Comscore Tracker

Ada Jejak Karbon di Piringmu, Kurangi Melalui 7 Cara Ini, Yuk!

#GoodLife Dengan makan bijak, lingkungan pun sehat!

Hampir setiap aktivitas yang dilakukan oleh manusia menghasilkan jejak karbon. Jejak karbon atau carbon footprint merupakan istilah yang umumnya digunakan untuk menggambarkan jumlah total emisi gas rumah kaca (greenhouse gas) yang dihasilkan dari suatu kegiatan. 

Semakin tinggi jumlah jejak karbon maka semakin membahayakan bumi karena menjadi penyebab utama pemanasan global. Efek dari pemanasan global sangat mengerikan sebab dapat meningkatkan suhu bumi dan perubahan iklim sehingga memicu mencairnya es di kutub, naiknya air laut, bahkan kematian ekosistem.

Hampir setiap aktivitas yang kamu lakukan menghasilkan jejak karbon, baik secara langsung maupun tidak langsung. Penggunaan barang elektronik, penggunaan alat transportasi, bahkan proses kamu makan juga bisa meninggalkan jejak karbon lho. 

Oleh karena itu, kamu perlu memperbaiki proses makan untuk meminimalkan jumlah jejak karbon. Apa saja yang bisa kamu lakukan? Dihimpun dari World Health Organization (WHO) dan Carbon Offsets To Alleviate Poverty (COTAP) terdapat 7 cara mengurangi jejak karbon dari makanan. Yuk, simak 7 langkahnya berikut ini. 

1. Konsumsi produk lokal dan produk musiman

Ada Jejak Karbon di Piringmu, Kurangi Melalui 7 Cara Ini, Yuk!pexels.com

Saat ini belum banyak negara yang mengukur secara detail jejak karbon yang dihasilkan dari makanan. Namun, pengukuran yang dilakukan oleh US Environmental Protection Agency dapat memberi gambaran besarnya emisi karbon yang dihasilkan dari makanan. Sekitar 13% emisi gas rumah kaca dihasilkan dari proses produksi dan transportasi.

Jika kamu mengonsumsi makanan dari produk lokal daerahmu maka kamu secara tidak langsung meminimalisir jumlah jejak karbon yang dihasilkan dari proses transportasi makanan. Lalu dengan mengonsumsi bahan pangan yang sedang musim di daerah kamu juga akan meminimalkan jejak karbon dari sisi transportasi karena kamu tidak perlu mendatangkannya dari daerah lain.

2. Batasi konsumsi bahan pangan olahan daging dan susu

Ada Jejak Karbon di Piringmu, Kurangi Melalui 7 Cara Ini, Yuk!alloy.com

Olahan daging dan susu merupakan jenis makanan penyumbang emisi karbon yang tinggi. Emisi tersebut dihasilkan dari proses pengembangbiakan, pemotongan, hingga distribusi. Sebagai contohnya total karbondioksida per kg yang dikonsumsi dari daging sapi sebesar 27 kg karbondioksida, keju sebesar 13,5 kg karbondioksida, ayam sebesar 6,9 kg, dan telur sebesar 4,8 kg karbondioksida. 

Secara global, konsumsi daging disarankan tidak lebih dari 90 gram per orang per hari. Jangan khawatir, ini tidak akan membahayakan kebutuhan protein kamu karena sebagai gantinya bisa mengonsumsi sumber protein nabati.

3. Membeli bahan makanan secara bijak

Ada Jejak Karbon di Piringmu, Kurangi Melalui 7 Cara Ini, Yuk!pexels.com

Terdapat beberapa tips yang bisa kamu ikuti dalam membeli bahan makanan secara bijak, yaitu:

  • Membawa tas belanja sendiri untuk menghindari penggunaan plastik. Semakin banyak plastik itu setara dengan semakin banyak jejak karbon yang dihasilkan.
  • Buatlah daftar belanjaan sebelum kamu berbelanja, sehingga akan menghindari membeli bahan makanan yang tidak diperlukan dan beresiko berakhir di tempat sampah.
  • Hindari membeli produk makanan yang menggunakan banyak kemasan.
  • Pilihlah bahan makanan organik dibandingkan makanan non organik dan makanan instan

Baca Juga: Jadi Pejuang Go Green di Kantor, Siapa Takut? Lakukan 6 Tips Ini!

4. Konsumsi makanan organik

Ada Jejak Karbon di Piringmu, Kurangi Melalui 7 Cara Ini, Yuk!exels.com

Pada proses produksi makanan organik dapat meminimalisir stres pada lingkungan karena proses produksinya tidak menggunakan bahan kimia seperti pestisida, jadi jejak karbon yang dihasilkan juga cenderung lebih sedikit.

5. Cerdaslah mengolah makanan

Ada Jejak Karbon di Piringmu, Kurangi Melalui 7 Cara Ini, Yuk!pexels.com

Coba kamu bayangkan berapa banyak energi yang terbuang ketika memasak, dari air yang digunakan atau dari gas dan listrik untuk memasak. Oleh karena itu, akan lebih baik jika kamu memakan makanan yang diolah tanpa proses pengolahan seperti salad, gado-gado, pecel, atau lalapan. 

Jika kamu hendak memasak, pilihlah menu yang tidak memerlukan proses pemasakan lama dan jenis makanan yang tidak perlu dihangatkan berkali-kali. Dan yang terpenting adalah memasak sesuai jumlah yang dibutuhkan sehingga habis dan tidak terbuang sia-sia.

6. Tanamlah sayuran di halamanmu

Ada Jejak Karbon di Piringmu, Kurangi Melalui 7 Cara Ini, Yuk!pexels.com

Menanam sayuran sendiri bisa mengurangi jejak karbon karena akan menghindari emisi karbon dari proses transportasi ketika kamu pergi ke supermarket atau pasar. Selain itu kamu juga tidak perlu menggunakan kemasan sehingga mengurangi emisi karbon yang dihasilkan dari penggunaan kemasan tersebut.

7. Lakukan daur ulang dari sampah organik makanan

Ada Jejak Karbon di Piringmu, Kurangi Melalui 7 Cara Ini, Yuk!ksenvironmental.com.au

Dari riset yang dilakukan di Uni Eropa, sampah dari limbah organik yang membusuk di tempat pembuangan sampah menyumbang 3 persen emisi gas rumah kaca dari metana yang dihasilkan. Kamu bisa melakukan daur ulang sampah organik di rumah kamu menjadi kompos.

Nah, jika kamu secara konsisten menerapkan 7 langkah tersebut maka kamu bisa berkontribusi terhadap jumlah jejak karbon di dunia. Yuk, berpartisipasi dalam pengurangan jejak karbon mulai dari sekarang !

Baca Juga: Sering Membuang Makanan? 4 Fakta Ini Bakal Bikin Kamu Berpikir Ulang!

Dita Anitya I Photo Verified Writer Dita Anitya I

I love minimalism!

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya