ihim ing kānụ ṣādiqīn

"Atau apakah mereka mempunyai sekutu-sekutu? Kalau begitu hendaklah mereka mendatangkan sekutu-sekutunya jika mereka orang-orang yang benar."

Ayat 42

يَوْمَ يُكْشَفُ عَنْ سَاقٍ وَّيُدْعَوْنَ اِلَى السُّجُوْدِ فَلَا يَسْتَطِيْعُوْنَۙ

yauma yuksyafu 'an sāqiw wa yud'auna ilas-sujụdi fa lā yastaṭī'ụn

"(Ingatlah) pada hari ketika betis disingkapkan dan mereka diseru untuk bersujud; maka mereka tidak mampu,"

Ayat 43

خَاشِعَةً اَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ ۗوَقَدْ كَانُوْا يُدْعَوْنَ اِلَى السُّجُوْدِ وَهُمْ سَالِمُوْنَ

khāsyi'atan abṣāruhum tar-haquhum żillah, wa qad kānụ yud'auna ilas-sujụdi wa hum sālimụn

"pandangan mereka tertunduk ke bawah, diliputi kehinaan. Dan sungguh, dahulu (di dunia) mereka telah diseru untuk bersujud pada waktu mereka sehat (tetapi mereka tidak melakukan)."

Ayat 44

فَذَرْنِيْ وَمَنْ يُّكَذِّبُ بِهٰذَا الْحَدِيْثِۗ سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُوْنَۙ

fa żarnī wa may yukażżibu bihāżal-ḥadīṡ, sanastadrijuhum min ḥaiṡu lā ya'lamụn

"Maka serahkanlah kepada-Ku (urusannya) dan orang-orang yang mendustakan perkataan ini (Al-Qur'an). Kelak akan Kami hukum mereka berangsur-angsur dari arah yang tidak mereka ketahui,"

Ayat 45

وَاُمْلِيْ لَهُمْۗ اِنَّ كَيْدِيْ مَتِيْنٌ

wa umlī lahum, inna kaidī matīn

"dan Aku memberi tenggang waktu kepada mereka. Sungguh, rencana-Ku sangat teguh."

Ayat 46

اَمْ تَسْـَٔلُهُمْ اَجْرًا فَهُمْ مِّنْ مَّغْرَمٍ مُّثْقَلُوْنَۚ

am tas`aluhum ajran fa hum mim magramim muṡqalụn

"Ataukah engkau (Muhammad) meminta imbalan kepada mereka, sehingga mereka dibebani dengan utang?"

Ayat 47

اَمْ عِنْدَهُمُ الْغَيْبُ فَهُمْ يَكْتُبُوْنَ

am 'indahumul-gaibu fa hum yaktubụn

"Ataukah mereka mengetahui yang gaib, lalu mereka menuliskannya?"

Ayat 48

فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تَكُنْ كَصَاحِبِ الْحُوْتِۘ اِذْ نَادٰى وَهُوَ مَكْظُوْمٌۗ

faṣbir liḥukmi rabbika wa lā takung kaṣāḥibil-ḥụt, iż nādā wa huwa makẓụm

"Maka bersabarlah engkau (Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah engkau seperti (Yunus) orang yang berada dalam (perut) ikan ketika dia berdoa dengan hati sedih."

Ayat 49

لَوْلَآ اَنْ تَدَارَكَهٗ نِعْمَةٌ مِّنْ رَّبِّهٖ لَنُبِذَ بِالْعَرَاۤءِ وَهُوَ مَذْمُوْمٌ

lau lā an tadārakahụ ni'matum mir rabbihī lanubiża bil-'arā`i wa huwa mażmụm

"Sekiranya dia tidak segera mendapat nikmat dari Tuhannya, pastilah dia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela."

Ayat 50

فَاجْتَبٰىهُ رَبُّهٗ فَجَعَلَهٗ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ

fajtabāhu rabbuhụ fa ja'alahụ minaṣ-ṣāliḥīn

"Lalu Tuhannya memilihnya dan menjadikannya termasuk orang yang saleh."

Ayat 51

وَاِنْ يَّكَادُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَيُزْلِقُوْنَكَ بِاَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُوْلُوْنَ اِنَّهٗ لَمَجْنُوْنٌ 

wa iy yakādullażīna kafarụ layuzliqụnaka bi`abṣārihim lammā sami'uż-żikra wa yaqụlụna innahụ lamajnụn

"Dan sungguh, orang-orang kafir itu hampir-hampir menggelincirkanmu dengan pandangan mata mereka, ketika mereka mendengar Al-Qur'an dan mereka berkata, “Dia (Muhammad) itu benar-benar orang gila.”

Ayat 52

وَمَا هُوَ اِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعٰلَمِيْنَ

wa mā huwa illā żikrul lil-'ālamīn

"Padahal (Al-Qur'an) itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam."

3. Kandungan surat Al-Qalam

Surat Al-Qalam Ayat 1-52 Arab: Arti, Kandungan dan KeutamaanIlustrasi mengaji (Unsplash/Masjid Pogung Dalangan)

Berikut beberapa hal yang terkandung dalam surat Al-Qalam:

  1. Surat Al-Qalam menjelaskan bahwa Nabi Muhammad memiliki budi pekerti yang agung
  2. Surat ini menerangkan tentang hal berkaitan toleransi dalam agama dan kepercayaan
  3. Surat Al-Qalam menjelaskan orang yang mempunyai sifat tercela dan menegaskan tentang ancaman Allah pada orang yang ingkar
  4. Menjelaskan bahwa Al-Qur’an merupakan peringatan bagi umat manusia

4. Keutamaan surat Al-Qalam

Surat Al-Qalam Ayat 1-52 Arab: Arti, Kandungan dan Keutamaannews.detik.com

Adapun keutamaan dari surat Al-Qalam adalah sebagai berikut.

  • Membaca surat Al-Qalam akan menghindarkan kita dari kemiskinan dan diselematkan dari himpitan kubur

Abu Abdullah berkata, “Barangsiapa yang membaca Surat Nun dan Al-Qalam di dalam salat fardhu, atau sunnah, maka Allah akan menyelamatkannya dari kemiskinan selamanya. Dan ketika meninggal, Allah akan melindunginya dari himpitan kubur.” (Tsawabul A’mal: 149)

  • Membaca surat ini dapat menjadi doa untuk menyembuhkan segala penyakit gigi

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang menulisnya (Surat Al-Qalam) dan mengalungkannya, atau atas orang yang sakit gigi, maka akan sembuh dengan izin Alah.” (Tafsirul Burhan, Juz 8: 83)

Baca Juga: Surat Al-Falaq Ayat 1-5 Arab: Arti, Kandungan, dan Keutamaan

Demikian arti, kandungan, dan keutamaan dari surat Al-Qalam. Semoga bagi yang membaca surat ini, bisa terhindar dari kemiskinan dan diselamatkan dari himpitan kubur. Amin.

Topic:

  • Cynthia Nanda Irawan

Berita Terkini Lainnya