Comscore Tracker

Kenapa Banyak Temanmu Keluar dari Grup Chat? Ternyata Ini 5 Alasannya

Jika kamu tahu alasannya, kamu bisa mencegah hal ini terjadi

Saat ini berkomunikasi melalui aplikasi pesan singkat seperti WhatsApp dan Line adalah hal yang sudah lumrah dilakukan. Selain lebih praktis dan tidak membutuhkan pulsa setiap kali mengirimkan pesan, kamu juga bisa membuat grup chat sehingga lebih mudah ketika ingin meneruskan informasi ataupun mengobrol ke banyak orang sekaligus.

Namun, tidak jarang berbagai konflik pun terjadi di grup chat yang kamu miliki dan membuat anggota grup chat tersebut keluar. Ada beberapa penyebab kenapa seseorang akhirnya memutuskan keluar dari grup chat tersebut, kira-kira apa saja sih penyebabnya? Berikut adalah ulasannya untuk kamu!

1. Ada masalah pribadi dengan salah satu anggota grup

Kenapa Banyak Temanmu Keluar dari Grup Chat? Ternyata Ini 5 AlasannyaPexels/ Maya Anggraeni

Entah karena sedang bermusuhan ataupun merasa tidak cocok, biasanya jika seseorang berada di dalam satu grup bersama dengan orang yang tidak dia sukai maka orang tersebut akan merasa tidak nyaman. Jika hal seperti ini terjadi biasanya salah satu pihak akan menjadi kurang aktif dalam chat atau bahkan keluar apabila dirasa grup tersebut tidak terlalu penting.

2. Merasa tidak nyaman

Kenapa Banyak Temanmu Keluar dari Grup Chat? Ternyata Ini 5 AlasannyaPexels/ Tofros.com

Biasanya hal ini terlihat dari gerak gerik orang tersebut yang mulai jarang ikutan dalam chat. Apabila dibiarkan terus, orang tersebut akan semakin merasa tidak nyaman dan merasa notifikasi dari grup tersebut malah jadi pengganggu. Alasan merasa tidak nyaman tersebut bisa bermacam-macam seperti terlalu banyak orang jualan hingga kampanye politik.

Baca Juga: Jangan Ucapkan 5 Kalimat Ini saat Teman Curhat, Bikin Tambah Stres!

3. Tidak cocok dengan hal-hal yang dibahas di grup

Kenapa Banyak Temanmu Keluar dari Grup Chat? Ternyata Ini 5 AlasannyaPexels/ rawpixel.com

Hal ini biasanya dialami oleh grup geng pertemanan dengan hobi yang berbeda-beda. Topik yang dibahas di dalam grup belum tentu bisa dipahami semua orang sehingga beberapa orang terpaksa hanya jadi penonton chat yang terus bergulir. Awalnya mungkin tidak masalah, tetapi jika hal ini terjadi dalam waktu alam akan timbul rasa jengkel dan akhirnya memutuskan keluar.

4. Merasa di-bully

Kenapa Banyak Temanmu Keluar dari Grup Chat? Ternyata Ini 5 Alasannyaexpertrain.com

Grup chat memang menjadi tempat yang bagus untuk berbagi informasi, tetapi grup chat ini juga menjadi tempat yang mudah untuk melakukan bully. Apabila seseorang melakukan kesalahan fatal di lingkungan pertemanannya, grup chat bisa menjadi sarana untuk membahas kesalahan tersebut.

Bayangkan, kamu harus menerima kritik dari teman-temanmu bahkan saat tidak bertemu mereka, apalagi kebanyakan kritik yang tertulis biasanya lebih tajam dari kritik lisan. Jika kesalahan ini diungkit terus dalam grup, orang yang menjadi target tentu lebih memilih keluar bukan?

5. Merasa tersindir

Kenapa Banyak Temanmu Keluar dari Grup Chat? Ternyata Ini 5 Alasannyatekrevue.com

Di dalam grup chat, semua orang bebas memposting ataupun berbicara apa saja. Jika tidak dikontrol, bukan tidak mungkin ada orang yang merasa tersinggung dan akhirnya malah keluar dari grup. Untuk itu ada baiknya tidak mengungkit masalah yang sifatnya sensitive seperti SARA, politik, ataupun hobi seseorang.

Nah, jadi itulah lima hal yang biasanya menjadi alasan seseorang untuk keluar dari grup chat. Baik secara lisan maupun tertulis, komunikasi dengan sesama baiknya tetap dijaga agar silahturahmi pun tetap lancar dan tanpa konflik. Semoga informasi ini bisa berguna untuk kamu dan semoga grup chat milikmu selalu nyaman dan tanpa konflik berarti, ya!

Baca Juga: 6 Cara Tepat Saat Menghadapi Teman yang Sedang Dilanda Kesulitan

Deny Hung Photo Verified Writer Deny Hung

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Tania Stephanie

Just For You