Comscore Tracker

5 Tips Sukses Jadi Pemimpin Perempuan ala Mesty Ariotedjo

Dialog yang menarik tentang perempuan dan peranannya

Pada momen Hari Perempuan Internasional 2022 Mesty Ariotedjo dan Gita Prihanto berbagi perjalanan hidup dan karier mereka yang kini berkecimpung di industri teknologi. Mesty Ariotedjo, seorang dokter anak sekaligus CEO Tentang Ana, dan Gita selaku Chef Operating Officer Flip dengan sedugang pengalaman, membagikan perjalanan kariernya. 

Dengan latar belakang dan pengalaman yang berbeda, kedua perempuan ini juga berbagi beragam tips untuk meraih kesuksesan sebagai perempuan dengan multi peran. Nah, ada beberapa tips yang disampaikan keduanya dalam Flip Virtual Talk bertajuk 'Pemimpin Perempuan di Industri Teknologi: Membangun Keragaman, Kesetaraan, dan Inklusi di Lingkungan Kerja' pada Selasa (8/3/22). 

1. Memiliki growth mindset

5 Tips Sukses Jadi Pemimpin Perempuan ala Mesty AriotedjoFlip Virtual Talk 'Pemimpin Perempuan di Industri Teknologi: Membangun Keragaman, Kesetaraan, dan Inklusi di Lingkungan Kerja'.  (8/3/22) (IDNTimes/Dina Fadillah Salma)

Growth mindset atau pola pikir yang terus tumbuh dan berkembang perlu dimiliki oleh perempuan yang ingin menjadi seorang pemimpin dalam kariernya. Pola pikir ini mendorong orang untuk terus belajar dan menyerap berbagai pengetahuan baru. 

Hal ini sejalan dengan yang disampaikan Mesty ketika ditanya sosok inspirational baginya, "Aku kalo ditanya inspirasinya selalu bingung. Tapi satu hal yang memang penting sekali menurut aku adalah growth mindset di mana kita selalu belajar dari hari ke hari, di mana bisa lebih baik lagi. Satu yang penting juga, gak takut untuk menanyakan feedback baik ke temen-temen di kantor (atau pun orang lain). Jadi aku frequently nanya feedback to people."

Sama halnya dengan Mesty, Gita juga mengaku selalu belajar dari berbagai orang yang ditemuinya. Ia berusaha untuk menyerap pelajaran dan pengetahuan baru yang sekiranya cocok dengannya sebagai proses transformasi diri ke arah yang lebih baik.

2. Memiliki prioritas dan konsisten dengan hal tersebut

5 Tips Sukses Jadi Pemimpin Perempuan ala Mesty AriotedjoMesty Ariotedjo. (instagram.com/mestyariotedjo)

Perempuan biasanya memiliki banyak peran dan harus mengerjakannya dalam waktu yang bersamaan. Misalnya menjadi seorang ibu, istri namun juga harus tetap berkarier, hingga memimpin bisnis seperti yang dijalani oleh Gita dan Mesty. 

Jika memiliki multiperan, perempuan harus bisa menentukan apa yang menjadi prioritasnya dan fokus saat menjalankan hal yang ia utamakan tersebut. Selain itu, perempuan juga harus berkomitmen dan konsisten terhadap prioritasnya. 

"Setiap orang punya prioritas berbeda dan gak ada yang salah atau benar. Kalau aku sendiri, prioritas utamaku adalah keluarga. Jadi ketika aku memprioritaskan itu, yang aku lakukan juga harus sejalan," tutur Mesty. 

Baik Gita maupun Mesty disiplin membuat jadwal kegiatan sehari-hari, termasuk quality time dengan keluarga. Misalnya sarapan bersama anak di pagi hari, mereka fokus menjalankan peran sebagai ibu tanpa adanya distraksi dari pekerjaan atau pun handphone. 

3. Empati dan humility merupakan hal yang penting di dunia kerja

5 Tips Sukses Jadi Pemimpin Perempuan ala Mesty AriotedjoFlip Virtual Talk 'Pemimpin Perempuan di Industri Teknologi: Membangun Keragaman, Kesetaraan, dan Inklusi di Lingkungan Kerja'.  (youtube.com/flip)

Kesuksesan Gita sebagai seorang Chief Operating Officer di industri teknologi tidak terlepas dari adanya rasa emphaty dan humility. Kedua karakter tersebut membuat orang lebih menghargai satu sama lain sehingga menciptakan suasana kerja yang nyaman.  

