Comscore Tracker

Sering Memaafkan buat Kita Jadi Pribadi yang Lebih Positif, Kok Bisa?

Buat apa membenci kalau memaafkan jauh lebih mudah?

Karena memiliki cara pandang yang berbeda-beda terhadap suatu hal, gak jarang kita bertengkar atau berselisih paham dengan orang lain. Atau, dalam skala yang lebih parah, kita juga mungkin akan berhadapan secara langsung dengan sifat menyebalkan orang lain dan terlibat dalam perseteruan fisik. Apapun bentuknya, semua ketidak samaan kita dengan orang lain bisa menimbulkan rasa benci yang kalau terus dipendam, akan tumbuh menjadi dendam.

Padahal, ada cara lain yang bisa kita ambil dan memberi manfaat bagi diri kita juga, lho. Yap, memaafkan! Kok bisa sih memaafkan menjadi salah satu kunci agar kita jadi pribadi yang positif? Begini nih penjelasannya.

1. Kita jadi gak punya dendam pada siapapun

Sering Memaafkan buat Kita Jadi Pribadi yang Lebih Positif, Kok Bisa?unsplash/Priscilla Du Preez

Dengan meluangkan waktu bagi diri sendiri untuk memaafkan orang lain setiap harinya, kita jadi gak punya dendam pada siapapun. Kita akan tidur dengan perasaan tenang, bernapas dengan lega dan gak punya perasaan benci berkelanjutan yang membuat kita malas menghadapi hari esok. Gak punya dendam juga membuat kita jadi orang yang bisa tersenyum ramah dengan tulus pada siapa saja.

2. Belajar memaafkan juga membuat kita belajar ikhlas

Sering Memaafkan buat Kita Jadi Pribadi yang Lebih Positif, Kok Bisa?unsplash/Omar Lopez

Tau gak sih, memaafkan orang lain juga memberi makna bahwa kita ikhlas terhadap apapun yang sudah terjadi. Rasa gak nyaman pada orang lain juga gak akan pernah kita rasakan untuk waktu yang lama. Begitu ada sesuatu yang gak berkenan di hati kita, dengan mudahnya kita bisa memaafkan mereka. 

Baca Juga: 5 Alasan Kamu Perlu Memaafkan Masa Lalumu Sesegera Mungkin!

3. Menghilangkan berbagai penyakit hati yang mungkin timbul

Sering Memaafkan buat Kita Jadi Pribadi yang Lebih Positif, Kok Bisa?unsplash/Sam Manns

Penyakit hati seperti iri, hasad, dengki, dan lain sebagainya juga gak akan kita rasakan. Penyakit hati seperti inilah yang sebenarnya membuat kita memendam energi negatif dalam diri. Seseorang yang penuh dengan energi negatif gak cuma membuat orang sekitarnya jadi menghindar, tapi diapun akan merasa gak nyaman dengan dirinya sendiri. Makanya, lebih enak kalau kita belajar memaafkan kan?

4. Beban pikiran dan perasaan pun jadi gak ada lagi

Sering Memaafkan buat Kita Jadi Pribadi yang Lebih Positif, Kok Bisa?unsplash/Giulia Bertelli

Belajar memaafkan siapa saja juga mendatang kelegaan dalam diri. Kita jadi gak punya beban pikiran berlarut-larut yang membuat makan gak enak tidur pun tak nyenyak. Dengan memaafkan, perasaan kita yang lega serta hari-hari yang terasa enteng membuat kebahagiaan mudah menghampiri diri ini. Menyenangkan banget deh melalui hari-hari dengan perasaan lega seperti ini.

5. Kita jadi punya lebih banyak waktu untuk memikirkan hal lain yang bermanfaat

Sering Memaafkan buat Kita Jadi Pribadi yang Lebih Positif, Kok Bisa?unsplash/Alex Alvarez

Perasaan yang lega dan hati yang jauh dari rasa dendam, membuat kita banyak waktu untuk fokus pada hal lain. Fokus pada impian yang ingin diwujudkan, fokus pada pengembangan diri yang harus terus dilakukan, serta fokus pada hal-hal lain yang tentunya jauh lebih bermanfaat ketimbang memikirkan perasaan benci pada orang lain. 

Memaafkan memang gak mudah, apalagi jika rasa sakit yang kita rasakan begitu dalam. Percayalah, semua orang memiliki rasa sakit yang berbeda-beda, hanya saja, setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk menghadapi rasa sakit tersebut. Sekarang, semuanya terserah padamu, apakah kamu mau menyimpan dendam, atau mau memaafkan?

Baca Juga: 5 Perspektif Agar Kamu Lebih Mudah Memaafkan Kesalahan Orang Lain

Desy Damayanti Photo Verified Writer Desy Damayanti

A professional writer is an amateur who didn’t quit. you can kindly send me an email to desydamayanti92.dd@gmail.com

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Tania Stephanie

Berita Terkini Lainnya