Comscore Tracker

5 Tindakan Sepele yang Mengusik Privasi Orang Lain, Bikin Kesal!  

Hayo, siapa yang sering gini?  

Tidak semua orang suka bagian-bagian dalam hidupnya diketahui oleh orang lain. Saat seseorang menyimpan sendiri suatu hal dan menjadikannya privasi, kita semua wajib menghargainya.

Memiliki privasi adalah cara seseorang  untuk menjalani kehidupannya dengan nyaman. Dengan begitu, jika kita mengganggu privasi seseorang, artinya kita telah mengusik kenyamanannya.

Sayangnya, tanpa sadar ada tindakan yang selama ini kita anggap sepele, tapi sebenarnya mengusik privasi orang lain. Seperti beberapa tindakan berikut ini.

1. Bertanya terlalu mendalam saat seseorang sedang berbicara padamu  

5 Tindakan Sepele yang Mengusik Privasi Orang Lain, Bikin Kesal!  ilustrasi laki-laki dan perempuan sedang berbicara (pexels.com/Monstera)

Saat asyik mengobrol dengan seseorang, terkadang kita menjadi terlalu kepo hingga tanpa sadar mengajukan pertanyaan yang terlalu mendalam. Bahkan kita mungkin menanyakan hal yang sifatnya terlalu personal. Nah, hal ini tidak dibenarkan karena bisa membuat lawan bicara merasa kamu terlalu mengusik privasinya dan tidak nyaman.

Apabila lawan bicaramu enggan menjawab atau hanya menjawab setengah pertanyaanmu, jangan memaksa dia untuk menjawab pertanyaanmu secara mendetail. Biarkan ia mengatakan apa yang ia inginkan dan menyimpan apa yang mereka ingin simpan.

2. Menyebarluaskan chat  

5 Tindakan Sepele yang Mengusik Privasi Orang Lain, Bikin Kesal!  ilustrasi berkirim pesan singkat (unsplash.com/Christian Wiediger)

Saat ini, ada banyak orang yang dengan mudahnya menyebarluaskan chat mereka kepada publik. Perlu kamu ketahui bahwa tidak semua orang suka jika obrolan mereka pada aplikasi pesan singkat diketahui oleh orang lain. Apalagi jika pesan tersebut berisi hal yang sifatnya sensitif atau konyol. Ini bisa membuat orang yang bersangkutan merasa malu dan kesal.

Bagaimanapun, kamu tidak boleh asal menyebarluaskan chat, baik yang bersifat pribadi maupun dalam grup. Jika kamu ingin mempublikasikannya, minta izin terlebih dahulu pada lawan chat-mu untuk memastikan mereka tidak keberatan dengannya.

Baca Juga: 5 Cara Menghargai Privasi Cowok, Dijamin Mereka Nyaman!

3. Membuka galeri dan chat di gawai orang lain  

5 Tindakan Sepele yang Mengusik Privasi Orang Lain, Bikin Kesal!  ilustrasi seseorang menggunakan smartphone (pexels.com/Sora Shimazaki)

Tidak semua orang suka jika ada orang lain yang tanpa izin membuka galeri, melihat-lihat foto, membaca isi chat, atau memeriksa riwayat penelusuran. Tindakan ini bisa membuat pemilik gawai merasa kesal dan enggan meminjamkan gawainya kepada kita lagi. Bahkan, meskipun orang yang bersangkutan memberikan izin kamu untuk mengakses gawainya, gunakanlah sebatas untuk menyelesaikan keperluanmu dan segera kembalikan begitu selesai.

Perhatikan juga apakah orang tersebut memasang password, PIN, sensor sidik jari, atau sensor wajah pada HP atau laptopnya. Jika ya, sudah jelas artinya bahwa ini dilakukan agar orang lain tidak dapat mengaksesnya. Jadi, sebaiknya tidak perlu menanyakan password, apalagi sampai iseng membuka semua aplikasi.

4. Mengomentari keputusan orang lain  

5 Tindakan Sepele yang Mengusik Privasi Orang Lain, Bikin Kesal!  ilustrasi dua orang sedang berbicara (pexels.com/Polina Zimmerman)

Setiap orang memiliki pertimbangannya masing-masing sebelum mengambil keputusan. Meskipun kamu menganggap keputusan yang diambil oleh seseorang itu salah, bukan berarti kamu lantas berhak menghakiminya.

Terlebih jika masalah tersebut tidak ada hubungannya dengan kamu. Menghakimi keputusan seseorang menandakan bahwa kamu adalah orang yang suka ikut campur. Oleh sebab itu, biasakan untuk tidak mengomentari keputusan orang lain, kecuali mereka memang meminta saran darimu.

5. Selalu menuntut dijadikan prioritas  

5 Tindakan Sepele yang Mengusik Privasi Orang Lain, Bikin Kesal!  ilustrasi dua orang sedang bertengkar (pexels.com/RODNAE Production)

Terkadang, karena merasa memiliki hubungan yang sangat dekat dengan seseorang, kita kemudian merasa perlu untuk diprioritaskan. Kita merasa seseorang memiliki kewajiban untuk menceritakan apa pun pada kita, selalu mengajak kita ke mana pun, dan menuruti kemauan kita. Lalu, saat orang yang kita maksud tidak melakukan hal tersebut, kita kemudian kecewa dan merasa tidak dihargai, tidak diprioritaskan, dan tidak dianggap.

Perlu kamu tahu, memaksa seseorang untuk selalu memprioritaskan kamu adalah tindakan yang egois dan mengusik privasi. Jika seseorang tidak bisa terbuka padamu, ini bukan karena mereka tidak menghargaimu, tetapi karena memang ada batasan yang ingin mereka jaga. Terlebih, setiap orang memiliki hak masing-masing untuk menentukan prioritas dan memilih kepada siapa ia ingin terbuka.

Cek lagi, mana saja yang sering kamu lakukan? Jika selama ini tindakanmu sering mengusik privasi orang lain, maka bukan tidak mungkin jika suatu saat orang tersebut akan mulai menjaga jarak darimu.

Jadi, mulai sekarang, biarkan setiap orang dengan privasi mereka. Bangun hubungan yang sehat dengan semua orang dengan tetap saling menghargai privasi.

Baca Juga: 5 Cara Menghargai Privasi Orang Lain, Jangan Sembarang Unggah Foto!

Eka ami Photo Verified Writer Eka ami

a human

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Izza Namira

Berita Terkini Lainnya