"Kalau dalam lingkungan pekerjaan, empathy dan humility itu adalah sesuatu yang penting. Saling mengerti satu sama lain, tidak hanya kita bicara gender perempuan saja tapi juga sebenernya rekan-rekan laki-lagi juga ya," kata Gita. 

Kita harus bisa menghargai rekan kerja atau orang lain dengan sikap penuh empati dan kerendahan hati. Sebab, setiap orang memiliki aspek kehidupan yang lain dan multi peran yang harus dijalankan.

Hal tersebut dijelaskan lebih lanjut oleh Gita, "Menurut saya yang mendasari juga adalah pengertian bahwa manusia itu aspek hidupnya banyak. Jadi tidak hanya aspek hidup sebagai pekerja, tapi juga aspek hidup di luar itu. Dan menurut saya, ini teraplikasi tidak hanya untuk perempuan tapi untuk laki-laki juga, semua punya multi peran apakah sebagai pekerja, apakah sebagai pemimpin, apakah sebagai ibu istri, ayah, suami, anak."

Baca Juga: IWD 2022, Kadis PPPA Sri Asiyah: Jenjang Karier di Pemkot tak Dihalangi

4. Percaya dan yakin terhadap apa yang kita lakukan

5 Tips Sukses Jadi Pemimpin Perempuan ala Mesty AriotedjoFlip Virtual Talk 'Pemimpin Perempuan di Industri Teknologi: Membangun Keragaman, Kesetaraan, dan Inklusi di Lingkungan Kerja'.  (8/3/22) (IDNTimes/Dina Fadillah Salma)

Tak sedikit orang yang meremehkan kemampuan seorang perempuan apalagi ketika menjadi pemimpin. Namun, yakinlah dan percaya bahwa yang kita lakukan merupakan hal yang baik dan tepat. 

Mesty berpendapat apabila perempuan memiliki peran yang berbeda tak menjadi masalah karena justru akan melengkapi satu sama lain. Ia pun menambahkan, "Tetapi yang paling tahu itu adalah  diri kita sendiri dan yang memiliki kendali atas hidup kita adalah diri kita sendiri. Jadi percayalah dengan kemampuan diri kita, percaya dengan yang kita anggap terbaik untuk kita, maka lakukan saja."

Gita juga sependapat dengan Mesty. Baginya banyak perbedaan dalam mengambil keputusan dan pilihan, sebab setiap perempuan memiliki proses dan pencapaiannya masing-masing. 

Gita turut menambahkan, "Karena pada akhirnya semua pilihan itu bermakna dan itu yang paling penting. Itu yang terbaik untuk masing-masing diri kita. Itu yang harus kita jalani dengan sebaik mungkin. "

5. Memiliki nilai diri yang baik

5 Tips Sukses Jadi Pemimpin Perempuan ala Mesty AriotedjoIlustrasi pemimpin (pexels.com/Rebrand Cities)

Gita sebagai perempuan yang memiliki beragam pengalaman di berbagai posisi dan bidang perusahaan, telah mempelajari banyak hal untuk sampai di posisinya saat ini. Salah satunya adalah selalu berusaha untuk memberikan nilai tambah atau value-added, baik untuk diri sendiri maupun pihak lain.  

"Konsep value-added itu yang sangat erat dan yang sangat melekat sama saya sampai sekarang. Jadi, tujuan saya dalam berkarier adalah dengan memaksimumkan valu-added yang bisa saya berikan ke sebuah organisasi dan disaat yang bersamaan juga menebarkan impact yang luas dari segi user, dari segi stakeholder, semuanya," tutup Gita.

Nah itu tadi beberapa hal yang mendukung kesuksesan Mesty dan Gita sampai pada pencapaiannya saat ini. Gita dan Mesty berharap, di Hari Perempuan Internasional perempuan lebih berani mengambil pilihan dan mewujudkannya.

Baca Juga: Perempuan-Perempuan Tangguh dari Kampung Bandeng Tambakrejo Semarang 

Topic:

  • Dina Fadillah Salma
  • Pinka Wima

Berita Terkini Lainnya